FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

DPR Ingatkan Jurnalis Utamakan Keselamatan saat Liput Bencana

Published September 10, 2026 · Updated September 10, 2026 · By Sarah Johnson - faktanaya.com

Foto : Sarah Johnson - faktanaya.com

DPR Soroti Keselamatan Jurnalis di Tengah Liputan Bencana

Faktanaya.com – Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meminta jurnalis yang bekerja di kawasan bencana menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. Imbauan itu muncul setelah lima jurnalis yang meliput erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan hilang kontak dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Situasi tersebut kembali memperlihatkan tingginya risiko kerja peliputan di lokasi bencana. Jurnalis memiliki peran penting menyampaikan perkembangan kondisi di lapangan kepada publik, tetapi tugas itu juga dapat membawa mereka ke wilayah yang berubah cepat, berbahaya, dan sulit dijangkau.

Saan menyampaikan perhatian itu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 10 September 2026. Ia menekankan bahwa persiapan sebelum memasuki area berisiko tidak boleh dipandang sebagai hal sekunder.

“Penting ya untuk apa, mentaati berbagai resiko nanti ketika melakukan peliputan, khususnya di daerah-daerah yang memang terkena bencana,” kata Saan.

Persiapan Menjadi Bagian Penting Peliputan

Wilayah terdampak bencana dapat membahayakan banyak pihak, bukan hanya warga yang tinggal atau berada di sekitar lokasi. Para petugas, relawan, dan pekerja media yang menjalankan tugas peliputan juga menghadapi kemungkinan risiko di lapangan.

Karena itu, Saan mengingatkan jurnalis agar tidak memaksakan diri masuk ke area dengan tingkat bahaya tinggi apabila perlindungan dan kesiapan keselamatan belum memadai. Kehadiran informasi yang cepat memang dibutuhkan masyarakat, tetapi keselamatan awak media tetap harus dijaga.

Peliputan bencana menuntut kewaspadaan lebih karena kondisi lapangan tidak selalu bisa diprediksi. Akses menuju lokasi dapat terbatas, keadaan dapat berubah dalam waktu singkat, dan komunikasi dengan tim di luar kawasan terdampak bisa terganggu. Dalam keadaan seperti itu, koordinasi serta pertimbangan keselamatan menjadi bagian penting dari keputusan peliputan.

“Apalagi daerah-daerah yang terkena bencananya itu menimbulkan resiko, tidak bagi hanya masyarakat, tapi juga bagi para peliput,” jelasnya.

Saan menilai tugas jurnalis untuk memberikan kabar terbaru dari lokasi sangat penting. Informasi mengenai perkembangan situasi membantu publik memahami kondisi yang terjadi, termasuk dampak bencana serta kebutuhan penanganan di lapangan. Namun, nilai penting pekerjaan tersebut tidak seharusnya membuat jurnalis mengabaikan perlindungan diri.

“Yang untuk memberikan informasi terkait perkembangan situasi keadaan di lapangan, itu yang lebih ter-update lagi, penting untuk memperhatikan faktor-faktor keselamatan,” kata Saan.

Dorongan Pencarian Lima Jurnalis

Selain mengingatkan soal keselamatan kerja, Saan menegaskan DPR akan mendorong seluruh pihak terkait agar pencarian terhadap lima jurnalis tersebut dilakukan secara sungguh-sungguh. Basarnas menjadi salah satu pihak yang disebut dalam upaya pencarian itu.

Hilangnya kontak dengan lima jurnalis tersebut menjadi perhatian karena kepastian mengenai keberadaan mereka sangat dibutuhkan. Hal ini bukan hanya menyangkut keselamatan orang-orang yang sedang bertugas, melainkan juga ketenangan keluarga serta seluruh pihak yang menunggu kabar dari lokasi bencana.

“Karena penting kita untuk tahu tentang kepastian keberadaan mereka itu, kan gitu. Terutama kita ingin bahwa mereka segera untuk bisa ditemukan keberadaannya ada di mana,” jelas Saan.

Ia berharap pencarian dapat dilakukan secara maksimal agar keberadaan kelima jurnalis segera diketahui. Dalam penanganan keadaan darurat, komunikasi dan koordinasi antarinstansi menjadi penting untuk memastikan pencarian berjalan dengan fokus pada keselamatan semua pihak yang terlibat.

Saan juga menyatakan bahwa DPR akan terus memberi dorongan kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan kapasitas dalam pencarian. Perhatian terhadap kasus ini, kata dia, perlu dijalankan secara serius karena dampaknya dirasakan langsung oleh keluarga para jurnalis dan masyarakat luas.

“Karena ini menyangkut bukan hanya yang bersangkutan, tapi juga keluarga dan juga kita semua. Jadi sekali lagi, DPR terus akan berupaya mendorong seluruh pihak terkait untuk secara sungguh-sungguh dan maksimal untuk mencari keberadaan mereka,” tandas dia.

Informasi Publik dan Perlindungan Pekerja Media

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kerja jurnalistik di daerah bencana membutuhkan keseimbangan antara kebutuhan publik atas informasi dan perlindungan terhadap para pekerja media. Liputan langsung sering kali memberi gambaran paling dekat mengenai keadaan warga serta perkembangan penanganan di lapangan, tetapi setiap penugasan tetap perlu mempertimbangkan risiko yang ada.

Keselamatan jurnalis tidak mengurangi nilai sebuah liputan. Justru kesiapan yang baik membantu proses peliputan berlangsung lebih terukur dan memungkinkan informasi terus disampaikan tanpa menambah korban dalam situasi darurat. Dalam kondisi bencana, keputusan untuk menjaga jarak dari titik berbahaya atau menunda masuk ke suatu area dapat menjadi langkah yang bertanggung jawab.

Fokus saat ini tetap tertuju pada pencarian lima jurnalis yang hilang kontak ketika meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Saan berharap seluruh pihak terkait dapat bekerja maksimal untuk menemukan mereka dan memberikan kepastian secepatnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is DPR Ingatkan Jurnalis Utamakan Keselamatan saat?

DPR Ingatkan Jurnalis Utamakan Keselamatan saat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does DPR Ingatkan Jurnalis Utamakan Keselamatan saat matter?

DPR Ingatkan Jurnalis Utamakan Keselamatan saat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.