FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kejagung Bongkar Dugaan Permainan Pajak PT TPL, 2 ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Christopher Hernandez - faktanaya.com

Foto : Christopher Hernandez - faktanaya.com

Kejagung Bongkar Dugaan Permainan Pajak PT TPL: Dua ASN Ditjen Pajak Tersangka

Faktanaya.com – Kejagung Bongkar Dugaan Permainan Pajak yang melibatkan PT Toba Pulp Lestari Tbk (PT TPL) telah menghasilkan penetapan dua aparatur sipil negara (ASN) dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai tersangka. Kasus ini mengungkap dugaan manipulasi dalam proses pemeriksaan pajak yang dilakukan terhadap salah satu perusahaan pulp terbesar di Indonesia. Penyelidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) menunjukkan adanya kelalaian dalam pengawasan yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan perusahaan multinasional dengan nilai transaksi yang signifikan. Dugaan transfer pricing menjadi salah satu poin krusial dalam perkara ini. Kedua tersangka, yang memiliki inisial BP dan SR, ditetapkan karena dinilai tidak menjalankan tugas pengawasan secara optimal selama proses pemeriksaan pajak berlangsung.

Proses Penyidikan dan Penetapan Tersangka

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Saeful Bahri Siregar, menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan berbagai alat bukti yang memadai. Proses penyidikan memakan waktu cukup lama untuk memastikan setiap elemen kasus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

"Kejaksaan Agung Republik Indonesia sedang melakukan pemeriksaan terhadap dua orang tersangka," ujar Saeful di Kejagung, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Pelaporan nilai penjualan yang tidak sesuai menjadi salah satu dugaan utama dalam perkara ini. PT TPL diduga melakukan upaya pelaporan nilai penjualan produk pulp kepada perusahaan afiliasi dengan nilai yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi nilai produk yang dilaporkan secara hukum.

Peran Tersangka dalam Pemeriksaan Pajak

Dalam dugaan manipulasi tersebut, BP diketahui berperan sebagai supervisor saat pemeriksaan DJP terhadap PT TPL pada tahun 2023. Sementara itu, SR menjalankan fungsi serupa dalam pemeriksaan yang dilakukan pada 2024. Kedua pejabat ini memiliki tanggung jawab untuk memastikan proses audit berjalan sesuai dengan program yang telah ditetapkan.

Kedua tersangka diduga mengabaikan fungsi pengawasan dalam proses pemeriksaan sehingga hasil pemeriksaan tidak berjalan sesuai program audit yang telah disusun. Pelanggaran ini berdampak langsung pada akurasi laporan keuangan negara yang seharusnya diterima.

"Bahwa tersangka BP dan tersangka SR untuk memenuhi permintaan dari PT TPL yang secara melawan hukum tersebut, tidak melakukan tugas dan fungsinya selaku supervisor, yaitu melakukan pengawasan dalam mereview penelaahan KKP dan LHP, sehingga yang tidak berdasarkan pada audit program yang telah disusun oleh para tersangka," kata Saeful.

Dampak terhadap Keuangan Negara

Dugaan perbuatan tersebut disebut berdampak signifikan pada penerimaan negara. Kejagung sementara memperkirakan kerugian keuangan negara mencapai Rp2 triliun. Namun, angka tersebut masih dalam proses penghitungan oleh tim auditor yang ditunjuk khusus untuk kasus ini.

"Bahwa untuk kerugian keuangan negara dalam perkara ini masih dalam proses perhitungan oleh tim auditor, dan sementara dari hasil penyidikan kami, diperoleh sementara nilai kerugian sebesar Rp2 triliun," tuturnya lagi.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan mekanisme transfer pricing yang dapat mempengaruhi penerimaan pajak secara nasional. PT TPL sebagai perusahaan publik diharapkan dapat memberikan klarifikasi terkait dugaan yang diajukan.

Langkah Selanjutnya dalam Proses Hukum

Setelah penetapan tersangka, proses hukum akan berlanjut dengan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kedua ASN tersebut. Kejagung akan memastikan bahwa semua bukti yang telah dikumpulkan dapat mendukung tuntutan hukum yang akan diajukan. Proses ini juga melibatkan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran penyelidikan.

Para ahli hukum memperkirakan bahwa kasus ini akan menjadi preseden penting dalam penegakan hukum perpajakan di Indonesia. Dugaan permainan pajak yang melibatkan perusahaan besar dan aparatur negara menunjukkan pentingnya pengawasan yang ketat dalam sistem perpajakan nasional.

FAQ: Kejagung Bongkar Dugaan Permainan Pajak

Apa itu transfer pricing dalam konteks kasus PT TPL?

Transfer pricing adalah praktik penetapan harga dalam transaksi antar perusahaan afiliasi. Dalam kasus ini, PT TPL diduga melakukan transfer pricing untuk mengurangi nilai produk yang dilaporkan, sehingga berpotensi mengurangi kewajiban pajak yang harus dibayar kepada negara.

Berapa jumlah kerugian keuangan negara yang diduga?

Kejagung sementara memperkirakan kerugian keuangan negara mencapai Rp2 triliun. Angka ini masih dalam proses penghitungan final oleh tim auditor yang ditunjuk untuk kasus ini.

Kapan pemeriksaan pajak terhadap PT TPL dilakukan?

Pemeriksaan pajak terhadap PT TPL dilakukan dalam dua periode, yaitu pada tahun 2023 yang dipimpin oleh BP dan pada tahun 2024 yang dipimpin oleh SR. Kedua pemeriksaan ini menjadi dasar penetapan tersangka.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam kasus ini?

Pihak-pihak yang terlibat meliputi Kejagung sebagai lembaga penyidik, dua ASN Ditjen Pajak (BP dan SR) sebagai tersangka, PT TPL sebagai perusahaan yang diperiksa, serta tim auditor yang bertanggung jawab menghitung kerugian keuangan negara.

Related Reading