35 Barak Asrama TNI di Makassar Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Usai Listrik Menyala
35 Barak Asrama TNI di Makassar Ludes Terbakar
Faktanaya.com – Kebakaran besar melanda kawasan Pa'batang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa, 1 September 2026. Sebanyak 35 Barak Asrama TNI di Makassar hangus atau rusak berat setelah api berkobar lebih dari satu jam. Tidak ada korban jiwa, namun dua penghuni harus mendapat penanganan medis akibat asap dan luka ringan. Insiden ini menjadi salah satu kebakaran fasilitas militer paling masif yang tercatat di wilayah perkotaan Makassar dalam beberapa tahun terakhir.
Titik kejadian berada di persimpangan Jalan Padjonga Daeng Ngalle dan Jalan Opu Dg Siraju—ruas yang sebelumnya dikenal sebagai Jalan Cenderawasih. Kawasan tersebut merupakan salah satu konsentrasi pemukiman militer di sisi selatan Mamajang, bersebelahan langsung dengan permukiman sipil yang padat. Kedekatan jarak antara barak dan rumah warga membuat setiap percikan api di area ini selalu memicu kekhawatiran akan perambatan kobaran ke bangunan sekitar.
Kronologi dan Respons Pemadaman
Kobaran pertama kali terlihat sekitar pukul 13.00 WITA. Laporan resmi baru sampai ke petugas pemadam kebakaran pada pukul 13.40 WITA, menciptakan jeda respons sekitar 40 menit. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar, Fadli Wellang, membenarkan bahwa jumlah unit terdampak mencapai 35 barak—angka yang merupakan pembaruan dari data awal yang semula mencatat 23 unit.
"Data yang masuk ada 35 unit rumah (barak) yang terdampak api," kata Fadli Wellang kepada wartawan setelah memperbarui informasi sebelumnya.
Sebanyak 26 armada pemadam beserta 78 personel—mencakup tim pemadaman langsung dan unit penyelamatan—dikerahkan ke lokasi. Setelah upaya intensif, api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.00 WITA, yakni kurang lebih satu jam 20 menit setelah laporan diterima. Akses jalan yang sempit serta hembusan angin kencang pada siang hari menjadi kendala utama yang memperlambat pergerakan armada dan mempercepat laju kobaran. Material bangunan yang didominasi kayu dan bahan sintetis membuat api mudah melompat dari satu unit ke unit berikutnya dalam hitungan menit.
Dugaan Penyebab dan Kondisi Kelistrikan
Penyebab pasti masih dalam penyelidikan. Indikasi awal mengarah pada korsleting listrik yang terjadi sesaat setelah jaringan kembali menyala di tengah pemadaman bergilir—fenomena yang kerap melanda Makassar selama musim kemarau ketika beban pendingin ruangan melonjak sementara pasokan pembangkit terbatas.
"Penyebab sementara masih diselidiki, karena tadi sempat mati lampu, kemudian menyala, dan terjadi kebakaran. Mungkin seperti itu, hanya perkiraan saja," ujar Fadli Wellang.
Instalasi listrik pada bangunan militer yang telah beroperasi puluhan tahun kerap menghadapi tantangan pemeliharaan. Apabila dugaan korsleting terkonfirmasi, insiden ini menjadi peringatan bagi seluruh fasilitas TNI di wilayah tersebut untuk segera melakukan audit kelistrikan menyeluruh guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Dampak pada Penghuni dan Relokasi
Dua penghuni mengalami dampak kesehatan. Satu orang menderita sesak napas akibat menghirup asap tebal dan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara. Satu orang lainnya mengalami luka robek pada bagian dahi dan menjalani perawatan di RSUD Labuang Baji. Komandan Koramil 1408-06/Mamajang, Mayor Arh Jamaluddin, menjelaskan bahwa penghuni langsung menyelamatkan diri begitu api membesar tanpa menunggu instruksi formal.
"Penyebabnya masih sementara ditelusuri. (Korban) jelas direlokasi ke depan, ada lapangan di tengah, ada juga di masjid," ujar Jamaluddin.
Setelah api padam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama komando militer setempat mengoordinasikan relokasi sementara para penghuni ke area terbuka dan fasilitas umum terdekat. Proses pemulihan dan pendataan kerugian material masih berlangsung.
FAQ: Informasi Praktis Terkait Insiden
Berapa jumlah barak yang terdampak kebakaran? Jumlah final yang dikonfirmasi oleh Dinas Damkarmat Kota Makassar adalah 35 unit barak. Data awal sempat mencatat 23 unit sebelum diperbarui di lapangan.
Apakah ada korban jiwa? Tidak. Dua penghuni mengalami dampak kesehatan ringan—satu kasus sesak napas dan satu kasus luka robek dahi—dan keduanya telah mendapat penanganan medis.
Kapan dan di mana tepatnya kebakaran terjadi? Api mulai berkobar sekitar pukul 13.00 WITA pada Selasa, 1 September 2026, di kawasan Pa'batang, persimpangan Jalan Padjonga Daeng Ngalle dan Jalan Opu Dg Siraju, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.
Apa dugaan penyebab kebakaran? Penyebab sementara yang disampaikan petugas adalah korsleting listrik yang terjadi setelah jaringan listrik kembali menyala di tengah pemadaman bergilir. Penyelidikan lanjutan masih berlangsung.
Di mana penghuni barak direlokasi sementara? Para penghuni dipindahkan ke area terbuka di sekitar lokasi, termasuk lapangan di tengah kawasan dan masjid terdekat, hingga kondisi dinyatakan aman.