FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Jenazah di Kali Terate Dipastikan Bukan 5 Jurnalis yang Hilang Liput Anak Krakatau, Bagaimana yang di Pulau Enggano?

Published September 15, 2026 · Updated September 15, 2026 · By Charles Lopez - faktanaya.com

Foto : Charles Lopez - faktanaya.com

Identitas Jenazah di Enggano Masih Menunggu Hasil DNA, Temuan di Kali Terate Dipastikan Tidak Terkait

Faktanaya.com – Pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga warga yang hilang kontak di perairan Selat Sunda masih berlanjut. Di tengah operasi tersebut, dua penemuan jenazah di lokasi berbeda sempat memunculkan perhatian keluarga serta masyarakat, yakni di muara Kali Terate, Serang, Banten, dan di Pulau Enggano, Bengkulu.

Kepolisian telah memastikan jenazah yang ditemukan di wilayah Kramatwatu tidak memiliki kaitan dengan delapan orang dari kapal cepat Arupadatu 1 yang hingga kini masih dicari tim SAR. Sementara itu, identitas jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano belum dapat dipastikan karena proses pencocokan DNA masih berjalan.

Jenazah di Kramatwatu Tidak Berkaitan dengan Arupadatu 1

Warga menemukan satu jenazah di sekitar muara Kali Terate, Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, pada Sabtu, 12 September 2026. Temuan tersebut kemudian diperiksa oleh aparat untuk memastikan kemungkinan hubungannya dengan rombongan Arupadatu 1.

Pemeriksaan data primer dan kondisi jenazah telah dilakukan. Hasilnya, kepolisian menyatakan bahwa jenazah tersebut bukan salah satu dari lima jurnalis dan tiga warga yang hilang saat perjalanan di kawasan Selat Sunda.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Banten, Komisaris Besar Polisi Maruli Ahiles Hutapea, menyampaikan kepastian itu pada Selasa, 15 September 2026.

“Untuk jenazah yang ditemukan di sekitar muara Sungai Kali Terate, Kramatwatu, berdasarkan data primer yang kami peroleh dan hasil pemeriksaan, dipastikan bukan merupakan salah satu dari teman-teman yang hilang kontak dari kapal speed boat Arupadatu,” ujarnya.

Penegasan tersebut penting untuk menghindari kesimpulan dini di tengah kecemasan keluarga korban. Penemuan jenazah di daerah pesisir memang dapat memicu dugaan keterkaitan dengan operasi pencarian, tetapi setiap identitas tetap harus ditetapkan melalui pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Jenazah dari Pulau Enggano Telah Diautopsi

Situasi berbeda terjadi pada jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu. Jenazah itu telah dievakuasi menggunakan pesawat ke Polda Bengkulu dan menjalani autopsi pada Senin, 14 September 2026.

Hingga tahap tersebut, aparat belum mengumumkan identitas korban. Kepastian baru dapat diperoleh setelah pemeriksaan DNA jenazah dibandingkan dengan sampel dari keluarga delapan orang yang hilang kontak.

“Untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, sudah dievakuasi ke Polda Bengkulu dan hari ini telah dilakukan autopsi. Kami masih menunggu hasil pencocokan DNA dengan sampel keluarga dari teman-teman yang hilang kontak,” katanya.

Koordinasi antara Polda Banten dan Polda Bengkulu telah menghasilkan sejumlah gambaran awal. Jenazah di Enggano diketahui berjenis kelamin laki-laki, memiliki tinggi sekitar 165 sentimeter, serta diperkirakan berusia lebih dari 50 tahun.

Namun, ciri-ciri tersebut belum cukup untuk menetapkan identitas. Kerusakan pada bagian wajah membuat pengenalan secara visual tidak dapat dijadikan dasar yang meyakinkan. Karena itu, pemeriksaan forensik menjadi langkah utama sebelum informasi resmi disampaikan kepada keluarga maupun publik.

“Kondisi wajah mengalami kerusakan. Untuk memastikan identitasnya, kami tetap menunggu hasil pemeriksaan DNA,” ujarnya.

Keluarga dan Publik Diminta Menunggu Kepastian Forensik

Kasus ini memperlihatkan pentingnya kehati-hatian saat informasi tentang penemuan jenazah muncul di tengah proses pencarian orang hilang. Ciri fisik, lokasi penemuan, dan dugaan awal belum dapat menggantikan pembuktian ilmiah melalui DNA, terutama ketika kondisi jenazah tidak memungkinkan identifikasi langsung.

Polda Banten meminta masyarakat untuk tidak mengaitkan jenazah dari Pulau Enggano dengan rombongan Arupadatu 1 sebelum hasil uji forensik tersedia. Langkah itu juga dimaksudkan untuk menjaga perasaan keluarga yang masih menanti kabar tentang orang-orang terdekat mereka.

“Kami mohon waktu untuk menunggu hasil pemeriksaan dan pencocokan DNA dari Polda Bengkulu. Setelah hasilnya keluar, tentunya akan kami sampaikan secara resmi kepada masyarakat dan rekan-rekan media,” tutur dia.

Bagi keluarga delapan orang yang masih dicari, hasil pencocokan DNA akan menjadi tahap yang sangat menentukan. Selama belum ada kepastian resmi, status pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga warga tersebut tetap menjadi perhatian utama tim SAR dan aparat terkait.

Informasi yang telah terkonfirmasi saat ini hanya menyatakan bahwa jenazah di Kali Terate bukan bagian dari rombongan kapal cepat Arupadatu 1. Adapun jenazah yang ditemukan di Enggano masih berada dalam proses identifikasi forensik di Bengkulu.

Publik diharapkan menunggu pengumuman resmi agar tidak terjadi penyebaran kabar yang keliru. Kepastian identitas bukan hanya menyangkut kebutuhan informasi, melainkan juga penghormatan terhadap jenazah dan hak keluarga untuk menerima penjelasan yang akurat.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Jenazah di Kali Terate Dipastikan Bukan 5?

Jenazah di Kali Terate Dipastikan Bukan 5 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Jenazah di Kali Terate Dipastikan Bukan 5 matter?

Jenazah di Kali Terate Dipastikan Bukan 5 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.