Dicecar 40 Pertanyaan, Bigmo Akui Kesalahan Soal Live Vape yang Libatkan Anak
Dicecar 40 Pertanyaan Bigmo Akui Kesalahan Soal Live Vape yang Libatkan Anak
Faktanaya.com – YouTuber Muhammad Jannah atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Bigmo akhirnya menyelesaikan proses pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Dalam kesempatan tersebut, ia menghadapi serangkaian pertanyaan dari para penyidik terkait kontroversi yang melibatkan anak-anak dalam siaran langsung promosi liquid vape. Dicecar 40 Pertanyaan Bigmo Akui bahwa dirinya telah melakukan kesalahan dalam pelaksanaan livestream yang viral tersebut.
Kronologi Pemeriksaan di Polda Metro Jaya
Bigmo tiba di kantor Polda Metro Jaya pada pukul 13.24 WIB untuk menjalani proses interogasi. Kehadirannya di lokasi tersebut disambut oleh tim penyidik yang telah menyiapkan berbagai dokumen dan bukti pendukung. Setelah menjalani pemeriksaan intensif selama lebih dari empat jam, Bigmo akhirnya keluar dari lokasi sekitar pukul 17.31 WIB pada hari yang sama.
Kuasa hukum Bigmo, Sangun Rahgado, memberikan konfirmasi resmi mengenai jumlah pertanyaan yang diajukan. Menurut catatan yang ia pegang, total ada 40 pertanyaan yang dilontarkan oleh para penyidik. Dicecar 40 Pertanyaan Bigmo Akui bahwa setiap pertanyaan telah dijawab secara detail oleh kliennya.
"Kurang lebih 40 pertanyaan ya, dan dalam pemeriksaan tersebut Saudara Mo telah menyampaikan kronologi, kronologi pada saat livestreaming tersebut," ujarnya pada Senin, 10 Agustus 2026.
Pengakuan Terbuka dan Sikap Non-Defensif
Salah satu poin penting yang muncul selama proses pemeriksaan adalah sikap terbuka dari Bigmo. Ia tidak memilih untuk bersikap defensif atau menyalahkan pihak lain atas kejadian yang terjadi. Dicecar 40 Pertanyaan Bigmo Akui bahwa dirinya telah menyadari adanya kesalahan dalam pelaksanaan livestream yang melibatkan anak-anak.
Sangun Rahgado menjelaskan bahwa pengakuan ini dilakukan secara sukarela oleh Bigmo. Ia juga menambahkan bahwa kliennya siap menerima konsekuensi hukum apapun yang akan datang. Sikap ini menunjukkan kematangan dan tanggung jawab dari seorang kreator konten yang sedang menghadapi masalah.
"Mo tidak akan defensif, Mo telah mengakui kesalahannya terkait dengan livestreaming tersebut," ucapnya.
Spontanitas Livestream dan Kehadiran Anak
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kasus ini adalah kehadiran anak-anak dalam livestream. Menurut penjelasan kuasa hukum, hal ini terjadi secara spontan dan bukan merupakan rencana awal. Bigmo hanya datang ke lokasi bersama dua orang temannya tanpa membawa anak-anak sejak awal.
Livestream yang dilakukan Bigmo memang dikenal dengan gaya spontanitasnya. Ia tidak menggunakan naskah atau script dalam setiap siaran langsungnya. Dicecar 40 Pertanyaan Bigmo Akui bahwa kehadiran anak-anak dalam livestream tersebut murni kebetulan dan terjadi saat ia sedang mempromosikan salah satu brand vape di pasar.
"Jadi Mo hanya datang ke situ bersama dua orang temannya, semuanya terjadi secara spontan. Dan ya mungkin pada kejadian yang kemarin sempat ramai itu dengan menyebut salah satu brand itu ya spontan aja, tidak ada niatan Mo sama sekali dari awal untuk dalam tanda kutip mengeksploitasi anak," tuturnya.
FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Kasus Bigmo
Berapa lama Bigmo menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya? Bigmo menjalani pemeriksaan selama lebih dari empat jam, mulai pukul 13.24 WIB hingga pukul 17.31 WIB.
Apa yang dilakukan Bigmo setelah selesai diperiksa? Setelah selesai diperiksa, Bigmo menyerahkan sejumlah bukti kepada penyidik dan langsung meninggalkan lokasi.
Apakah Bigmo berencana mengajukan banding? Hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai rencana banding dari Bigmo. Ia masih menunggu hasil akhir penyelidikan.
Bagaimana reaksi publik terhadap pengakuan Bigmo? Reaksi publik cenderung positif karena Bigmo menunjukkan sikap terbuka dan tidak defensif dalam menghadapi masalah ini.
Dengan sikap terbuka dan pengakuan yang tulus, Dicecar 40 Pertanyaan Bigmo Akui bahwa dirinya siap menghadapi proses hukum selanjutnya. Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi para kreator konten untuk lebih berhati-hati dalam setiap konten yang mereka buat.