FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kabut Asap Jambi Makin Parah, 2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat

Published Agustus 23, 2026 · Updated Agustus 23, 2026 · By Elizabeth Thomas - faktanaya.com

Foto : Elizabeth Thomas - faktanaya.com

Dua Penerbangan dari Jakarta Dialihkan Akibat Kabut Asap di Jambi

Faktanaya.com – Kota Jambi dilanda kabut asap pekat pada Minggu, 23 Agustus 2026, hingga mengganggu operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Saifuddin. Jarak pandang yang anjlok drastis memaksa dua pesawat berjadwal tiba dari Jakarta (CGK) ke Jambi (DJB) untuk mengalihkan pendaratan ke bandara lain.

Detail Pesawat yang Terdampak

Pesawat pertama adalah Batik Air ID 6804, bertipe Airbus A320 dengan registrasi PK-LAT. Kabinnya mengangkut 138 penumpang dewasa plus satu bayi. Penerbangan itu semula dijadwalkan menyentuh landasan pukul 10.00 WIB, dengan perkiraan tiba pukul 10.40 WIB. Namun pada pukul 10.45 WIB, petugas Air Traffic Control (ATC) menyampaikan instruksi pengalihan ke Batam.

Pesawat kedua yang terdampak adalah Super Air Jet IU 842, juga Airbus A320 berregistrasi PK-STZ, membawa 120 penumpang dewasa dan satu anak. Jadwal pendaratan semula ditetapkan pukul 11.25 WIB (perkiraan tiba 11.31 WIB). Karena kondisi sekitar landasan belum membaik, pesawat tersebut akhirnya diarahkan mendarat di Palembang.

Perubahan Drastis Jarak Pandang dalam Satu Jam

General Manager PT Angkasa Pura Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Ardon Marbun, mengonfirmasi pengalihan kedua penerbangan pagi itu. Ia menjelaskan bahwa pada pukul 09.30 WIB jarak pandang masih berada di kisaran 5.000 meter, angka yang tergolong aman. Hanya dalam rentang satu jam, situasi berubah total: pukul 10.30 WIB jarak pandang menyusut menjadi sekitar 1.000 meter dan kondisi tersebut bertahan hingga sekitar pukul 11.30 WIB.

Setelah kabut mereda, jarak pandang kembali pulih ke angka sekitar 3.500 meter. Pemulihan itu membuka peluang bagi penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta ke Jambi untuk mendarat pada pukul 13.44 WIB.

"Garuda siang sudah normal landing, masih Garuda yang bisa mendarat. Dua pesawat pagi yang dialihkan belum bisa mendarat," kata Ardon.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kabut Asap Jambi Makin Parah 2 Pesawat?

Kabut Asap Jambi Makin Parah 2 Pesawat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kabut Asap Jambi Makin Parah 2 Pesawat matter?

Kabut Asap Jambi Makin Parah 2 Pesawat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.