FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Tak Dalam Pengaruh Alkohol, Polisi Dalami Motif Pelaku

Published September 18, 2026 · Updated September 18, 2026 · By Charles Lopez - faktanaya.com

Foto : Charles Lopez - faktanaya.com

Polisi Dalami Motif Pria yang Menendang Perempuan di Senayan City

Faktanaya.com – Polda Metro Jaya telah mengamankan seorang pria berinisial RS, 44 tahun, terkait aksi penendangan terhadap seorang perempuan di Mal Senayan City, Jakarta Pusat. Peristiwa yang terjadi pada Rabu sore, 16 September 2026, itu menjadi perhatian luas setelah rekamannya tersebar di media sosial.

RS ditangkap di kediamannya di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat dini hari, 18 September 2026. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 03.55 WIB oleh Tim Opsnal Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Usai diamankan, pria tersebut dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa pemeriksaan awal tidak menunjukkan RS berada dalam pengaruh minuman beralkohol saat peristiwa terjadi. Meski demikian, penyidik masih berupaya mengungkap alasan di balik tindakan tersebut.

“Ya, motif masih didalami karena baru diamankan subuh dini hari. Terkait tentang alkohol, dinyatakan tidak terpengaruh dalam kondisi alkohol, yang bersangkutan dalam kondisi tidak mengonsumsi minuman keras,” kata Budi di Polda Metro Jaya, Jumat, 18 September 2026.

Keterangan itu menegaskan bahwa fokus penyelidikan kini diarahkan pada rangkaian kejadian, latar belakang interaksi antara pihak-pihak yang terlibat, serta motif pelaku. Proses pemeriksaan dilakukan setelah RS berhasil diamankan pada dini hari, sehingga kepolisian masih mengumpulkan informasi secara bertahap.

Rekaman CCTV Menguatkan Penanganan Perkara

Viralnya video kejadian menjadi awal perhatian publik terhadap insiden tersebut. Namun, penanganan hukum tidak hanya bertumpu pada rekaman yang beredar di media sosial. Polisi telah menelusuri kamera pengawas atau CCTV di lokasi untuk memastikan peristiwa itu benar terjadi.

Hasil penelusuran rekaman di Senayan City mengonfirmasi adanya insiden yang ramai dibicarakan tersebut. Setelah itu, Polres Metro Jakarta Pusat menindaklanjuti perkara dengan memeriksa sejumlah saksi. Langkah tersebut kemudian mengarah pada penangkapan RS di wilayah Jakarta Utara.

Keberadaan CCTV dan saksi menjadi bagian penting dalam pendalaman kasus karena keduanya dapat membantu penyidik menyusun kronologi secara lebih utuh. Polisi juga masih menghimpun barang bukti yang berkaitan dengan kejadian ini. Tahap tersebut diperlukan untuk memperjelas peristiwa sebelum serta setelah aksi penendangan terjadi.

Kepala Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Abdul Rahim membenarkan bahwa pria yang diamankan telah berada dalam penguasaan kepolisian.

“Yang bersangkutan telah diamankan,” tutur Abdul Rahim, Jumat, 18 September 2026.

Ia juga menegaskan bahwa penyidik belum menghentikan proses pendalaman perkara. Pengumpulan bukti dan penelusuran kronologi masih berjalan guna menjelaskan kejadian secara menyeluruh.

“Saat ini penyidik masih mengumpulkan barang bukti serta mendalami kronologi dan motif kejadian,” ucapnya.

Bukan Kader Partai atau Anggota Organisasi

Di tengah perbincangan yang muncul di media sosial, kepolisian turut memberikan penjelasan mengenai latar belakang RS. Budi memastikan RS bukan kader partai politik sebagaimana sempat menjadi pembahasan publik.

“Tidak. Yang bersangkutan swasta, tidak ada terafiliasi dengan partai, tidak terafiliasi dengan organisasi lain. Sebagai sosok pribadi seorang swasta,” kata Budi.

Penjelasan tersebut membatasi informasi yang telah dipastikan oleh pihak kepolisian: RS merupakan pihak swasta dan tidak memiliki afiliasi dengan partai maupun organisasi lain. Untuk hal-hal yang belum selesai diperiksa, termasuk motif, kepolisian masih melakukan pendalaman.

Kasus ini menunjukkan perbedaan antara informasi yang cepat menyebar di ruang digital dan fakta yang perlu dibuktikan melalui pemeriksaan. Rekaman viral dapat membantu menarik perhatian terhadap sebuah peristiwa, tetapi penyidik tetap perlu memeriksa saksi, memverifikasi bukti visual, dan meminta keterangan dari pihak yang diamankan.

Bagi publik, perkembangan perkara ini perlu ditempatkan pada informasi resmi yang telah dikonfirmasi. Saat ini, fakta yang telah terungkap mencakup waktu kejadian pada 16 September 2026, penangkapan RS pada 18 September 2026 di Penjaringan, serta hasil awal bahwa ia tidak berada dalam kondisi dipengaruhi alkohol.

Adapun motif tindakan penendangan terhadap perempuan di pusat perbelanjaan tersebut belum diumumkan. Polisi masih menelusuri seluruh unsur kejadian dengan memeriksa barang bukti dan keterangan yang tersedia. Hasil pendalaman selanjutnya akan menjadi bagian penting untuk menjelaskan konteks peristiwa dan menentukan langkah hukum berikutnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pria yang Tendang Perempuan di Senayan?

Pria yang Tendang Perempuan di Senayan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pria yang Tendang Perempuan di Senayan matter?

Pria yang Tendang Perempuan di Senayan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.