FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Gibran Minta Maaf Kalimantan Masih Dikepung Asap Karhutla

Published September 10, 2026 · Updated September 10, 2026 · By Christopher Hernandez - faktanaya.com

Foto : Christopher Hernandez - faktanaya.com

Gibran Minta Maaf Kalimantan Masih Dikepung Asap Karhutla

Faktanaya.com – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena Kalimantan masih terdampak asap kebakaran hutan dan lahan. Gibran Minta Maaf Kalimantan Masih menjadi sorotan saat ia meninjau Posko Pantau Karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis, 10 September 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran mengakui kualitas udara belum sepenuhnya pulih meski jumlah titik api dilaporkan mengalami penurunan. Kondisi itu menunjukkan penanganan kebakaran masih harus dilakukan secara berkelanjutan agar dampak asap bagi warga dapat berkurang.

“Kami memohon maaf kepada warga Kalimantan atas kondisi sekarang,”

Permintaan maaf itu menegaskan bahwa persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan api yang terlihat di permukaan. Asap dapat terus dirasakan masyarakat apabila bara masih tersimpan di dalam tanah, terutama pada kawasan dengan karakter lahan gambut.

Pemadaman dan Pemantauan Dilakukan Setiap Hari

Gibran menekankan bahwa pemadaman di lokasi kebakaran terus dilakukan setiap hari. Langkah ini diperlukan untuk mengendalikan api aktif, mencegah penyebaran, dan mengantisipasi munculnya kembali titik api di area yang sebelumnya sudah ditangani.

Penurunan jumlah titik api memang menjadi perkembangan penting, tetapi belum berarti risiko kebakaran telah berakhir. Api dapat kembali muncul ketika tanah belum cukup basah atau masih terdapat bara di bawah permukaan. Karena itu, pemantauan di lapangan tetap dibutuhkan untuk memastikan sumber api benar-benar terkendali.

Dalam konteks ini, Gibran Minta Maaf Kalimantan Masih terdampak asap juga menjadi pengingat bahwa pemulihan kualitas udara membutuhkan waktu. Upaya penanggulangan tidak berhenti setelah api tampak padam, melainkan harus dilanjutkan dengan pengawasan dan pembasahan lahan.

Lahan Gambut Menjadi Tantangan Penanganan

Gibran mengakui pemadaman kebakaran di lahan gambut memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Di wilayah seperti Banjarbaru, api tidak selalu dapat diatasi hanya dengan penyiraman pada bagian atas tanah karena bara bisa bertahan di lapisan yang lebih dalam.

Pembasahan gambut perlu dilakukan hingga ke dalam tanah agar kelembapan lahan meningkat dan kemungkinan api kembali menyala dapat ditekan. Cara ini penting karena kebakaran gambut sering kali tidak mudah terlihat dari permukaan, tetapi tetap dapat menghasilkan asap.

Ketersediaan air menjadi salah satu unsur utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Air diperlukan untuk pemadaman ketika api aktif, sekaligus untuk menjaga kondisi gambut tetap basah pada kawasan yang rentan terbakar.

Embung dan Saluran Air Diminta Tetap Berfungsi

Dalam peninjauan itu, Gibran meminta agar saluran air, jaringan irigasi, dan kanal tetap dijaga fungsinya. Akses air yang lancar akan membantu petugas melakukan pemadaman maupun pembasahan lahan ketika dibutuhkan.

“Embung yang ada jangan sampai kering, pastikan sumber air ada untuk pemadaman dan pembasahan gambut,” tambahnya.

Embung memiliki peran praktis sebagai cadangan air di lapangan. Ketika sumber air tersedia dan saluran berfungsi baik, respons terhadap kebakaran dapat dilakukan lebih cepat, terutama pada lokasi yang sulit dijangkau.

Penanganan karhutla di Kalimantan membutuhkan dua langkah yang berjalan bersamaan: memadamkan api yang masih aktif serta menjaga kelembapan lahan untuk mencegah kebakaran berulang. Kedua langkah tersebut sangat penting di kawasan gambut yang dapat menyimpan bara dalam tanah.

FAQ Asap Karhutla di Kalimantan

Mengapa asap masih muncul meski titik api menurun?

Berkurangnya titik api tidak selalu berarti seluruh bara telah padam. Pada lahan gambut, api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan tetap menghasilkan asap. Karena itu, pemadaman harus disertai pembasahan hingga ke bagian dalam lahan.

Apa pentingnya embung dan kanal saat karhutla?

Embung, kanal, dan saluran air membantu menyediakan air untuk pemadaman serta pembasahan gambut. Ketersediaan air yang terjaga memudahkan penanganan ketika kebakaran terjadi atau saat lahan perlu dilembapkan untuk mengurangi risiko api kembali muncul.

Apa yang ditekankan Gibran dalam penanganan karhutla?

Gibran menekankan pemadaman harian, pengawasan titik api, pembasahan lahan gambut, serta pemeliharaan sumber air. Permohonan maafnya kepada warga memperlihatkan bahwa dampak asap masih menjadi perhatian dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Related Reading