FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Israel Gempur Lebanon Lewat Serangan Udara, Permukiman Mansouri jadi Sasaran Rudal

Published Agustus 10, 2026 · Updated Agustus 10, 2026 · By Nancy Jones - faktanaya.com

Foto : Nancy Jones - faktanaya.com

Israel Gempur Lebanon Lewat Serangan Udara: Mansouri Jadi Sasaran Rudal

Konflik Berkepanjangan di Perbatasan Selatan Lebanon

Faktanaya.com – Pertahanan udara Israel pada hari Minggu, 9 Agustus 2026, kembali melancarkan serangan intensif ke wilayah selatan Lebanon. Operasi militer ini melibatkan kombinasi serangan udara dan tembakan artileri yang menargetkan berbagai permukiman penduduk. Menurut laporan yang disampaikan sumber militer Lebanon kepada RIA Novosti, drone Israel juga melepaskan munisi pembakar yang menyebabkan kebakaran meluas di kawasan pegunungan dan kebun-kebun pertanian.

Sebuah drone Israel menjatuhkan bahan peledak di punggung bukit Ali al-Taher, sementara drone lain menargetkan kawasan dari Desa Niha hingga Kfar Houneh di Distrik Beqaa Barat. Api yang muncul akibat serangan tersebut melalap lahan pertanian dan kawasan pegunungan secara signifikan, menambah daftar kerusakan akibat konflik yang terus berkecamuk.

Detail Serangan dan Korban Kerusakan

Pesawat Israel menyerang permukiman Mansouri, sementara artileri menembaki kawasan perbukitan Ali al-Taher, wilayah antara Zawtar dan Maifadoun, serta lahan Mansouri di Lebanon selatan dengan peluru artileri berat.

Petugas pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan api di medan yang cukup sulit diakses. Serangan ini terjadi meskipun kedua negara telah mencapai kesepakatan kerangka kerja di Washington pada 26 Juni lalu. Kesepakatan tersebut mencakup gencatan senjata penuh serta pemulihan kendali tentara Lebanon atas wilayah selatan, dengan syarat pelucutan senjata Hizbullah.

Pembicaraan mengenai mekanisme pelaksanaan kesepakatan terus berlanjut di Roma pada tanggal 6 hingga 7 Agustus. Namun, serangan Israel terhadap Lebanon masih berlangsung hampir setiap hari. Kehadiran militer Israel di wilayah selatan Lebanon menyebabkan sebagian besar penduduk setempat terpaksa mengungsi dari rumah mereka, mencari tempat berlindung yang lebih aman.

Dampak Humaniter dan Prospek Perdamaian

Krisis kemanusiaan di Lebanon selatan semakin memburuk seiring dengan meningkatnya intensitas serangan. Ribuan keluarga telah kehilangan tempat tinggal mereka, sementara infrastruktur dasar seperti jalan, sekolah, dan fasilitas kesehatan juga mengalami kerusakan parah. Masyarakat internasional terus mendesak kedua belah pihak untuk segera mengimplementasikan kesepakatan yang telah dicapai.

Para diplomat berharap bahwa negosiasi di Roma dapat menghasilkan mekanisme konkret untuk menghentikan kekerasan dan memastikan keamanan bagi penduduk sipil. Namun, hingga saat ini, situasi di lapangan masih sangat fluktuatif dengan serangan yang terjadi tanpa pola yang jelas.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Konflik Israel-Lebanon

Apa penyebab utama konflik Israel-Lebanon saat ini? Konflik ini berakar pada ketidaksepakatan mengenai gencatan senjata dan status wilayah selatan Lebanon yang diduduki Israel sejak lama.

Kapan kesepakatan kerangka kerja ditandatangani? Kesepakatan kerangka kerja antara Israel dan Lebanon ditandatangani di Washington pada 26 Juni 2026.

Di mana negosiasi lanjutan berlangsung? Pembicaraan mengenai mekanisme pelaksanaan kesepakatan berlangsung di Roma pada tanggal 6 hingga 7 Agustus 2026.

Berapa banyak penduduk yang mengungsi? Sebagian besar penduduk wilayah selatan Lebanon terpaksa mengungsi dari rumah mereka akibat serangan yang berlangsung hampir setiap hari.

Apa syarat utama gencatan senjata menurut kesepakatan Washington? Syarat utamanya adalah pelucutan senjata Hizbullah dan pemulihan kendali tentara Lebanon atas wilayah selatan.

Related Reading