Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat RI Melonjak di 2026, BPS Ungkap Datanya
Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat RI Naik di 2026
Faktanaya.com – Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mengumumkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang menunjukkan peningkatan signifikan pada indeks keuangan masyarakat Indonesia. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa tren positif ini mencerminkan kemajuan dalam pemahaman dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
Hasil survei terbaru ini menjadi indikator penting bagi kebijakan keuangan nasional. Dengan meningkatnya indeks, diharapkan masyarakat semakin mampu mengelola keuangan pribadi dan memanfaatkan berbagai produk keuangan yang tersedia di pasar.
Indeks Literasi Keuangan Mencapai 69,57 Persen
Data SNLIK 2026 mencatatkan Indeks Literasi Keuangan sebesar 69,57 persen, naik 2,93 persen dari tahun sebelumnya yang berada di angka 66,64 persen. Kenaikan ini menunjukkan bahwa semakin banyak penduduk Indonesia yang memahami konsep-konsep keuangan dasar.
Dimana hal itu berarti bahwa sekitar 70 dari 100 penduduk Indonesia pada rentang umur 15-79 tahun, diketahui telah memenuhi kriteria terdidik dengan baik (well literate),
jelas Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.
Pencapaian ini didukung oleh dua model utama literasi keuangan. Literasi keuangan konvensional mencapai 69,57 persen, sementara literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,07 persen. Meskipun literasi konvensional mengalami kenaikan, sektor syariah justru mengalami penurunan tipis sebesar 0,35 persen.
Inklusi Keuangan Terus Meluas ke Seluruh Wilayah
Dari sisi inklusi keuangan, tren kenaikan juga terlihat jelas. Indeks Inklusi Keuangan 2026 naik 0,87 persen menjadi 93,61 persen. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh sektor keuangan konvensional yang mencapai 93,53 persen.
Meskipun demikian, Amalia mencatat adanya penurunan tipis pada sektor keuangan syariah yang turun menjadi 13,24 persen. Penurunan ini perlu menjadi perhatian bagi pemangku kepentingan di industri keuangan syariah.
Hasil SNLIK 2026 ini diperoleh melalui survei yang menjangkau 38 provinsi dan 514 kabupaten atau kota di seluruh Indonesia. Total sampel yang digunakan sebanyak 74.025 rumah tangga dengan menerapkan tiga tahapan Stratified Multi-Stage Cluster Sample dalam proses pemilihan.
Perbedaan Sebaran Berdasarkan Wilayah dan Pendidikan
Berdasarkan sebaran geografis, tiga provinsi dengan indeks tertinggi adalah DKI Jakarta sebesar 84,01 persen, diikuti Kalimantan Selatan dengan 79,69 persen, serta Bali sebesar 78,77 persen.
Sementara itu, wilayah dengan indeks inklusi keuangan tertinggi meliputi DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Kepulauan Riau. Sebaliknya, indeks terendah tercatat di Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Maluku Utara.
Amalia juga menyoroti hubungan antara tingkat pendidikan dengan indeks inklusi keuangan. Data menunjukkan kenaikan di setiap jenjang pendidikan masyarakat Indonesia.
Peningkatan paling tinggi terjadi pada kelompok masyarakat yang tamat SD atau sederajat, diikuti oleh kelompok masyarakat yang tidak pernah sekolah dan tidak tamat sekolah yang juga tercatat meningkat dengan pesat,
ujarnya.
Kenaikan signifikan terutama terlihat pada kelompok penduduk yang belum tamat SD maupun tamatan SD atau sederajat, menandakan adanya perbaikan akses dan pemahaman keuangan di kalangan masyarakat dengan latar belakang pendidikan dasar.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang SNLIK 2026
Berapa total sampel rumah tangga dalam survei SNLIK 2026? Total sampel yang digunakan sebanyak 74.025 rumah tangga dari 38 provinsi dan 514 kabupaten atau kota.
Provinsi mana yang memiliki indeks inklusi keuangan tertinggi? DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Kepulauan Riau merupakan tiga wilayah dengan indeks inklusi keuangan tertinggi.
Bagaimana tren literasi keuangan syariah pada 2026? Literasi keuangan syariah mengalami penurunan tipis sebesar 0,35 persen, sementara literasi konvensional naik 2,93 persen.
Apa metode sampling yang digunakan dalam survei? Survei menerapkan tiga tahapan Stratified Multi-Stage Cluster Sample dalam proses pemilihan sampel.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai SNLIK 2026, pembaca dapat mengunjungi [halaman resmi BPS](https://www.bps.go.id) atau [artikel terkait di Viva.co.id](https://www.viva.co.id/bisnis/1920410-literasi-dan-inklusi-keuangan-masyarakat-ri-melonjak-di-2026-bps-ungkap-datanya).