FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Penyelundupan Emas Rp 63 Miliar Terkuak di Soekarno-Hatta, Purbaya Ungkap 2 Modusnya

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Robert Jones - faktanaya.com

Foto : Robert Jones - faktanaya.com

Penyelundupan Emas Rp 63 Miliar Terkuak di Soekarno-Hatta

Faktanaya.com – Jakarta – Bea Cukai Soekarno-Hatta bersama Kementerian Keuangan dan Bareskrim Polri berhasil mengungkap penyelundupan emas Rp 63 miliar melalui dua modus berbeda dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis, 13 Agustus 2026, untuk memaparkan detail penindakan tersebut.

Keberhasilan penindakan ini menjadi bukti nyata sinergi antarinstansi dalam memberantas penyelundupan logam mulia. Purbaya menekankan bahwa teknologi modern dan koordinasi intensif menjadi kunci utama dalam mengungkap modus-modus canggih yang digunakan para penyelundup.

Modus Penyembunyian di Tubuh dan Tas

Dalam kasus pertama, petugas Bea Cukai mengamankan 41 keping emas berbentuk silinder dengan kadar 24 karat. Total berat emas mencapai 17,43 kilogram dengan estimasi nilai sekitar Rp 46 miliar. Tujuh warga negara asal Tiongkok yang berencana terbang ke Hong Kong menjadi tersangka dalam kasus ini.

Yang pertama dengan cara memasukkan ke dalam lubang wanita dan dubur, ujar Purbaya.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menjelaskan bahwa petugas mencurigai para penumpang setelah melakukan pemeriksaan rutin. Saat tas gendong mereka digeledah, ditemukan emas berbentuk telur dan silinder yang disembunyikan di bagian depan tas. Selain itu, beberapa keping emas juga ditemukan di dalam celana yang telah dimodifikasi.

Disembunyikan di dalam tas, celana yang dimodifikasi, dimasukkan ke dalam kemaluan atau inserter baik di kemaluan maupun di dubur. Sehingga ini tentunya berpengaruh pada gerak tubuh pembawa, jelas Djaka.

Modus Pemanfaatan Oknum Ground Handling

Kasus kedua melibatkan modus yang lebih kompleks dengan memanfaatkan oknum petugas ground handling. Berdasarkan informasi dari Avsec, dugaan pembawaan emas dalam tas gendong oleh staf ground handling di loading dock Terminal 3 Kedatangan Internasional menjadi titik awal penyelidikan.

Dalam kasus ini, kepingan emas berbentuk cast bar dengan total berat 6,35 kilogram berhasil diamankan. Estimasi nilai emas tersebut mencapai sekitar Rp 17 miliar. Purbaya menjelaskan bahwa para penyelundup memanfaatkan oknum petugas untuk membawa emas kepada penumpang secara diam-diam.

Mereka memanfaatkan oknum petugas ground handling, untuk membawa emas kepada penumpang, kata Purbaya.

Dampak dan Langkah Pencegahan

Kedua kasus penyelundupan emas Rp 63 miliar ini menunjukkan variasi modus yang semakin canggih. Koordinasi intensif antara Bea Cukai, Bareskrim Polri, dan berbagai instansi terkait menjadi kunci pencegahan di masa mendatang. Purbaya juga menyebutkan bahwa teknologi pemeriksaan penumpang akan terus ditingkatkan untuk mengantisipasi modus baru.

Keberhasilan penindakan ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku penyelundupan. Selain itu, sinergi antarpihak yang terjalin baik akan menjadi model bagi penindakan kasus serupa di masa depan.

FAQ: Penyelundupan Emas di Soekarno-Hatta

Berapa total nilai emas yang berhasil diamankan? Total nilai emas yang diamankan mencapai Rp 63 miliar, terdiri dari Rp 46 miliar dari kasus pertama dan Rp 17 miliar dari kasus kedua.

Kapan penindakan dilakukan? Penindakan dilakukan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam sebelum konferensi pers pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam penindakan? Pihak yang terlibat meliputi Bea Cukai Soekarno-Hatta, Kementerian Keuangan, Bareskrim Polri, dan Avsec.

Apa modus yang digunakan dalam kedua kasus? Kasus pertama menggunakan modus penyembunyian di tubuh dan tas, sedangkan kasus kedua memanfaatkan oknum ground handling untuk membawa emas kepada penumpang.

Apakah ada langkah pencegahan yang akan dilakukan? Ya, teknologi pemeriksaan penumpang akan terus ditingkatkan dan koordinasi antarinstansi akan diperkuat untuk mencegah modus penyelundupan baru.

Related Reading