FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Lele Marinasi UMKM RI Siap Banjiri Pasar Taiwan, KKP: Kualitas Produk Kita Diakui

Published Agustus 11, 2026 · Updated Agustus 11, 2026 · By Sarah Johnson - faktanaya.com

Foto : Sarah Johnson - faktanaya.com

Lele Marinasi UMKM RI Siap Ekspor ke Taiwan

Faktanaya.com – Lele Marinasi UMKM RI Siap menjadi kebanggaan baru bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi mengumumkan pencapaian bersejarah dalam ekspor produk olahan perikanan. Produk lele marinasi asal Bandung, Jawa Barat, berhasil menembus pasar Taiwan melalui pengiriman perdana yang membawa 10,5 ton produk dengan nilai estimasi Rp400 juta.

Standar Mutu Internasional yang Dipenuhi

Kesuksesan ekspor ini tidak terlepas dari komitmen tinggi terhadap standar mutu. Ishartini, Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, menjelaskan bahwa seluruh rantai pasok telah memenuhi persyaratan ketat. Sistem jaminan mutu yang diterapkan mencakup proses dari hulu hingga hilir secara komprehensif.

Di sektor hulu, komoditas lele Indonesia telah berhasil meraih sertifikasi CBIB (Cara Budidaya yang Baik) dan CPIB (Cara Penangkapan Ikan yang Baik). Sementara itu, di sisi hilir, produk telah memperoleh Sertifikasi Kelayakan Pengolahan (SKP) serta menerapkan sistem HACCP yang diakui secara internasional. Kombinasi sertifikasi ini menjadi jaminan kualitas bagi konsumen Taiwan.

Sehingga otoritas kompeten di tempat atau negara tujuan mengakui kualitas produk dan memberikan persetujuan untuk masuk ke pasar mereka, ujar Ishartini dalam keterangan resminya pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Rencana Ekspansi Volume Ekspor

Pengiriman perdana lele marinasi beku dilaksanakan di Pergudangan Ketapang, Kabupaten Bandung, pada 6 Agustus 2026. Produk ini dihasilkan oleh PT Asha Nuova International yang telah memiliki pengalaman dalam industri perikanan olahan. Ishartini menambahkan bahwa lele marinasi kini mulai menarik perhatian pasar global, sejalan dengan popularitas ikan nila di kancah internasional.

Berikutnya, volume ekspor diproyeksikan meningkat hampir dua kali lipat menjadi 20 ton pada September 2026. Jadwal ini telah ditetapkan menyusul pengiriman produk ikan nila ke pasar yang sama. Peningkatan volume ini menunjukkan kepercayaan pasar Taiwan terhadap kualitas produk Indonesia.

Sudah dijadwalkan pada bulan depan (September 2026) menyusul produk dari ikan nila, katanya lagi.

Penguatan Ekspor Jawa Barat

Darwin Syah Putra, Kepala UPT Badan Mutu KKP Bandung, menyatakan komitmen untuk mendorong peningkatan volume dan nilai ekspor produk olahan perikanan dari Jawa Barat. Upaya ini dilakukan melalui penguatan produktivitas di sektor hulu dan pengembangan infrastruktur pendukung.

Program kampung budi daya tematik yang dijalankan oleh KKP diharapkan dapat mendukung ketersediaan bahan baku perikanan secara berkelanjutan. Selain itu, unit pengolahan ikan (UPI) yang telah memiliki sertifikasi mutu diarahkan untuk menampung produk UMKM perikanan di Jawa Barat. Sepanjang tahun 2025, total ekspor produk perikanan dari Jawa Barat mencapai 1.800 ton dengan nilai sekitar Rp42 miliar. Angka ini menunjukkan potensi besar bagi pengembangan industri perikanan olahan di wilayah tersebut.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Lele Marinasi UMKM RI Siap

Berapa ton lele marinasi yang diekspor ke Taiwan dalam pengiriman pertama? Dalam pengiriman perdana, sebanyak 10,5 ton lele marinasi diekspor ke Taiwan dengan nilai estimasi Rp400 juta.

Kapan rencana peningkatan volume ekspor ke Taiwan? Rencana peningkatan volume ekspor dijadwalkan pada September 2026 dengan target mencapai 20 ton.

Sertifikasi apa saja yang dimiliki produk lele marinasi ini? Produk lele marinasi telah memiliki sertifikasi CBIB, CPIB, SKP, dan menerapkan sistem HACCP untuk menjamin kualitas.

Siapa perusahaan yang menghasilkan produk lele marinasi untuk ekspor ini? PT Asha Nuova International merupakan perusahaan yang menghasilkan produk lele marinasi untuk ekspor perdana ke Taiwan.

Berapa nilai total ekspor perikanan Jawa Barat sepanjang 2025? Sepanjang tahun 2025, total ekspor produk perikanan dari Jawa Barat mencapai 1.800 ton dengan nilai sekitar Rp42 miliar.

Related Reading