FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo Minta Negara Anggota BRICS Kenali Kekuatan Masing-masing dan Saling Bantu Satu Sama Lain

Published September 13, 2026 · Updated September 13, 2026 · By Elizabeth Thomas - faktanaya.com

Foto : Elizabeth Thomas - faktanaya.com

Prabowo Dorong BRICS Menggabungkan Kekuatan untuk Hadapi Tantangan Global

Faktanaya.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyerukan agar negara-negara anggota BRICS memperkuat kerja sama dengan terlebih dahulu memahami keunggulan yang dimiliki masing-masing. Pesan itu disampaikan dalam sesi terbuka KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, pada Minggu.

Dalam pandangannya, kemitraan antaranggota tidak cukup hanya dibangun melalui kesamaan kepentingan. Setiap negara perlu melihat sumber daya, kemampuan produksi, teknologi, serta pasar yang tersedia sebagai kekuatan bersama untuk menjawab persoalan lintas negara.

“Langkah pertama adalah mengenali nilai yang kita miliki dan menggunakan kekuatan ini untuk membantu satu sama lain,” kata Presiden Prabowo.

Tantangan Bersama, Potensi yang Saling Melengkapi

Prabowo menempatkan BRICS dan negara-negara Global South dalam posisi yang memiliki banyak tantangan serupa. Kerentanan ekonomi, kebutuhan pembangunan, perubahan iklim, serta tuntutan penciptaan lapangan kerja menjadi isu yang tidak dapat diselesaikan secara efektif oleh satu negara saja.

Namun, berbagai tantangan tersebut juga membuka ruang kolaborasi. Negara-negara BRICS memiliki kapasitas yang berbeda-beda, mulai dari ketersediaan bahan baku, tenaga kerja, basis industri, kemampuan teknologi, hingga akses terhadap pasar yang luas. Jika dikaitkan dalam kerja sama yang lebih terarah, potensi itu dapat memberi nilai tambah bagi seluruh anggota.

Presiden menekankan bahwa penguatan kapasitas kolektif dapat mengubah tekanan global menjadi peluang ekonomi. Investasi dapat tumbuh lebih besar, sektor industri memperoleh dorongan baru, dan kesempatan kerja dapat diperluas bagi masyarakat di negara-negara anggota.

“Bersama-sama, kita bisa mengubah tantangan yang terhubung menjadi peluang untuk investasi yang lebih besar, industri yang lebih kuat, pekerjaan yang lebih banyak, dan peluang yang lebih baik bagi rakyat kita,” katanya.

Industrialisasi sebagai Langkah Nyata

Dalam pidatonya, Prabowo mengajukan gagasan industrialisasi bersama sebagai bentuk kerja sama yang konkret. Ia melihat jaringan pasokan yang telah dimiliki BRICS dapat dihubungkan lebih erat dan dimanfaatkan secara optimal, sehingga kekuatan anggota tidak berhenti pada penyediaan komoditas atau bahan mentah.

Pendekatan ini relevan bagi negara-negara yang ingin meningkatkan peran dalam rantai nilai global. Pengolahan sumber daya di dalam negeri, pengembangan manufaktur, serta pemanfaatan teknologi berpotensi memperbesar manfaat ekonomi yang diterima masyarakat.

“Biarkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Biarkan kita industrialisasi bersama-sama dan biarkan kita mengoptimalkan sumber dan kapasitas yang kita tanggung bersama-sama,” ujarnya.

Gagasan tersebut juga menyoroti pentingnya hubungan ekonomi yang saling melengkapi. Kerja sama tidak semata berarti pertukaran barang, melainkan dapat mencakup pengembangan kapasitas industri, pemanfaatan jaringan pasokan, penguatan investasi, dan perluasan pasar bagi produk bernilai tambah.

Potensi Indonesia dalam Jaringan Nilai Global

Prabowo menggunakan Indonesia sebagai contoh negara yang memiliki peluang besar melalui sektor pangan dan sumber daya alam. Potensi tersebut dapat dikembangkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan nilai global, terutama apabila didukung pengolahan yang lebih baik, inovasi, serta hubungan industri dengan mitra internasional.

Indonesia juga memiliki pengalaman langsung menghadapi berbagai kerentanan sebagai negara kepulauan yang berada di kawasan Cincin Api. Kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrem, dan aktivitas gunung berapi merupakan tantangan nyata yang memengaruhi kehidupan masyarakat serta arah pembangunan jangka panjang.

Di sisi lain, Indonesia mempunyai modal penting untuk masa depan. Presiden menyebut mineral kritis, tanah jarang, sumber daya bagi teknologi bersih dan teknologi tinggi, serta hutan sebagai aset pembangunan. Kekayaan tersebut menempatkan Indonesia pada posisi yang strategis dalam pembahasan transisi energi, pengembangan industri hijau, dan kebutuhan teknologi modern.

Pembangunan Inklusif dan Ketahanan Negara

Bagi Prabowo, keberhasilan kerja sama BRICS perlu dirasakan secara luas, bukan hanya tercermin pada angka perdagangan atau investasi. Pembangunan yang menjangkau jutaan warga dipandang akan memperkuat ketahanan negara-negara anggota dalam menghadapi gejolak ekonomi maupun perubahan lingkungan.

Karena itu, pembangunan inklusif dan inovasi menjadi dua unsur yang tidak dapat dipisahkan. Inovasi diperlukan agar negara berkembang mampu meningkatkan produktivitas serta daya saing, sementara prinsip inklusif memastikan hasil pertumbuhan membuka kesempatan yang lebih besar bagi rakyat.

BRICS secara bersama-sama juga memiliki porsi besar atas mineral kritis dan sumber energi dunia. Kondisi ini dapat menjadi fondasi penting bagi pembangunan pada abad hijau, ketika kebutuhan terhadap energi yang lebih bersih, bahan baku teknologi, dan industri rendah emisi semakin meningkat.

Seruan Presiden Prabowo di New Delhi menegaskan arah kerja sama yang berorientasi pada tindakan bersama. Dengan mengenali kekuatan masing-masing, menghubungkan kapasitas ekonomi, serta membangun industri yang saling mendukung, negara-negara BRICS memiliki ruang lebih besar untuk menciptakan pertumbuhan yang kuat dan peluang yang lebih luas bagi masyarakatnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Prabowo Minta Negara Anggota BRICS Kenali?

Prabowo Minta Negara Anggota BRICS Kenali is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo Minta Negara Anggota BRICS Kenali matter?

Prabowo Minta Negara Anggota BRICS Kenali matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.