4 Hari Buron, Napi Pembunuhan yang Kabur dari Lapas Ambon Ditemukan Bersembunyi di Sini
Napi Pembunuhan dari Lapas Ambon Ditemukan Empat Hari Setelah Kabur
Faktanaya.com – Manu, nama panggilan Imanuel Birahy (23), narapidana perkara pembunuhan, akhirnya berhasil diringkus aparat kepolisian. Ia ditemukan bersembunyi di area bawah Jembatan Merah Putih (JMP), Ambon, Maluku, setelah empat hari melarikan diri dari Lapas Kelas IIA Ambon.
Momen Penangkapan
Komisaris Besar Polisi Andrias Susanto Nugroho, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, menjelaskan bahwa penangkapan terjadi setelah masyarakat memberikan informasi mengenai ciri-ciri fisik Imanuel. Foto dan data tentang pelarian narapidana itu sebelumnya telah tersebar luas di berbagai platform media sosial.
"Yang bersangkutan kurang lebih selama empat hari dan hari ini berhasil ditangkap dan diamankan di Polsek. Ini berkat kerja sama antara pihak Lapas Kelas IIA Ambon dengan Polda Maluku, dalam hal ini Polresta," kata Andrias, dikutip Jumat, 28 Agustus 2026.
Setelah menerima laporan dari warga, Kapolsek beserta jajarannya langsung bergerak ke lokasi yang dicurigai. Pengecekan di lapangan mengonfirmasi bahwa orang yang dilaporkan memang merupakan narapidana yang sedang buron.
"Melalui laporan pengaduan kepolisian, warga yang melihat ciri-ciri pelaku yang sudah tersebar di media sosial. Informasi dari masyarakat itu ditindaklanjuti oleh Kapolsek dan jajaran. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata benar yang bersangkutan adalah napi dari Lapas," ujarnya.
Imanuel ditemukan pada Kamis siang di bawah struktur JMP. Ia kemudian dibawa ke Polsek untuk diproses sebelum dikembalikan ke pihak lapas.
"Ini kami mau serahkan, mau persiapan penyerahan," katanya.
Cara Pelarian dari Blok Merpati
Keburukan bermula pada Minggu, 23 Agustus 2026, sekitar pukul 04.30 WIT. Saat itu, Imanuel menjebol plafon kamar hunian di Blok Merpati untuk keluar dari selnya. Setelah berhasil melewati bagian atas ruangan, ia memanfaatkan kain sarung yang disambung-sambung sebagai alat panjat untuk mendaki tembok pembatas antara Pos Menara 1 dan Pos Menara 2.
Dua faktor turut memudahkan pelarian tersebut. Pertama, sistem listrik di dalam lapas dilaporkan mengalami gangguan pada waktu kejadian. Kedua, tidak ada petugas yang berjaga di Pos Menara 2 ketika Imanuel melompati tembok pembatas.
Setelah keluar dari area lapas, Imanuel menghilang selama empat hari penuh sebelum akhirnya keberadaannya terendus berkat laporan masyarakat kepada pihak kepolisian. Jajaran Polresta Ambon kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil menemukan dan menangkap narapidana tersebut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is 4 Hari Buron Napi Pembunuhan?4 Hari Buron Napi Pembunuhan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does 4 Hari Buron Napi Pembunuhan matter?4 Hari Buron Napi Pembunuhan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.