FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

71.744 Sekolah Jadi Sasaran Revitalisasi 2026, Pemerintah Utamakan yang Rusak Berat hingga 3T

Published September 12, 2026 · Updated September 12, 2026 · By Daniel Taylor - faktanaya.com

Foto : Daniel Taylor - faktanaya.com

Revitalisasi Pendidikan 2026 Menjangkau 71.744 Satuan Pendidikan

Faktanaya.com – Pemerintah menyiapkan program revitalisasi pendidikan berskala besar pada 2026 dengan target 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Program ini diarahkan untuk memperbaiki kondisi belajar-mengajar, terutama di sekolah yang menghadapi kerusakan serius atau berada dalam situasi yang membutuhkan penanganan lebih cepat.

Tiga kelompok menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program tersebut: satuan pendidikan yang terdampak bencana alam, sekolah dengan tingkat kerusakan berat, serta sekolah di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T. Prioritas ini dimaksudkan agar perbaikan fasilitas pendidikan dapat menjangkau wilayah dan kelompok sekolah yang paling membutuhkan dukungan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa urutan prioritas telah disiapkan agar penanganan revitalisasi berjalan terarah. Sekolah yang terkena dampak bencana ditempatkan sebagai sasaran penting karena kerusakan fasilitas dapat langsung mengganggu kegiatan belajar siswa dan aktivitas guru.

"Pertama, sekolah-sekolah yang terdampak bencana, khususnya bencana alam. Kemudian yang kedua, sekolah yang rusak berat. Yang ketiga, sekolah yang ada di daerah 3T," ujar dia, dikutip Sabtu, 12 September 2026.

Pembangunan Sudah Dimulai di Ribuan Sekolah

Pelaksanaan revitalisasi telah berjalan di 11.744 satuan pendidikan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.000 satuan pendidikan telah menuntaskan proses revitalisasinya. Capaian awal ini menjadi bagian dari agenda yang lebih luas untuk mempercepat pembenahan sarana pendidikan sepanjang tahun 2026.

Target nasional itu tidak hanya dikerjakan oleh Kemendikdasmen. Kementerian terkait juga terlibat dalam pelaksanaan program, termasuk melalui dukungan Anggaran Belanja Tambahan atau ABT. Dengan tambahan anggaran tersebut, pemerintah membuka peluang perluasan cakupan perbaikan ke lebih banyak sekolah.

"Jadi tahun ini, 2026 itu kita rencanakan melakukan revitalisasi Kemendikdasmen dan juga kementerian terkait itu 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia," katanya.

Jumlah sasaran revitalisasi masih dapat berkembang. Salah satu unsur yang dinilai memungkinkan peningkatan jangkauan adalah penggunaan skema swakelola dalam pengerjaan pembangunan. Melalui pendekatan ini, sekolah dapat berperan secara langsung dalam proses pelaksanaan pekerjaan revitalisasi.

Swakelola Didorong untuk Efisiensi dan Kualitas

Skema swakelola memberi ruang yang lebih besar bagi pihak sekolah untuk mengelola kebutuhan pembangunan di lingkungan mereka. Pemerintah melihat pola tersebut sebagai cara untuk menekan biaya tanpa mengabaikan mutu hasil pekerjaan. Keterlibatan langsung sekolah juga dipandang dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap fasilitas yang diperbaiki.

"Pertama, itu lebih efisien. Jadi biayanya lebih murah karena dikerjakan sendiri oleh sekolah. Yang kedua, pekerjaannya lebih bagus karena mereka mengerjakan sendiri, jadi mereka melaksanakan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya," katanya.

Dalam praktiknya, revitalisasi melalui swakelola dapat melibatkan masyarakat di sekitar sekolah. Kebutuhan tenaga kerja maupun bahan bangunan dapat dipenuhi dari wilayah setempat. Dengan demikian, kegiatan pembangunan tidak hanya berhubungan dengan pembenahan ruang kelas atau fasilitas sekolah, tetapi juga berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.

Keterlibatan warga menjadi penting, terutama ketika sekolah memiliki kedekatan dengan lingkungan sosialnya. Partisipasi tersebut dapat hadir dalam bentuk tenaga, penyediaan material dari daerah sekitar, maupun dukungan lain yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Bagi sekolah, proses revitalisasi juga menjadi kesempatan untuk memastikan perbaikan dilakukan dengan memahami kondisi lokasi secara langsung.

Sekolah Swasta Masuk Cakupan Program

Program revitalisasi 2026 tidak dibatasi bagi sekolah negeri. Pemerintah turut memasukkan sekolah swasta ke dalam sasaran karena keberadaannya dipandang penting bagi penyelenggaraan pendidikan dan pemerataan akses belajar di berbagai daerah.

Di sejumlah sekolah swasta, dukungan swadaya masyarakat juga ikut membantu memenuhi kebutuhan pembiayaan revitalisasi. Keterlibatan tersebut memperlihatkan bahwa pembenahan fasilitas pendidikan dapat didorong melalui kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

"Sasaran kami tidak hanya sekolah negeri, tapi juga sekolah-sekolah swasta. Karena kami berpendapat bahwa dukungan sekolah swasta juga sangat besar untuk menyukseskan program-program pemerintah, khususnya revitalisasi," tutur dia.

Fokus pada sekolah terdampak bencana, bangunan rusak berat, dan kawasan 3T menunjukkan bahwa revitalisasi dirancang untuk merespons kebutuhan yang beragam. Kondisi setiap satuan pendidikan tidak selalu sama; ada sekolah yang memerlukan pemulihan akibat bencana, ada pula yang membutuhkan pembenahan karena fasilitasnya telah mengalami kerusakan berat.

Bagi siswa dan guru, kelancaran revitalisasi diharapkan dapat mendukung tersedianya lingkungan belajar yang lebih layak. Bagi sekolah di daerah yang jauh dari pusat layanan, perhatian pada kategori 3T juga memiliki arti penting karena tantangan penyediaan fasilitas pendidikan dapat berbeda dibandingkan wilayah lain.

Dengan target puluhan ribu satuan pendidikan pada 2026, pelaksanaan program akan menjadi salah satu agenda besar pembenahan infrastruktur pendidikan. Keberhasilan program bergantung pada ketepatan sasaran, kelancaran pengerjaan, serta keterlibatan sekolah dan masyarakat dalam menjaga hasil revitalisasi yang telah dilakukan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 71 744 Sekolah Jadi Sasaran Revitalisasi 2026?

71 744 Sekolah Jadi Sasaran Revitalisasi 2026 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 71 744 Sekolah Jadi Sasaran Revitalisasi 2026 matter?

71 744 Sekolah Jadi Sasaran Revitalisasi 2026 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.