Saling Salip di Bisnis Chip, Huawei Klaim Lampui Nvidia
Huawei Mengklaim Ascend Ungguli Nvidia di Pasar Chip AI China
Faktanaya.com – Persaingan untuk menguasai pasar chip kecerdasan buatan di China memasuki babak yang semakin ketat. Huawei menyatakan akselerator AI Ascend buatannya kini telah melampaui Nvidia dari sisi pangsa pasar di negara tersebut, di tengah dorongan kuat untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.
Klaim itu disampaikan Chairman Huawei Eric Xu dalam sesi tanya jawab. Ia mengakui pengukuran posisi Nvidia di China bukan pekerjaan sederhana karena data pangsa pasar perusahaan asal Amerika Serikat itu sulit dihimpun secara menyeluruh. Meski demikian, Huawei menilai data yang berhasil dikumpulkannya menunjukkan Ascend sudah berada di depan.
“Cukup sulit untuk mengumpulkan data pangsa pasar Nvidia di China, tetapi berdasarkan data yang kami himpun, Ascend sudah melampaui Nvidia,” kata Chairman Huawei, Eric Xu.
Xu tidak memaparkan angka rinci yang menjelaskan selisih pangsa pasar tersebut. Karena itu, pernyataan Huawei memberi gambaran arah persaingan, tetapi belum menjawab seberapa besar keunggulan Ascend atas produk Nvidia di China.
Tekanan Pasokan Asing Mengubah Arah Pasar
Pasar akselerator AI di China berubah cepat setelah pembatasan ekspor chip dari Amerika Serikat menimbulkan kekhawatiran mengenai kesinambungan pasokan produk luar negeri. Akselerator AI merupakan komponen penting untuk menjalankan pelatihan dan pengoperasian sistem kecerdasan buatan, terutama pada skala data center yang membutuhkan kemampuan komputasi sangat besar.
Dalam situasi ini, produk lokal memperoleh perhatian lebih besar. Pemerintah China mulai mendorong operator pusat data untuk mengganti akselerator asing dengan chip buatan dalam negeri. Kebijakan tersebut menciptakan kebutuhan baru bagi perusahaan teknologi lokal, termasuk Huawei, untuk menyediakan pilihan komputasi AI yang dapat digunakan oleh pelanggan domestik.
Keinginan untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk asing juga disebut Xu sebagai faktor penting. Bagi pasar China, isu chip bukan semata persaingan merek atau performa produk, melainkan juga menyangkut kepastian akses terhadap teknologi yang dibutuhkan untuk pengembangan layanan digital dan infrastruktur komputasi.
Ascend menjadi salah satu produk yang berada di pusat perubahan tersebut. Chip ini dirancang Huawei untuk kebutuhan pemrosesan AI, sebuah kategori yang semakin strategis seiring meningkatnya penggunaan model kecerdasan buatan di berbagai layanan komputasi. Ketika pasokan akselerator impor menghadapi ketidakpastian, perangkat domestik berpotensi mendapat ruang lebih besar untuk diadopsi.
Pembatasan AS dan Pelonggaran Aturan pada 2025
Konteks persaingan ini tidak terlepas dari kebijakan Amerika Serikat terhadap penjualan chip AI ke China. Pada April 2025, pemerintahan Donald Trump sempat memperketat ketentuan lisensi bagi penjualan akselerator AI Nvidia dan AMD ke pasar China. Aturan itu kemudian dilonggarkan pada musim panas di tahun yang sama.
Pelonggaran tersebut membuka kembali sebagian jalur penjualan chip AI berperforma tinggi kepada pelanggan China yang mendapatkan persetujuan. Pemerintah AS bahkan memberikan izin bagi Nvidia untuk menjual akselerator H200 yang lebih bertenaga kepada pelanggan China tertentu.
H200 merupakan salah satu produk Nvidia yang ditujukan untuk beban kerja AI intensif. Namun, akses yang kembali dibuka itu belum serta-merta mengembalikan kontribusi China ke tingkat besar dalam bisnis data center Nvidia. Pengiriman H200 ke China memang telah dimulai dalam jumlah terbatas, tetapi kontribusinya masih kurang dari 1 persen terhadap pendapatan pusat data Nvidia.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa tersedianya izin ekspor tidak otomatis berarti permintaan dapat dipenuhi secara luas. Ada proses persetujuan pelanggan, ketersediaan produk, dan kebutuhan penyesuaian infrastruktur yang dapat memengaruhi seberapa cepat chip asing kembali digunakan di pusat data China.
Huawei Masih Menghadapi Batas Produksi
Di balik klaim keunggulan pasar Ascend, Huawei juga menghadapi tantangan besar: kapasitas pasokan. Xu menyampaikan bahwa perusahaan belum sanggup memenuhi seluruh kebutuhan chip AI di China. Artinya, peningkatan minat terhadap produk lokal belum sepenuhnya dapat diimbangi dengan ketersediaan perangkat dalam volume yang diperlukan pasar.
“Kami tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi permintaan di China,” ujar Xu.
Keterbatasan ini membuat Huawei harus menentukan prioritas bagi pelanggan dalam negeri yang paling membutuhkan daya komputasi. Langkah tersebut mencerminkan tingginya permintaan terhadap infrastruktur AI serta pentingnya alokasi chip bagi pihak yang menjalankan kebutuhan komputasi berskala besar.
Bagi pengguna layanan digital, persaingan chip AI mungkin tidak selalu terlihat secara langsung. Dampaknya dapat muncul dalam bentuk kemampuan data center untuk menyediakan kapasitas pemrosesan, menjalankan layanan berbasis AI, dan menambah infrastruktur komputasi. Ketika pilihan chip berubah, operator perlu mempertimbangkan ketersediaan produk, kesiapan sistem, serta kebutuhan komputasi mereka.
Huawei dan Nvidia kini berada dalam persaingan yang tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan akselerator. Akses pasar, aturan ekspor, pasokan perangkat, serta kebutuhan China untuk memperluas penggunaan teknologi domestik menjadi unsur yang sama pentingnya. Klaim Huawei mengenai Ascend menunjukkan posisi perusahaan China itu menguat, tetapi keterbatasan kapasitas juga menegaskan bahwa perebutan pasar chip AI masih jauh dari selesai.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Saling Salip di Bisnis Chip Huawei?Saling Salip di Bisnis Chip Huawei is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Saling Salip di Bisnis Chip Huawei matter?Saling Salip di Bisnis Chip Huawei matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.