Drama Politik Bangladesh Berakhir, Mirza Fakhrul Islam Alamgir Resmi jadi Presiden Baru
Alamgir Resmi Menakhodai Bangladesh: Pilpres Pertama dalam 35 Tahun Tuntas
Faktanaya.com – Untuk pertama kalinya dalam tiga dekade lima tahun, Bangladesh menggelar pemilihan presiden dengan calon tandingan dari kubu oposisi. Hasilnya, pada 20 Agustus 2026, Mirza Fakhrul Islam Alamgir — ketua Partai Nasional Bangladesh (BNP) — terpilih sebagai Presiden ke-23 negara itu dengan mandat lima tahun.
Dalam pemungutan suara tidak langsung oleh anggota parlemen, Alamgir meraup 255 suara. Lawannya, Kolonel (Purn) Oli Ahmed yang dicalonkan oleh koalisi oposisi di bawah Partai Jamaat-e-Islami, hanya mengumpulkan 88 dukungan. Enam legislator memilih abstain, sementara satu kursi dewan masih kosong. Total kursi parlemen Bangladesh berjumlah 300 ditambah 50 kursi khusus legislator perempuan.
Upacara Pelantikan di Banghabhaban
Prosesi pengambilan sumpah jabatan berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026, di Banghabhaban, kediaman resmi presiden di Dhaka. Penjabat Ketua Parlemen, Kaiser Kamal, memimpin pembacaan sumpah di hadapan tamu negara yang mencakup perdana menteri, jajaran kabinet, serta wakil legislator dari kubu oposisi.
Segera setelah sumpah presiden dibacakan, Alamgir memimpin pengambilan sumpah enam anggota kabinet baru di bawah kepemimpinan PM Tarique Rahman. Keenam orang tersebut terdiri atas empat menteri dan dua menteri negara. Berdasarkan lembaran negara yang terbit pada Sabtu, 22 Agustus 2026, susunan kabinet Rahman kini berkekuatan 51 menteri.
Latar Belakang Politik
Alamgir, yang kini berusia 78 tahun, naik ke posisi pemimpin de facto BNP ketika pendiri sekaligus pemimpin partainya, mendiang Khaleda Zia, mendekam di penjara, sementara penjabat ketua kala itu, Tarique Rahman, mengasingkan diri di Inggris selama 17 tahun — mayoritas di antaranya bertepatan dengan 15 tahun pemerintahan PM Sheikh Hasina.
Kekosongan kursi kepresidenan yang memicu pilpres ini berawal dari pengunduran diri Mohammed Shahabuddin pada 24 Juli lalu, yang ia lakukan dengan alasan kesehatan. Shahabuddin mundur dua tahun sebelum masa jabatannya lima tahun genap berakhir. Setelah ia melepas jabatan, Ketua Parlemen Hafiz Uddin Ahmed otomatis naik sebagai presiden sementara hingga pemilihan baru dilaksanakan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Drama Politik Bangladesh Berakhir Mirza Fakhrul?Drama Politik Bangladesh Berakhir Mirza Fakhrul is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Drama Politik Bangladesh Berakhir Mirza Fakhrul matter?Drama Politik Bangladesh Berakhir Mirza Fakhrul matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.