FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Euforia Juara Berlanjut di Ruang Konferensi Pers, Elkan Baggott dan John Herdman sampai Disiram Air

Published Oktober 6, 2026 · Updated Oktober 6, 2026 · By Lisa Moore - faktanaya.com

Foto : Lisa Moore - faktanaya.com

Euforia Juara Berlanjut di Ruang Konferensi Pers

Faktanaya.com – Euforia Juara Berlanjut di Ruang konferensi pers setelah Timnas Indonesia meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026. Selebrasi tidak hanya terjadi di lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, tetapi juga berlanjut ketika John Herdman dan Elkan Baggott menghadiri sesi keterangan seusai final melawan Thailand pada Senin malam, 5 Oktober 2026.

Suasana yang awalnya formal berubah menjadi penuh tawa saat Emil Audero, Rizky Ridho, dan Jordi Amat masuk ke ruangan. Mereka membawa tembakan air untuk memberi kejutan kepada Herdman dan Baggott yang sedang menjalani konferensi pers.

Air disemprotkan ke arah pelatih dan pemain tersebut, membuat momen wawancara menjadi bagian dari pesta kemenangan. Elkan Baggott kemudian membalas dengan botol air mineral, sementara para pemain dan staf menikmati suasana juara yang terasa lebih santai.

Selebrasi Juara yang Spontan

Euforia Juara Berlanjut di Ruang pers memperlihatkan kebersamaan yang terbangun di dalam skuad Indonesia. Setelah melewati pertandingan panjang, tekanan besar, dan adu penalti, para pemain memilih merayakan keberhasilan itu dengan cara sederhana namun penuh makna.

Ruang konferensi pers biasanya digunakan untuk membahas jalannya pertandingan, keputusan taktik, serta evaluasi penampilan tim. Namun, pada malam final FIFA ASEAN Cup 2026, ruangan tersebut berubah menjadi tempat selebrasi kecil yang melibatkan pemain dan staf pelatih.

Kejutan air kepada John Herdman dan Elkan Baggott menjadi simbol kegembiraan setelah Indonesia memastikan trofi. Momen tersebut juga menunjukkan suasana hangat di balik pencapaian besar yang diraih skuad Garuda.

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Indonesia memastikan gelar juara setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti. Kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit, sebelum Timnas Indonesia menang 4-2 dalam penentuan dari titik putih.

Gelar tersebut memiliki arti penting karena menjadi pencapaian internasional bagi Indonesia pada edisi perdana FIFA ASEAN Cup. Trofi ini juga menjadi gelar pertama Indonesia di luar raihan medali emas SEA Games.

Final berlangsung sengit sejak awal. Indonesia sempat memperoleh peluang melalui Luke Vickery, tetapi upayanya berhasil dihentikan oleh kiper Thailand, Saranon Anuin. Thailand kemudian merespons melalui tendangan voli Chanathip Songkrasin, meski bola melambung di atas mistar gawang Emil Audero.

Indonesia kembali menekan lewat sundulan Justin Hubner, tetapi peluang itu belum menghasilkan gol. Pada fase awal pertandingan, Garuda terlihat lebih aktif menguasai bola dan membangun serangan, sementara Thailand menunggu kesempatan melalui serangan balik.

Drama Final hingga Adu Penalti

Memasuki babak kedua, Thailand menciptakan peluang melalui Supachai Chaided. Namun, sundulannya bergerak ke sisi gawang. Indonesia merespons lewat tendangan Ragnar Oratmangoen yang juga belum mampu mengubah skor.

Supachai kembali mendapat kesempatan setelah terjadi kesalahan di lini belakang Indonesia, tetapi penyelesaian akhirnya tidak mengarah ke gawang. Thailand juga menambah tekanan melalui Kakana Khamyok dan Anan Yodsangwal yang masuk sebagai pemain pengganti.

Dalam sejumlah momen penting, Emil Audero tampil sigap menjaga peluang Indonesia. Penjaga gawang tersebut membantu Garuda menghadapi tekanan Thailand ketika pertandingan memasuki fase yang semakin menegangkan.

Drama bertambah pada menit ke-80 ketika Thailand harus bermain dengan 10 pemain. Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua, membuat final semakin panas dan akhirnya berlanjut hingga tambahan waktu serta adu penalti.

Euforia Juara Berlanjut di Ruang Pers SUGBK

Euforia Juara Berlanjut di Ruang konferensi pers menjadi penutup yang menarik dari malam bersejarah di SUGBK. Selebrasi air yang melibatkan Herdman, Baggott, Emil Audero, Rizky Ridho, dan Jordi Amat melengkapi ketegangan laga final yang berlangsung hingga titik penalti.

Bagi para pemain, staf pelatih, dan pendukung, kemenangan atas Thailand bukan hanya tentang hasil pertandingan. Keberhasilan tersebut menjadi bukti perjuangan selama 120 menit, ketenangan saat adu penalti, serta kebersamaan tim ketika akhirnya mengangkat trofi.

Malam final FIFA ASEAN Cup 2026 akan dikenang lewat dua suasana berbeda: pertarungan sengit di lapangan dan kegembiraan spontan di ruang konferensi pers. Keduanya menjadi bagian dari perjalanan Indonesia meraih gelar juara.

FAQ Euforia Juara Timnas Indonesia

Siapa yang menyiram John Herdman dan Elkan Baggott?

Emil Audero, Rizky Ridho, dan Jordi Amat memberi kejutan dengan membawa tembakan air saat John Herdman dan Elkan Baggott menjalani konferensi pers.

Bagaimana Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026?

Indonesia bermain imbang 2-2 melawan Thailand selama 120 menit, lalu menang 4-2 melalui adu penalti.

Di mana final FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung?

Final berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Mengapa ruang konferensi pers ikut menjadi tempat selebrasi?

Para pemain dan staf melanjutkan kegembiraan setelah kemenangan dramatis atas Thailand. Euforia Juara Berlanjut di Ruang pers sebagai bentuk selebrasi spontan atas gelar yang diraih Timnas Indonesia.

Related Reading