Bandar Buron yang Ditangkap di Malaysia Ternyata Dalang Peredaran Narkoba 3 Klub Malam di Batam
Buronan Narkoba Batam Terciduk di Johor Bahru, Malaysia
Faktanaya.com – Pelarian panjang Basri Lewaimang akhirnya terhenti di tanah Malaysia. Pria yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Bareskrim Polri atas dugaan kasus peredaran narkotika di kawasan Batam, Kepulauan Riau, itu diciduk aparat di Johor Bahru pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Operasi penangkapan tersebut merupakan hasil koordinasi lintas lembaga antara Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri, Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, serta Interpol. Basri diamankan sekitar pukul 00.30 waktu setempat tanpa memberikan perlawanan berarti.
"Tidak ada perlawanan," kata Drago, dikutip Jumat, 21 Agustus 2026.
Barang Bukti yang Disita
Dari tangan Basri, penyidik berhasil mengamankan dua unit alat komunikasi. Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah uang dalam berbagai mata uang, yakni rupiah, dolar Singapura, dan ringgit Malaysia. Tiga rangkap catatan yang diduga memuat rekapan transaksi narkotika turut disita guna kepentingan penyidikan lanjutan.
Peran Sentral dalam Jaringan Peredaran
Komisaris Polisi Drago, Kanit III Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, mengungkapkan bahwa posisi Basri dalam jaringan tersebut diduga sangat signifikan. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan tersangka yang telah diperiksa, Basri diduga bertindak sebagai koordinator distribusi narkotika di tiga tempat hiburan malam (THM) di Batam, yaitu Planet 1 (P1), Planet 2 (P2), dan HH Club.
"Diduga ada keterlibatan Pak Basri selaku koordinator di tempat hiburan malam tersebut yang diduga mengedarkan narkotika di P1, P2 dan P3," kata Drago.
Menurut penjelasan Drago, ketiga venue tersebut secara fisik berada di lokasi yang terpisah satu sama lain. Namun, hasil pemeriksaan sementara mengindikasikan bahwa ketiganya masih beroperasi di bawah satu entitas manajemen.
"HH Club itu sendiri, P2 itu sendiri, P1 itu sendiri. Jadi beda tempat tapi diduga dalam satu manajemen," kata dia.
Skala Peredaran dan Penyelidikan Lanjutan
Polisi masih mendalami apakah Basri sekadar koordinator distribusi atau juga memiliki saham kepemilikan atas klub-klub tersebut. Dugaan keterlibatannya turut berkaitan dengan volume peredaran narkotika yang tergolong besar di kawasan hiburan Batam.
Sebelumnya, aparat mengungkap bahwa sedikitnya 40 ribu butir ekstasi diduga beredar setiap bulannya di THM Planet Batam. Angka tersebut bahkan berpotensi melonjak ketika jumlah pengunjung mencapai kapasitas maksimal venue.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Bandar Buron yang Ditangkap di Malaysia?Bandar Buron yang Ditangkap di Malaysia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Bandar Buron yang Ditangkap di Malaysia matter?Bandar Buron yang Ditangkap di Malaysia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.