FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Karhutla Way Kambas Meluas, Helikopter Water Bombing dan Drone Thermal Dikerahkan

Published Agustus 26, 2026 · Updated Agustus 26, 2026 · By Daniel Taylor - faktanaya.com

Foto : Daniel Taylor - faktanaya.com

Operasi Udara dan Drone Thermal Perkuat Penanganan Karhutla di Way Kambas

Faktanaya.com – Langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Lampung, kini diperkuat dengan pengerahan armada udara. Keputusan ini diambil setelah Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat virtual bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang menginstruksikan percepatan respons terhadap titik-titik api yang terus meluas.

Water Bombing dari Sikorsky Black Hawk

Helikopter milik BNPB dengan nomor registrasi N360UH, bertipe Sikorsky UH-60A Black Hawk, mendarat di area TNWK pada sekitar pukul 16.00 WIB. Seketika itu pula pesawat memulai misi pendinginan terhadap beberapa zona yang masih dilahap api.

Mekanisme pengerjaannya cukup sederhana namun efektif: helikopter menyedot air dari sungai di sekitar batas TNWK melalui helibucket, lalu menjatuhkannya tepat pada titik-titik yang masih berkobar. Aktivitas penyiraman dari udara ini berlangsung kurang lebih tiga jam, terpusat di sekitar Desa Braja Luhur, Kecamatan Braja Selebah.

Dua unit helikopter disiapkan untuk operasi ini. Keduanya didatangkan dari Palembang dan Jawa Timur guna menjangkau wilayah yang tidak dapat dijangkau lewat jalur darat. Kehadiran armada udara tersebut merupakan bagian dari operasi terpadu yang melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Lampung, TNI, Polri, serta personel gabungan lintas instansi.

Drone Thermal dan Penurunan Tim Alfa

Di samping water bombing, tim di lapangan juga mengandalkan drone thermal untuk memetakan sebaran titik panas serta mendeteksi bara yang masih tertinggal di bawah permukaan tanah. Teknologi ini menjadi kunci untuk mengantisipasi potensi api yang dapat kembali membesar.

"Tadi sudah kita adakan surveillance dulu, pengamatan menggunakan thermal untuk melihat titik api yang masih mungkin menjadi bara dan menyebabkan kebakaran berulang. Selanjutnya, sesuai instruksi Presiden dan Panglima TNI, kita menerjunkan Tim Alfa ke lokasi-lokasi sulit yang masih menyisakan hotspot," ujar Kristomei, Rabu 26 Agustus 2026.

Pernyataan itu disampaikan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi. Setelah titik panas berhasil diidentifikasi melalui pemantauan thermal, personel gabungan langsung diterjunkan ke area yang sulit dijangkau. Metode fast roping dipakai untuk menurunkan anggota tim ke lokasi terisolasi sehingga tindakan pemadaman dapat segera dilaksanakan.

Sebagai pelengkap penanganan darat, tim juga menyiapkan drone penyemprot dengan kapasitas beragam. Alat ini ditujukan untuk membantu memadamkan titik api yang benar-benar tidak dapat didatangi melalui akses darat mana pun.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Karhutla Way Kambas Meluas Helikopter Water?

Karhutla Way Kambas Meluas Helikopter Water is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Karhutla Way Kambas Meluas Helikopter Water matter?

Karhutla Way Kambas Meluas Helikopter Water matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.