FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kesehatan Saluran Cerna Jadi Kunci Tumbuh Kembang Optimal Anak

Published Agustus 10, 2026 · Updated Agustus 10, 2026 · By Richard Garcia - faktanaya.com

Foto : Richard Garcia - faktanaya.com

Kesehatan Saluran Cerna Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak yang Optimal

Faktanaya.com – Indonesia dan berbagai negara lain terus memprioritaskan kesehatan anak, terutama pada masa emas atau 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Isu-isu seperti alergi, gangguan pencernaan, serta defisiensi zat besi dan anemia masih menjadi perhatian serius bagi para orang tua dan tenaga kesehatan. Dalam konteks ini, Kesehatan Saluran Cerna Jadi Kunci untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Pendekatan berbasis sains dan praktik klinis mutakhir diperlukan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut secara komprehensif.

Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD, Ph.D., selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), menegaskan bahwa investasi pada kesehatan otak dan perkembangan kognitif sejak 1.000 HPK merupakan langkah strategis untuk masa depan bangsa. Kesehatan saluran cerna yang baik akan mendukung penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan otak anak.

"Periode 1.000 HPK paling menentukan bagi kualitas kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan. Proses perkembangan anak pada periode tersebut sangat dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi serta kemampuan otak untuk terus berkembang melalui mekanisme neuroplastisitas," ujar Taruna Ikrar dalam keterangannya.

Koneksi Saluran Cerna dan Otak

Penemuan ilmiah terkini mengungkap hubungan kuat antara otak dan saluran cerna melalui gut-brain axis. Keseimbangan mikrobiota usus tidak hanya vital bagi sistem imun, tetapi juga mendukung pematangan fungsi otak di awal kehidupan. Sebaliknya, disbiosis atau gangguan keseimbangan mikrobiota dapat memicu peradangan sistemik yang berdampak buruk pada neuroplastisitas dan fungsi neurologis, sebagaimana dibuktikan dalam berbagai penelitian klinis manusia.

Taruna Ikrar menambahkan bahwa precision nutrition yang didukung mikrobiota usus sehat mampu menunjang pembentukan struktur otak, meningkatkan neuroplastisitas fungsional, serta menjaga regulasi sistem imun pada periode emas perkembangan anak. Namun, seluruh inovasi pangan maupun nutrisi harus melalui proses penelitian, pembuktian ilmiah, komunikasi yang bertanggung jawab, serta harmonisasi regulasi sebelum dapat diterjemahkan menjadi produk maupun rekomendasi kesehatan masyarakat.

Mikrobiota Usus dan Perkembangan Anak

Saluran cerna menjadi salah satu fondasi penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak, terutama selama 1.000 HPK. Para ahli kesehatan menegaskan bahwa saluran cerna tidak hanya berperan dalam proses pencernaan dan penyerapan nutrisi, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan perkembangan sistem imun anak. Sebab, di dalam saluran cerna terdapat sekitar 100 triliun mikrobiota yang dapat mempengaruhi fungsi saluran cerna, fungsi daya tahan tubuh dan berbagai fungsi penting tubuh lainnya.

Oleh karena itu, keseimbangan mikrobiota usus menjadi faktor yang perlu diperhatikan sejak dini, agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Salah satu caranya adalah melalui asupan biotik (prebiotik, probiotik atau sinbiotik) yang membantu menjaga keseimbangan bakteri di usus, sehingga mendukung kesehatan pencernaan dan penyerapan nutrisi anak.

Prof. Yvan Vandenplas, MD, Ph.D., pakar Gastroenterologi dan Nutrisi Anak dari University Hospital Brussels (UZ Brussel), Belgia, menjelaskan bahwa peran biotik menjadi semakin penting dalam mendukung kesehatan anak secara menyeluruh.

"Mikrobiota usus memainkan peran sentral dalam penyerapan nutrisi, perkembangan sistem imun, hingga pertumbuhan anak. Asupan biotik seperti prebiotik, probiotik, dan sinbiotik dapat membantu mendukung keseimbangan mikrobiota usus sejak awal kehidupan. Secara khusus, prebiotik berperan sebagai nutrisi bagi bakteri baik yang dapat mendukung kesehatan saluran cerna, kenyamanan pencernaan, serta berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal," jelasnya.

Dalam diskusi ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Yvan Vandenplas, MD, PhD; Assoc. Prof. Marion M. Aw, MBBS, MMed, MRCP, FRCPCH, MD; serta Dr. Yi Jin, MD, para ahli menyoroti semakin banyaknya bukti ilmiah mengenai manfaat biotik bagi kesehatan usus antara lain dengan menjaga keseimbangan bakteri baik dalam saluran cerna. Bakteri baik ini merupakan fondasi penting untuk perkembangan sistem imun pada anak.

Manfaat ini juga menjadi semakin relevan bagi kelompok anak tertentu, termasuk anak yang lahir melalui operasi caesar. Beberapa studi menunjukkan bahwa anak yang lahir secara caesar memiliki komposisi mikrobiota usus yang berbeda dibandingkan anak yang lahir secara normal, dan berisiko lebih tinggi mengalami ketidakseimbangan mikrobiota (disbiosis) yang dapat berpengaruh pada kesehatan pencernaan serta perkembangan sistem imunnya. Sebab, kondisi disbiosis dapat meningkatkan risiko anak mengalami gangguan pencernaan dan masalah kesehatan lainnya.

FAQ: Kesehatan Saluran Cerna dan Tumbuh Kembang Anak

Apa itu 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)?

1.000 HPK adalah periode dari konsepsi hingga anak berusia dua tahun yang dianggap sebagai masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada periode ini, kesehatan saluran cerna menjadi sangat penting untuk mendukung penyerapan nutrisi.

Bagaimana cara menjaga keseimbangan mikrobiota usus anak?

Keseimbangan mikrobiota usus dapat dijaga melalui asupan biotik seperti prebiotik, probiotik, dan sinbiotik. Selain itu, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama juga membantu membentuk mikrobiota usus yang sehat.

Apakah anak yang lahir caesar lebih berisiko mengalami disbiosis?

Ya, beberapa studi menunjukkan bahwa anak yang lahir secara caesar memiliki komposisi mikrobiota usus yang berbeda dan berisiko lebih tinggi mengalami disbiosis dibandingkan anak yang lahir secara normal.

Mengapa kesehatan saluran cerna penting untuk perkembangan otak?

Kesehatan saluran cerna terhubung dengan otak melalui gut-brain axis. Mikrobiota usus yang sehat mendukung neuroplastisitas dan perkembangan fungsi otak di awal kehidupan anak.

Related Reading