Pengelolaan Sampah Plastik dari Aktivitas Penerbangan Bisa Perkuat Ekonomi Sirkular, Ini Contohnya
Kolaborasi Penerbangan dan Daur Ulang: Langkah Konkret Menuju Ekonomi Sirkular
Faktanaya.com – Sektor transportasi udara kini mulai menyumbangkan perannya dalam rantai pengelolaan limbah plastik. Sampah kemasan yang dihasilkan selama penerbangan dapat dipilah lalu dialirkan ke jaringan daur ulang, sehingga material bernilai ekonomi tidak terbuang sia-sia. Pendekatan ini sekaligus menjadi katalis bagi penguatan praktik ekonomi sirkular di tingkat yang lebih luas.
Kampanye "Semangat Gerak" oleh AQUA dan Citilink
Dua perusahaan tersebut menggandeng masyarakat melalui kampanye bertajuk "Semangat Gerak" dengan pesan sederhana: menjelajah destinasi baru tetap bisa dilakukan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. Di balik kampanye itu tersimpan tujuan strategis, yakni menjembatani dunia penerbangan dengan infrastruktur daur ulang yang sudah berjalan.
Laurent Boissier, Chief Executive Officer Danone Indonesia, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud kolaborasi lintas industri yang mengaitkan sektor udara dengan ekosistem daur ulang.
"Dimana Bali menjadi salah satu rute yang akan menjadi pilot project dari inisiatif ini," kata Laurent dalam keterangannya, Minggu, 23 Agustus 2026.
Bagi Boissier, mobilitas dan keberlanjutan tidak harus saling meniadakan. Melalui Semangat Gerak, ia ingin membuktikan bahwa kerja sama antar-sektor mampu melahirkan solusi yang lebih terukur dan berdampak nyata.
"Inisiatif ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat pengumpulan dan pengelolaan sampah plastik pascakonsumsi dengan melibatkan mitra dan komunitas lokal," ujarnya.
Skala Operasional Daur Ulang AQUA di Indonesia
Akumulasi pengalaman AQUA dalam pengelolaan kemasan pascakonsumsi berakar sejak 1993. Pada 2018, komitmen itu diperluas lewat gerakan #BijakBerplastik yang menjangkau lebih banyak pemangku kepentingan.
Hari ini, jaringan yang dibangun bersama para mitra mencakup bank sampah induk, Recycling Business Unit (RBU), collection center, TPST, serta TPS3R yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Melalui infrastruktur tersebut, volume sampah plastik yang berhasil dikumpulkan dan diolah melampaui 51.000 ton per tahun. Material hasil daur ulang kemudian diproses menjadi bahan baku kemasan produk baru yang memenuhi standar dan regulasi berlaku.
Fokus di Bali: Dari Inovasi Kemasan hingga Sanur
Di Pulau Dewata, AQUA telah merangkai ekosistem daur ulang yang terintegrasi—mulai dari pengembangan kemasan ramah lingkungan, penguatan mekanisme pengumpulan, hingga program edukasi publik.
Baru-baru ini, kawasan Sanur dipilih sebagai titik pengembangan area yang lebih berkelanjutan. Melalui kemitraan dengan komunitas lokal dan berbagai mitra, model bisnis isi ulang ditempatkan di lokasi tersebut. Tujuannya mencakup pengurangan timbulan sampah kemasan, penyediaan tempat sampah terpilah (dropbox), serta pemasangan Reverse Vending Machine (RVM) guna meningkatkan volume pengumpulan kemasan plastik pascakonsumsi.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pengelolaan Sampah Plastik dari Aktivitas Penerbangan?Pengelolaan Sampah Plastik dari Aktivitas Penerbangan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pengelolaan Sampah Plastik dari Aktivitas Penerbangan matter?Pengelolaan Sampah Plastik dari Aktivitas Penerbangan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.