FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pengamat Kritik Racikan John Herdman: Ivar Jenner, Klok dan Haye Tipenya Sama, Serangan Timnas Indonesia Jadi Monoton

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Lisa Moore - faktanaya.com

Foto : Lisa Moore - faktanaya.com

Pengamat Kritik Racikan John Herdman: Serangan Timnas Monoton

Faktanaya.com – Pengamat Kritik Racikan John Herdman - Timnas Indonesia harus rela tersingkir dari putaran semifinal Piala AFF 2026 setelah berakhir imbang 1-1 melawan Singapura. Pertandingan penutup Grup A tersebut berlangsung di Stadion Jalan Besar, Singapura, pada hari Jumat, 7 Agustus 2026. Dengan perolehan tujuh poin, Garuda menempati posisi ketiga klasemen akhir, di bawah Singapura dan Vietnam yang berhasil melaju ke babak selanjutnya. Kegagalan ini memicu berbagai analisis mendalam dari para pengamat sepak bola nasional.

Analisis Mendalam Terhadap Strategi John Herdman

Pengamat sepak bola Hadi Gunawan, yang akrab disapa Bung Ahay, menyoroti salah satu kelemahan utama dalam strategi pelatih John Herdman. Menurut beliau, kombinasi Marc Klok, Ivar Jenner, dan Thom Haye di lini tengah menjadi masalah karena ketiga pemain tersebut memiliki karakter permainan yang sangat mirip. Hal ini menyebabkan Timnas Indonesia kesulitan membangun variasi serangan yang efektif.

Bung Ahay menegaskan bahwa kegagalan ini bukan berasal dari kurangnya chemistry antar pemain. Justru sebaliknya, sebagian besar anggota skuad sudah lama bermain bersama sehingga kekompakan sudah terbentuk dengan baik. Namun, masalah terletak pada pemilihan tipe pemain yang kurang beragam dalam satu posisi.

"Kalau menurut gua, chemistry sih udah enggak ya. Pokoknya mereka udah dapet lah, karena mereka tim lama. Pemain-pemain lama yang dibentuk oleh pelatih sebelumnya," ujar Bung Ahay dalam podcast YouTube Bangku Cadangan yang dikutip pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Masalah sebenarnya terletak pada keputusan Herdman yang menempatkan tiga gelandang dengan tipe serupa secara bersamaan. Kondisi ini membuat variasi permainan Timnas Indonesia menjadi terbatas saat membangun serangan. Ketiga pemain tersebut cenderung bermain lebih ke belakang dan lebih bertahan, kecuali Thom Haye yang memiliki kemampuan menyerang lebih baik.

"Contoh ya, tiga gelandang kita Marc Klok, Ivar Jenner, Thom Haye, ini kan gelandang tipe yang sama. Semuanya lebih ke belakang, lebih bertahan. Kecuali Thom Haye yang lebih bisa menyerang, tapi bukan gelandang yang bisa melakukan penetrasi sampai ke belakang striker," jelasnya.

Dampak Terhadap Performa Mitchell Baker

Ketiadaan gelandang yang mampu menusuk ke dalam kotak penalti menjadi kendala tersendiri bagi penyerang Mitchell Baker. Tanpa adanya variasi passing dari tengah, Baker kesulitan menerima bola dengan pola yang berbeda-beda. Hal ini secara langsung mempengaruhi efektivitas serangan Timnas Indonesia dalam pertandingan.

Bung Ahay menambahkan bahwa hampir seluruh aliran bola diarahkan kepada Baker, baik melalui umpan silang dari sisi kiri maupun kanan lapangan, maupun bola langsung dari tengah. Hal ini membuat serangan Timnas Indonesia menjadi sangat mudah ditebak lawan. Pola serangan yang monoton ini memungkinkan pertahanan Singapura untuk lebih mudah membaca pergerakan pemain Indonesia.

"Keberadaan Mitchell Baker di posisi depan itu seakan-akan terkunci karena tidak mendapatkan pasokan bola yang lebih variatif. Dari kanan umpan ke Mitchell Baker, dari kiri crossing ke Mitchell Baker, dari tengah langsung Mitchell Baker. Jadi serangannya monoton," katanya.

Analisis Bung Ahay menunjukkan bahwa Herdman perlu mempertimbangkan kembali komposisi lini tengah agar serangan Timnas Indonesia tidak lagi monoton dan lebih variatif di masa mendatang. Perubahan ini sangat penting untuk meningkatkan performa tim dalam kompetisi internasional berikutnya.

FAQ: Pertanyaan Seputar Kritik John Herdman

Apa solusi yang disarankan Bung Ahay untuk masalah lini tengah Timnas? Bung Ahay menyarankan Herdman untuk menambahkan gelandang dengan tipe berbeda yang mampu melakukan penetrasi ke area striker, sehingga variasi serangan menjadi lebih beragam.

Mengapa chemistry pemain bukan masalah utama menurut pengamat? Karena sebagian besar anggota skuad sudah lama bermain bersama dan merupakan pemain-pemain lama yang dibentuk oleh pelatih sebelumnya, sehingga kekompakan sudah terbentuk dengan baik.

Bagaimana posisi Timnas Indonesia di klasemen Grup A Piala AFF 2026? Timnas Indonesia menempati posisi ketiga klasemen akhir dengan perolehan tujuh poin, di bawah Singapura dan Vietnam yang berhasil melaju ke babak selanjutnya.

Kapan pertandingan Timnas Indonesia melawan Singapura berlangsung? Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Jalan Besar, Singapura, pada hari Jumat, 7 Agustus 2026.

Siapa saja tiga gelandang yang dikritik Bung Ahay? Tiga gelandang tersebut adalah Marc Klok, Ivar Jenner, dan Thom Haye yang memiliki karakter permainan sangat mirip.

Related Reading