Donor Plasma Masih Asing bagi Banyak Orang, Padahal Dibutuhkan untuk Terapi Pasien
Donor Plasma Perlu Dikenal Lebih Luas untuk Mendukung Terapi Pasien
Faktanaya.com – Kesadaran masyarakat terhadap donor darah di Indonesia terus berkembang, tetapi donor plasma masih belum sepopuler donor darah utuh. Padahal, plasma memiliki peran penting dalam penyediaan terapi bagi pasien dengan sejumlah kondisi medis, mulai dari gangguan perdarahan dan imunodefisiensi hingga kadar albumin yang rendah.
Plasma adalah bagian cair dalam darah yang mengandung berbagai unsur penting bagi tubuh. Setelah dikumpulkan dan diproses melalui sistem yang aman, plasma dapat menjadi bahan baku Produk Obat Derivat Plasma atau PODP. Produk terapi ini tidak dibuat secara sintetis, melainkan berasal dari plasma manusia, sehingga keberadaan donor menjadi bagian yang sangat menentukan ketersediaannya.
Kebutuhan tersebut menunjukkan bahwa donor plasma bukan sekadar bentuk donasi kesehatan tambahan. Kontribusi donor dapat menjadi mata rantai penting dalam perjalanan pasien memperoleh terapi yang sesuai dengan kebutuhannya.
Plasma Menempati Porsi Terbesar dalam Darah
Pakar Bank Darah dan Kedokteran Transfusi, Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK., Subsp. B.D.K.T. (K), Subsp. K.V. (K), menjelaskan bahwa plasma merupakan komponen dengan proporsi terbesar dalam darah manusia. Jumlahnya mencapai kurang lebih 55 persen dari keseluruhan volume darah.
“Plasma merupakan komponen terbesar dalam darah, mencakup sekitar 55 persen dari volume darah. Di dalamnya terdapat berbagai protein penting, termasuk albumin, antibodi dan faktor pembekuan, yang dapat diolah menjadi Produk Obat Derivat Plasma (PODP). Berbeda dengan donor darah utuh, dalam pengambilan plasma menggunakan alat apheresis, plasma dipisahkan dari komponen darah lainnya, dan komponen lain tersebut dikembalikan ke tubuh donor plasma," bebernya.
Albumin, antibodi, serta faktor pembekuan yang ada di dalam plasma merupakan protein yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan terapi tertentu. Melalui proses pengolahan, plasma yang terkumpul dapat menghasilkan produk yang membantu penanganan pasien sesuai kondisi medis mereka.
Dalam donor plasma, proses pengambilan dilakukan menggunakan alat apheresis. Alat ini memisahkan plasma dari komponen darah lain. Komponen selain plasma kemudian dikembalikan kepada pendonor selama proses berlangsung. Mekanisme tersebut membedakannya dari donor darah utuh dan menjadi informasi penting yang perlu dipahami masyarakat.
"Plasma yang terkumpul kemudian dapat diolah menjadi berbagai produk terapi untuk membantu pasien dengan kondisi medis tertentu, termasuk hipoalbuminemia, gangguan perdarahan dan imunodefisiensi. Karena itu, pemahaman mengenai plasma dan proses pengambilan plasma penting untuk dipahami, begitu juga dengan kontribusi dari donor plasma sebagai bagian penting dari perjalanan perawatan pasien," lanjutnya.
Ketersediaan Terapi Bergantung pada Ekosistem Plasma
Karena PODP berasal dari plasma manusia, kebutuhan pasien tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan pendonor serta tata kelola pengambilan dan pengolahan plasma. Rantai ini melibatkan lebih dari sekadar kegiatan donor: layanan darah dan plasma, institusi kesehatan, pemerintah, komunitas pasien, hingga industri memiliki peran dalam membangun ekosistem yang dapat berjalan secara aman dan berkelanjutan.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Dra. Lucia Rizka Andalusia, Apt., M.Pharm., MARS, menekankan pentingnya kerja bersama untuk memperkuat ekosistem tersebut. Hal itu disampaikan dalam media gathering di Jakarta pada Rabu, 7 Oktober 2026.
“Penguatan ekosistem plasma Indonesia dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah, institusi kesehatan, layanan darah dan plasma, komunitas pasien, donor, dan industri. International Plasma Awareness Week 2026 menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong upaya bersama tersebut," ujar Dr Lucia saat media gathering di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
International Plasma Awareness Week 2026 menjadi momentum untuk mengenalkan fungsi plasma secara lebih mudah dipahami. Selama ini, banyak orang telah memahami bahwa darah donor dapat membantu pasien. Pemahaman itu dapat diperluas dengan mengenali plasma sebagai salah satu komponen darah yang mempunyai jalur manfaat tersendiri dalam pelayanan kesehatan.
Pemahaman Publik Menjadi Bagian Penting
Informasi yang jelas tentang donor plasma dapat membantu masyarakat memahami alasan terapi berbasis plasma dibutuhkan. Plasma tidak hanya dipandang sebagai bagian dari darah, melainkan juga sebagai sumber protein penting yang dapat diolah untuk mendukung perawatan pasien dengan kebutuhan medis tertentu.
Bagi calon donor, mengenal prosedur apheresis juga dapat mengurangi keraguan terhadap proses pengambilan plasma. Penjelasan mengenai pemisahan plasma dan pengembalian komponen darah lain kepada pendonor menunjukkan karakteristik khusus dari proses ini.
Di sisi lain, peningkatan pemahaman publik perlu berjalan bersama dengan sistem layanan yang aman. Ketersediaan donor, proses pengambilan, pengolahan plasma, serta pemanfaatan produk terapinya merupakan rangkaian yang saling berkaitan. Ketika seluruh pihak bekerja bersama, akses terhadap terapi berbasis plasma dapat didukung dengan lebih baik.
Donor plasma pada akhirnya memiliki arti yang lebih luas daripada kegiatan donor itu sendiri. Setiap plasma yang terkumpul berpotensi menjadi bagian dari dukungan terapi bagi pasien yang menghadapi hipoalbuminemia, gangguan perdarahan, maupun imunodefisiensi. Karena itu, pengenalan donor plasma kepada masyarakat menjadi langkah penting dalam memperkuat kepedulian sekaligus ekosistem kesehatan di Indonesia.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Donor Plasma Masih Asing bagi Banyak?Donor Plasma Masih Asing bagi Banyak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Donor Plasma Masih Asing bagi Banyak matter?Donor Plasma Masih Asing bagi Banyak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.