FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ratusan Orang Tewas dan Ribuan Hilang, Apa Penyebab Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-China?

Published Agustus 27, 2026 · Updated Agustus 27, 2026 · By Robert Jones - faktanaya.com

Foto : Robert Jones - faktanaya.com

Banjir Bandang Mengerikan di Perbatasan Nepal–Tibet: Gletser Runtuh, Ribuan Nyawa Terancam

Mekanisme Bencana: Runtuhnya Gletser di Puncak Himalaya

Faktanaya.com – Pada Rabu pagi, sekitar pukul 08.40 waktu setempat, sebagian gletser di kawasan pegunungan tinggi Himalaya mengalami keruntuhan. Peristiwa itu memicu rangkaian longsoran es dan material batuan dalam skala masif yang kemudian menghantam Sungai Lhende di wilayah Tibet, tepatnya sekitar 20 kilometer di timur laut garis perbatasan Nepal–China.

Material longsoran tersebut sempat membentuk bendungan alami di badan sungai. Ketika struktur alami itu akhirnya jebol, gelombang air bercampur lumpur dan bebatuan dalam volume sangat besar meluncur deras ke arah hilir, menerjang lembah Sungai Lhende Khola.

Kebingungan Seismik: Gempa atau Longsoran?

Laporan awal menyebut bahwa gempa berkekuatan 4,4 magnitudo menjadi pemicu runtuhnya gletser. Namun, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) kemudian merevisi temuannya dan menegaskan bahwa sinyal seismik yang terdeteksi sesungguhnya berasal dari tanah longsor, bukan dari aktivitas tektonik. Peristiwa longsoran itu sendiri tercatat sebagai sinyal seismik berkekuatan 5,2 magnitudo.

Jalur Air dan Kerusakan Infrastruktur

Gelombang banjir pertama masuk ke Sungai Lhende Khola, lalu mengalir ke Sungai Bhote Koshi dan berlanjut ke Sungai Trishuli. Arus air bergerak ke arah selatan menembus wilayah Nepal. Di Sungai Trishuli, ketinggian muka air dilaporkan melonjak hingga 9 meter dalam rentang waktu hanya 30 menit.

Daya rusak banjir ini sangat dahsyat. Desa-desa di sepanjang jalur aliran dilaporkan tenggelam, sementara rumah-rumah dan fasilitas vital porak-poranda. Sekitar 19 jembatan hancur dan kurang lebih 40 kilometer jaringan jalan hanyut terbawa arus.

Korban Jiwa dan Ratusan Orang Hilang

Menurut data yang dikutip dari Al Jazeerah pada Kamis, 27 Agustus 2026, setidaknya 157 orang di Nepal dan tiga orang di Tibet dinyatakan meninggal dunia. Total 1.500 orang lainnya dilaporkan hilang.

Dari jumlah tersebut, 826 orang tercatat hilang di sisi Nepal, dengan 600 di antaranya merupakan wisatawan asing. Di seberang perbatasan, pemerintah China melaporkan 558 orang hilang di Kabupaten Tibet, termasuk 260 wisatawan mancanegara.

Wilayah Paling Terkena Dampak

Distrik Rasuwa di Nepal, yang terletak tepat di sebelah selatan garis perbatasan dengan China, menjadi salah satu kawasan yang menanggung kerusakan paling berat akibat gelombang banjir bandang dan longsoran tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Ratusan Orang Tewas dan Ribuan Hilang?

Ratusan Orang Tewas dan Ribuan Hilang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ratusan Orang Tewas dan Ribuan Hilang matter?

Ratusan Orang Tewas dan Ribuan Hilang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.