FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

DNA Jenazah di Enggano Akan Dicocokkan dengan Keluarga Penumpang KM Arupadhatu I, yang Bawa Jurnalis

Published September 18, 2026 · Updated September 18, 2026 · By Sarah Johnson - faktanaya.com

Foto : Sarah Johnson - faktanaya.com

Pencocokan DNA Jenazah di Enggano Masih Berjalan, Hasil Diperkirakan Dua Pekan

Faktanaya.com – Upaya memastikan identitas jenazah tanpa nama yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, terus dilakukan melalui pemeriksaan DNA. Sampel dari jenazah tersebut akan disandingkan dengan data keluarga penumpang kapal cepat KM Arupadatu I, rombongan yang di dalamnya terdapat sejumlah jurnalis.

Kepolisian Daerah Banten memperkirakan proses identifikasi itu membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Tahapan tersebut menjadi penting untuk menjawab kemungkinan apakah jenazah yang ditemukan di Enggano berkaitan dengan delapan orang yang berada di KM Arupadatu I.

"Data antemortem dan sampel DNA keluarga dari posko kita di Banten sudah diserahkan ke Polda Bengkulu untuk persesuaian. Saat ini masih proses identifikasi, dan umumnya memakan waktu lebih kurang dua minggu," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli A Hutapea dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis kemarin.

Jenazah Sempat Dimakamkan Warga Setempat

Jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano diketahui berjenis kelamin laki-laki. Polisi memperkirakan usianya sekitar 50 tahun dengan tinggi badan kurang lebih 163 sentimeter. Saat ditemukan, ia mengenakan celana pendek selancar.

Tidak adanya warga setempat yang melaporkan kehilangan anggota keluarga membuat unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan setempat sempat memakamkan jenazah itu pada malam hari. Langkah tersebut dilakukan sebelum muncul kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut terkait pencarian penumpang kapal.

Setelah Polda Banten dan Polda Bengkulu melakukan koordinasi, makam tersebut dibuka kembali. Jenazah lalu dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk menjalani autopsi serta identifikasi postmortem.

Pemeriksaan postmortem berfungsi mengumpulkan informasi dari jenazah, termasuk kemungkinan sampel biologis yang dapat dibandingkan dengan data antemortem. Data antemortem sendiri dihimpun dari keluarga, seperti sampel DNA dan informasi pendukung lain yang dapat membantu tim Disaster Victim Identification atau DVI Polri menentukan identitas secara ilmiah.

Keluarga Menunggu Kepastian Resmi

Maruli menyampaikan bahwa Polda Banten akan terus mendampingi keluarga penumpang dan menjaga arus informasi dari tim medis serta DVI Polri. Pendampingan itu diperlukan agar keluarga menerima perkembangan yang sahih selama proses identifikasi berlangsung.

"Karena yang paling dibutuhkan keluarga hari ini adalah dukungan. Yang dibutuhkan keluarga hari ini adalah informasi-informasi, karena keluarga dan kita semua masih memelihara harapan bahwa kawan-kawan kita, saudara-saudara kita ini masih bisa ditemukan. Oleh karena itu kami akan terus menjaga komunikasi untuk berkoordinasi dengan para pihak keluarga," kata dia.

Kesabaran keluarga menjadi bagian penting dalam proses ini. Hasil DNA tidak dapat dipastikan hanya dari ciri fisik, pakaian, atau perkiraan usia. Pembandingan laboratorium diperlukan untuk menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan, terutama ketika identitas jenazah belum diketahui dan tidak ada keluarga setempat yang mengenalinya.

Pencocokan antara sampel DNA keluarga dan sampel dari jenazah menjadi harapan untuk memberikan kepastian. Jika terdapat kecocokan, proses tersebut dapat membantu menjelaskan apakah korban itu merupakan salah satu penumpang KM Arupadatu I. Sebaliknya, apabila hasilnya tidak sesuai, pencarian dan identifikasi akan tetap membutuhkan penelusuran lebih lanjut.

Delapan Orang Berada di KM Arupadatu I

KM Arupadatu I membawa delapan penumpang. Rinciannya terdiri atas lima jurnalis, dua kru kapal, dan satu pemandu. Enam dari delapan orang tersebut tercatat memiliki kartu tanda penduduk dari Provinsi Banten.

Pihak kepolisian belum memerinci kemungkinan identitas penumpang yang sedang dikaitkan dengan jenazah di Enggano. Karena itu, seluruh perhatian kini tertuju pada hasil kerja Tim DVI Polri dan pemeriksaan yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu.

Koordinasi lintas wilayah antara Polda Banten dan Polda Bengkulu memperlihatkan bahwa setiap temuan yang berpotensi berkaitan dengan penumpang kapal akan ditindaklanjuti. Bagi keluarga, kepastian identitas melalui prosedur resmi memiliki arti besar, baik untuk menjawab pertanyaan yang masih tersisa maupun untuk menentukan langkah berikutnya.

Selama hasil pemeriksaan belum keluar, informasi yang dapat dijadikan pegangan adalah proses identifikasi masih berlangsung. Polisi meminta komunikasi dengan keluarga tetap terjaga, sementara pencocokan DNA dijalankan sesuai prosedur agar hasil akhirnya tidak didasarkan pada dugaan semata.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is DNA Jenazah di Enggano Akan Dicocokkan?

DNA Jenazah di Enggano Akan Dicocokkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does DNA Jenazah di Enggano Akan Dicocokkan matter?

DNA Jenazah di Enggano Akan Dicocokkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.