FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Heboh Rumor Xi Jinping Disebut Alami Stroke hingga Tinggalkan BRICS Lebih Dulu

Published September 18, 2026 · Updated September 18, 2026 · By Betty Smith - faktanaya.com

Foto : Betty Smith - faktanaya.com

Spekulasi Kesehatan Xi Jinping Mencuat Seusai KTT BRICS di New Delhi

Faktanaya.com – Perhatian terhadap kondisi Presiden China Xi Jinping meningkat setelah kehadirannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi BRICS di New Delhi, India, berakhir lebih cepat dari para pemimpin negara lain. Xi meninggalkan India pada 13 September, sementara sejumlah agenda pertemuan masih menjadi sorotan publik internasional.

Isu tersebut semakin ramai karena Xi tidak terlihat menghadiri jamuan makan malam BRICS pada Minggu. Setelah pulang ke China, pemimpin berusia 73 tahun itu juga belum muncul dalam kegiatan terbuka yang dapat disaksikan publik. Rangkaian keadaan itu memunculkan berbagai dugaan mengenai kesehatannya.

Video di KTT Memicu Beragam Tafsir

Sebuah rekaman yang beredar dari kantor penyiaran berita nasional India turut menjadi bahan perbincangan. Dalam video itu, Perdana Menteri India Narendra Modi terlihat menghentikan sejenak pidato pembukaan KTT untuk memperhatikan Xi, yang duduk di sisi kirinya.

"Kamu baik-baik saja?"

Pertanyaan Modi kepada Xi itu dikutip dari laman The Independent pada Jumat, 18 September 2026. Sejumlah ajudan kemudian tampak mendekati Xi. Modi kembali menyampaikan pertanyaan serupa, sementara Xi terlihat memberikan anggukan. Setelah itu, Modi meneruskan sambutannya di forum tersebut.

Potongan video singkat kerap memunculkan penafsiran berbeda, terutama ketika tidak disertai konteks penuh dari situasi di lokasi. Dalam kasus ini, rekaman yang lebih panjang kemudian dibagikan oleh sejumlah jurnalis China melalui platform X pada Rabu. Mereka menyatakan momen tersebut berkaitan dengan gangguan pada perangkat bantu dengar Xi yang dipakai untuk menerjemahkan percakapan secara langsung.

Penjelasan itu menjadi penting karena perangkat penerjemahan simultan merupakan bagian lazim dalam pertemuan multilateral. Para kepala negara dan delegasi dari banyak negara menggunakan sistem tersebut agar dapat mengikuti pidato atau pembicaraan yang disampaikan dalam bahasa berbeda. Gangguan teknis pada alat semacam itu dapat membuat peserta terlihat tidak merespons percakapan untuk sementara waktu.

Kunjungan Singkat dan Kepulangan Xi

Kementerian Luar Negeri China menyampaikan bahwa Xi meninggalkan New Delhi pada Minggu sore setelah menyelesaikan agenda yang berkaitan dengan kehadirannya di KTT BRICS. Jadwal kunjungan itu mencakup partisipasi dalam pertemuan pada 12 hingga 13 September.

Dengan jadwal tersebut, waktu Xi berada di India berlangsung sekitar 24 jam. Meski pihak China menyatakan agenda telah dijalankan sesuai rencana, kepulangan cepat itu tetap menarik perhatian karena muncul bersamaan dengan absennya Xi dari jamuan makan malam dan video interaksi singkat bersama Modi.

KTT BRICS sendiri merupakan forum yang mempertemukan negara-negara anggota untuk membahas kerja sama ekonomi, politik, serta isu internasional. Kehadiran pemimpin negara dalam acara semacam ini biasanya diperhatikan secara ketat, termasuk susunan agenda, pertemuan bilateral, dan aktivitas seremonial. Karena itu, perubahan atau ketidakhadiran pada salah satu kegiatan mudah memicu pertanyaan publik.

Klaim Stroke Beredar di Media Sosial

Rumor mengenai kesehatan Xi mulai beredar pada Senin. Ketua Partai Demokrasi China, organisasi politik yang tidak terdaftar, Xie Wanjun, menyampaikan klaim melalui unggahan di X bahwa Xi sempat pingsan saat KTT BRICS berlangsung.

Xie, yang tinggal di Amerika Serikat, juga mengeklaim Xi mengalami stroke iskemik berat dan kemudian diterbangkan pulang untuk memperoleh penanganan medis darurat. Ia menyebut Xi tidak ingin menjalani perawatan di New Delhi dan dibawa ke Rumah Sakit Beijing 301 setelah kembali ke China.

"Ketika naik pesawat, Xi Jinping berjalan dengan susah payah, langkahnya tidak stabil dan tubuhnya beberapa kali condong ke kiri,"

Klaim tersebut disampaikan Xie dalam unggahannya. Namun, informasi yang beredar di media sosial perlu dipisahkan dari pernyataan resmi maupun bukti medis yang dapat diverifikasi. Hingga isu ini mencuat, penjelasan resmi dari Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa kepulangan Xi dilakukan setelah agenda KTT selesai.

Spekulasi mengenai kesehatan pemimpin negara sering berkembang cepat, terutama ketika aktivitas publik mereka berkurang atau terdapat cuplikan video yang dapat ditafsirkan secara beragam. Dalam situasi seperti ini, video lengkap, kronologi kegiatan, serta pernyataan dari pihak berwenang menjadi elemen penting untuk memahami peristiwa secara utuh.

Publik Menanti Kejelasan

Belum tampilnya Xi di hadapan publik setelah kembali dari India membuat perhatian terhadap isu ini belum mereda. Meski demikian, absennya seorang pejabat dari kegiatan terbuka dalam waktu tertentu tidak dengan sendirinya membuktikan adanya kondisi kesehatan khusus.

Perbedaan antara video singkat dan rekaman yang lebih panjang juga memperlihatkan pentingnya melihat konteks sebelum menarik kesimpulan. Penjelasan mengenai gangguan perangkat penerjemahan memberikan gambaran lain atas momen ketika Modi menghentikan pidatonya, sementara klaim stroke yang beredar di X belum disertai konfirmasi resmi.

Perkembangan berikutnya akan menjadi perhatian, terutama jika Xi kembali menjalankan agenda publik atau pemerintah China memberikan keterangan tambahan. Untuk saat ini, fakta yang telah disampaikan secara resmi adalah bahwa Xi berada di New Delhi untuk menghadiri KTT BRICS pada 12-13 September dan meninggalkan India pada Minggu sore setelah menyelesaikan agenda kunjungannya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Heboh Rumor Xi Jinping Disebut Alami?

Heboh Rumor Xi Jinping Disebut Alami is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Heboh Rumor Xi Jinping Disebut Alami matter?

Heboh Rumor Xi Jinping Disebut Alami matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.