FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

iPhone Ultra Diklaim Jadi iPhone Tertipis, Seberapa Tipis Dibanding Ponsel Lipat Lain?

Published September 7, 2026 · Updated September 7, 2026 · By Richard Garcia - faktanaya.com

Foto : Richard Garcia - faktanaya.com

iPhone Ultra Diklaim Jadi iPhone Tertipis

Faktanaya.com – Apple dilaporkan tengah merancang ponsel lipat pertamanya, dan nama yang beredar di kalangan analis industri adalah iPhone Ultra. Klaim yang menyertainya cukup mencolok: bodi setipis 4,5 hingga 4,8 milimeter ketika layar terbuka. Jika angka tersebut terkonfirmasi, iPhone Ultra diklaim jadi iPhone tertipis dalam sejarah perusahaan, melampaui iPhone Air yang sudah tergolong ramping dengan ketebalan sekitar 5,64 mm. Bagi industri smartphone, langkah ini menandai pergeseran fundamental dari pendekatan unibodi yang selama lebih dari satu dekade mendefinisikan identitas desain Apple.

Dimensi, Bobot, dan Konsekuensi Struktural

Ketipisan ekstrem pada format lipat membawa konsekuensi fisik yang tidak bisa diabaikan. Dalam kondisi terlipat, perangkat ini diperkirakan mencapai ketebalan 9 hingga 9,5 mm—angka yang pada pandangan pertama tampak jauh dari kesan ramping, namun dalam konteks ponsel lipat masih sejajar dengan iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max yang sudah beredar.

Aspek yang kerap luput dari perhatian konsumen adalah massa. Estimasi bobot berada di kisaran 230 hingga 241 gram, menjadikannya lebih berat daripada iPhone Air maupun iPhone 17 standar, meskipun masih berada dalam rentang iPhone 17 Pro Max. Penjelasan teknisnya sederhana: dua panel layar lengkap, mekanisme engsel, lapisan pelindung, dan komponen elektronik penopang semuanya harus muat dalam satu sasis. Dalam industri ponsel lipat, penambahan layar kedua hampir selalu berarti penambahan massa yang signifikan, dan Apple tampaknya tidak akan menjadi pengecualian dari hukum fisika tersebut.

Layar 7,8 Inci dan Posisi Kompetitif

Daya tarik utama yang diisukan untuk perangkat ini adalah layar utama berukuran sekitar 7,8 inci. Dimensi tersebut menempatkan pengalaman penggunaan lebih dekat ke tablet daripada ke ponsel konvensional. Bagi pengguna yang membutuhkan ruang kerja lebih luas untuk produktivitas, konsumsi media, atau multitasking, layar seluas itu dalam format yang bisa dilipat dan masuk saku merupakan nilai jual yang sulit ditandingi oleh ponsel slab tradisional.

Di sisi lain, narasi "paling tipis" perlu diletakkan dalam perspektif yang lebih luas. Pasar ponsel lipat Android telah beberapa tahun lebih dulu mengeksplorasi batas ketipisan bodi. Galaxy Z Fold 8 Ultra dikabarkan beroperasi pada ketebalan sekitar 4,1 mm saat dibuka, sementara Honor Magic V6 disebut mencapai angka yang lebih ekstrem, yakni 4 mm. Motorola Razr Fold dan Google Pixel 11 Pro Fold berada di rentang 4,7 hingga 4,8 mm. Dengan posisi 4,5 hingga 4,8 mm, iPhone Ultra jelas masuk ke jajaran perangkat lipat paling ramping yang pernah diproduksi, namun predikat "paling tipis di dunia" tampaknya belum akan jatuh ke tangan Apple.

Harga, Chip, dan Ambisi Desain

Ketipisan ekstrem, layar ganda, dan mekanisme lipat presisi tinggi hampir selalu berbanding lurus dengan harga jual. Estimasi banderol berada di kisaran 2.000 hingga 2.500 dolar AS, menempatkannya di puncak segmen premium sejajar dengan perangkat lipat flagship Android yang sudah lebih dulu hadir. Bagi konsumen yang mempertimbangkan peralihan dari ponsel slab ke format lipat, selisih harga akan menjadi faktor pertimbangan utama di samping ekosistem perangkat lunak dan layanan yang menyertainya.

Di balik angka-angka dimensi, terdapat satu klaim desain yang berpotensi mengubah persepsi konsumen terhadap ponsel lipat secara fundamental: upaya menghadirkan lipatan layar atau crease yang nyaris tidak terlihat. Selama bertahun-tahun, garis lipat mencolok menjadi keluhan utama pengguna perangkat lipat. Apabila ambisi ini digabungkan dengan dukungan MagSafe untuk pengisian nirkabel dan aksesori magnetik, serta tenaga komputasi dari chip A20 Pro, perangkat ini berpotensi menjadi pesaing yang sangat serius di pasar ponsel lipat premium.

Apple tidak sekadar mengejar angka ketebalan terkecil; yang dikejar adalah pengalaman visual dan taktil layar lipat yang mendekati panel datar konvensional—sebuah standar yang belum pernah dicapai oleh kompetitor manapun hingga saat ini.

FAQ: Pertanyaan Praktis tentang iPhone Ultra

Apakah iPhone Ultra sudah dirilis atau hanya rumor?

Sampai saat ini, seluruh informasi yang beredar masih berupa laporan dan estimasi dari pengamat industri. Apple belum mengumumkan tanggal rilis, spesifikasi final, atau harga resmi. Angka-angka ketebalan, bobot, dan harga yang disebutkan di atas merupakan proyeksi berdasarkan rantai pasok dan bocoran desain.

Apakah iPhone Ultra benar-benar paling tipis di antara semua ponsel lipat?

Berdasarkan estimasi yang tersedia, Honor Magic V6 (±4 mm) dan Galaxy Z Fold 8 Ultra (±4,1 mm) masih berada di bawah rentang 4,5–4,8 mm yang diklaim untuk iPhone Ultra. Dengan demikian, klaim ketipisan ekstrem ini menempatkan perangkat di jajaran atas, tetapi belum di posisi puncak.

Bagaimana perbandingan bobotnya dengan ponsel lipat Android?

Estimasi 230–241 gram berada dalam rentang yang umum untuk ponsel lipat flagship Android saat ini. Beberapa model Android dengan layar lebih besar dapat melampaui angka tersebut, sementara perangkat lipat dengan layar lebih kecil cenderung berada di bawahnya. Posisi bobot iPhone Ultra, jika terkonfirmasi, akan berada di tengah rentang kompetitif.

Apakah MagSafe dan chip A20 Pro sudah dikonfirmasi?

Kedua fitur tersebut masih berada pada tahap laporan dan spekulasi. Apple belum memberikan konfirmasi resmi mengenai dukungan MagSafe pada format lipat maupun penggunaan chip A20 Pro secara spesifik untuk perangkat ini. Konsumen disarankan menunggu pengumuman resmi sebelum menjadikan informasi tersebut sebagai dasar keputusan pembelian.

Related Reading