FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pria di Jakut Jadi Korban Pembacokan, Polisi Buru Pelaku

Published September 11, 2026 · Updated September 11, 2026 · By Elizabeth Thomas - faktanaya.com

Foto : Elizabeth Thomas - faktanaya.com

Polisi Kejar Empat Terduga Pelaku Pembacokan di Koja

Faktanaya.com – Seorang pria berinisial WFM (27) mengalami luka akibat pembacokan yang terjadi di Jalan Lagoa Sinar, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, pada Kamis, 10 September 2026, dini hari. Korban mengalami luka pada jari kedua tangan serta bagian pinggang belakang dan telah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Koja.

Polsek Koja kini memburu empat orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Penanganan perkara dilakukan bersama Polres Metro Jakarta Utara setelah petugas menerima informasi mengenai adanya warga yang terluka di lokasi kejadian.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan mengejar empat pelaku yang diduga melakukan pembacokan,” kata Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto, Jumat, 11 September 2026.

Andry menyampaikan bahwa identitas atau keberadaan terduga pelaku telah terdeteksi oleh aparat. Meski demikian, keempat orang tersebut masih dalam pencarian petugas untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Pelaku ini sudah terdeteksi dan masih dalam pencarian petugas,” tutur dia.

Kronologi Kejadian Dini Hari

Informasi mengenai insiden itu diterima kepolisian pada Kamis sekitar pukul 01.30 WIB. Warga melaporkan adanya seorang pria yang menjadi korban pembacokan di kawasan Jalan Lagoa Sinar, Koja.

Petugas piket reserse kriminal kemudian mendatangi tempat kejadian perkara. Saat pengecekan dilakukan, WFM telah dibawa ke RSUD Koja untuk mendapatkan penanganan medis atas luka yang dideritanya.

Dari keterangan korban dan warga di sekitar lokasi, WFM saat itu sedang berkumpul atau nongkrong bersama sejumlah saksi. Situasi berubah ketika dua orang yang datang menggunakan sepeda motor menghampiri mereka.

Dua orang tersebut menanyakan keberadaan seseorang bernama Bay kepada korban. WFM mengaku tidak mengetahui orang yang mereka cari maupun lokasi keberadaannya.

“Si bay, mana bay,” kata korban menirukan ucapan pelaku.

Tidak lama setelah pertanyaan itu disampaikan, dua orang lain kembali mendatangi lokasi. Salah seorang dari kelompok tersebut kemudian diduga menyerang WFM menggunakan senjata tajam. Serangan itu menyebabkan luka pada jari tangan kanan dan kiri korban, serta bagian pinggang belakang.

Dua Saksi Telah Dimintai Keterangan

Untuk mengungkap rangkaian peristiwa, polisi telah meminta keterangan dari dua saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung. Petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan rekaman video yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana tersebut.

Pemeriksaan terhadap saksi, korban, kondisi lokasi, serta rekaman video menjadi bagian penting dalam upaya mengidentifikasi peran masing-masing orang yang diduga terlibat. Aparat masih mendalami motif di balik pencarian seseorang bernama Bay yang kemudian berujung pada penyerangan terhadap WFM.

Sejauh ini, korban maupun warga sekitar tidak mengenali para pelaku. Kondisi tersebut membuat penyidik perlu mencocokkan seluruh informasi yang diperoleh dari lapangan dengan bukti visual serta keterangan pihak-pihak yang berada di lokasi.

Kasus ini menjadi perhatian karena terjadi pada dini hari ketika korban tengah berada bersama saksi di lingkungan permukiman. Kehadiran rekaman video dan keterangan warga diharapkan dapat membantu aparat memperjelas urutan kedatangan para terduga pelaku, termasuk peristiwa sebelum dan sesudah penyerangan.

Penanganan Korban dan Proses Penyidikan

Fokus penanganan saat ini mencakup pemulihan kondisi WFM di RSUD Koja serta pengejaran terhadap empat terduga pelaku. Luka pada tangan korban diduga terjadi ketika ia berupaya melindungi diri dari serangan, sementara luka di bagian pinggang belakang juga tercatat dalam pemeriksaan awal.

Polisi belum mengungkap identitas para terduga pelaku kepada publik. Penyidik masih melanjutkan pencarian dan pengumpulan bukti agar perkara dapat ditangani secara utuh, termasuk untuk memastikan peran setiap orang yang datang ke lokasi pada waktu kejadian.

Masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian di Jalan Lagoa Sinar pada 10 September 2026 dini hari dapat menyampaikannya kepada pihak berwenang. Keterangan tambahan berpotensi membantu penyidik melacak para pelaku yang hingga kini masih dicari.

Peristiwa ini juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan ketika berada di ruang publik, terutama pada malam hingga dini hari. Dalam situasi yang berpotensi memicu kekerasan, warga dapat mengutamakan keselamatan diri dan segera meminta bantuan aparat apabila melihat atau mengalami tindak kriminal.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pria di Jakut Jadi Korban Pembacokan?

Pria di Jakut Jadi Korban Pembacokan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pria di Jakut Jadi Korban Pembacokan matter?

Pria di Jakut Jadi Korban Pembacokan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.