FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Menyaksikan Tradisi Salai Jin di Pulau Hiri, Ritual Adat yang Sarat Makna

Published Agustus 24, 2026 · Updated Agustus 24, 2026 · By Robert Jones - faktanaya.com

Foto : Robert Jones - faktanaya.com

Salai Jin di Pulau Hiri: Warisan Spiritual yang Hidup dalam Gerakan

Faktanaya.com – Sejak berabad lamanya, masyarakat Ternate di Maluku Utara memandang Salai Jin bukan sekadar tontonan, melainkan jembatan antara dunia manusia dan alam gaib. Pada masa lampau, ritual ini dipercaya menjadi sarana untuk menyampaikan permohonan kepada jin agar membantu mengatasi berbagai persoalan hidup. Kini, meski konteksnya telah bergeser, esensi spiritual tersebut tetap melekat pada setiap gerakan yang dilakukan.

Peran dalam Kehidupan Modern

Seiring berjalannya waktu, cakupan makna Salai Jin melebar. Warga setempat kini mengaitkan ritual tersebut dengan harapan memperoleh keberkahan, kemudahan menjalani kehidupan, kelancaran rezeki, hingga fungsi sebagai bentuk pengobatan tradisional. Transformasi makna ini tidak menghapus akar spiritualnya, melainkan memperluas ruang fungsinya dalam keseharian.

Suasana di Ruang Ritual

Pada Minggu, 23 Agustus 2026, sebuah ruang di Pulau Hiri, Maluku Utara, berubah menjadi arena khidmat yang sekaligus membara energi. Hampir seluruh permukaan dinding dan atap tertutupi untaian daun berwarna hijau kekuningan, menciptakan kanopi alami yang membingkai setiap sudut pelaksanaan. Di tengah kerumunan warga yang memadati ruangan, para peserta menggenggam helaian daun kering yang dirangkai menyerupai rumbai-rumbai, lalu menggerakkannya mengikuti irama prosesi.

Dinamika Gerakan dan Partisipasi Komunal

Seiring berjalannya rangkaian, tempo gerakan meningkat secara bertahap. Sebagian peserta mengayunkan tubuh selaras dengan irama, sementara kelompok lain membentuk lingkaran dan menyatukan gerak secara kolektif. Warga yang semula berdiri di pinggir perlahan mendekat, menyaksikan langsung setiap fase ritual hingga suasana menjadi semakin riuh dan intens.

Di antara para penari, sejumlah individu mengenakan atribut dari daun kering yang menjuntai di sekujur tubuh. Mereka bergerak dalam formasi kelompok dengan mata terpejam, menyerah sepenuhnya pada irama, sementara lingkaran warga di sekeliling mereka menjaga ritme tetap berputar tanpa henti.

Kehadiran Boki Ratu Nita Budhi Susanti

Salah satu figur yang turut ambil bagian dalam prosesi adalah Boki Ratu Nita Budhi Susanti, yang mewakili Kesultanan Ternate. Dengan busana berwarna biru berhias motif tradisional, ia berdiri di jantung kerumunan peserta dan menggerakkan tubuh mengikuti seluruh rangkaian tarian. Perannya melampaui posisi penonton: ia larut penuh dalam gerakan Salai Jin bersama masyarakat Pulau Hiri, memperlihatkan bahwa tradisi ini tetap dijalankan secara kolektif dan melintasi berbagai lapisan sosial.

Momen tersebut menegaskan satu hal mendasar — bahwa Salai Jin bukan artefak museum yang hanya dipamerkan, melainkan praktik hidup yang terus diwariskan, dihayati, dan dihidupkan bersama oleh seluruh elemen masyarakat Maluku Utara.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Menyaksikan Tradisi Salai Jin di Pulau?

Menyaksikan Tradisi Salai Jin di Pulau is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menyaksikan Tradisi Salai Jin di Pulau matter?

Menyaksikan Tradisi Salai Jin di Pulau matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.