FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kemnaker Ungkap 59 Persen Pekerja Indonesia Masuk Kategori Sektor Informal

Published Agustus 10, 2026 · Updated Agustus 10, 2026 · By Christopher Hernandez - faktanaya.com

Foto : Christopher Hernandez - faktanaya.com

Lebih dari Separuh Tenaga Kerja Indonesia Bekerja di Sektor Informal

Faktanaya.com – Jakarta, VIVA – Data terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa sekitar lima puluh sembilan persen pekerja nasional saat ini bekerja dalam sektor informal. Angka ini menarik perhatian berbagai pihak karena mencerminkan tantangan besar dalam struktur ketenagakerjaan Indonesia.

Menanggapi kondisi tersebut, Prof Sukro Muhab yang menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI menekankan pentingnya penguatan kewirausahaan. Menurutnya, upaya ini harus terus digalakkan melalui serangkaian program pelatihan, pengembangan vokasi, serta perluasan akses kesempatan kerja bagi masyarakat.

Kementerian Ketenagakerjaan tidak hanya menyiapkan tenaga kerja siap masuk industri, tetapi juga mencetak masyarakat yang siap menjadi wirausaha sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Pernyataan Sukro tersebut disampaikan pada Minggu, 9 Agustus 2026, melalui keterangan resminya. Ia menambahkan bahwa pendekatan ganda ini diharapkan dapat memberikan solusi berkelanjutan bagi permasalahan ketenagakerjaan di tanah air.

Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah Makassar

Dalam konteks yang lebih konkret, Sukro Muhab menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar atas kontribusi mereka dalam mendukung program perluasan kesempatan kerja. Sebagai bentuk terima kasih, ia juga memberikan cinderamata kepada Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham.

Menurut Sukro, pengembangan kewirausahaan merupakan salah satu strategi utama untuk menurunkan tingkat pengangguran di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi Layanan Kewirausahaan, Sosialisasi Penempatan Disabilitas, serta Pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP). Seluruh program ini diselenggarakan oleh Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kendari di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan RI, dengan lokasi pelaksanaan di Makassar.

Komitmen Kesetaraan Peluang Kerja

Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI, khususnya BPKK Kendari, yang telah memilih Kota Makassar sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan pemberdayaan tersebut.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh masyarakat untuk memperoleh pekerjaan maupun membangun usaha secara mandiri.

Menurut Aliyah, Pemerintah Kota Makassar terus berupaya memperkuat sinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan, sektor swasta, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya adalah untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kompetensi angkatan kerja, menekan angka pengangguran, serta mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro yang tangguh.

Aliyah juga menyoroti pentingnya memberikan ruang yang adil bagi penyandang disabilitas. Ia menegaskan bahwa kelompok ini memiliki potensi, kemampuan, dan semangat yang sama untuk berkembang apabila mendapatkan kesempatan yang setara.

Sesungguhnya penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama seperti kita semua. Yang membedakan hanya kondisi fisik, tetapi semangat, kemampuan, dan tekad mereka tidak kalah dengan siapa pun.

(Ant)

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kemnaker Ungkap 59 Persen Pekerja Indonesia?

Kemnaker Ungkap 59 Persen Pekerja Indonesia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemnaker Ungkap 59 Persen Pekerja Indonesia matter?

Kemnaker Ungkap 59 Persen Pekerja Indonesia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.