FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Penampakan Pesawat dan Helikopter yang Disita dalam Kasus MBG Klaster Motor Listrik, Siapa Pemiliknya?

Published Oktober 3, 2026 · Updated Oktober 3, 2026 · By Sarah Johnson - faktanaya.com

Foto : Sarah Johnson - faktanaya.com

Kejagung Sita Pesawat dan Helikopter dalam Penyidikan Pengadaan Motor Listrik BGN

Faktanaya.com – Penyidikan dugaan korupsi dalam pengadaan motor listrik untuk Badan Gizi Nasional (BGN) periode 2025–2026 memasuki tahap penting setelah Kejaksaan Agung mengamankan beragam aset bernilai besar. Barang yang disita tidak hanya berupa dokumen, telepon genggam, dan uang tunai, tetapi juga mencakup sebuah pesawat serta helikopter.

Perkara ini terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya pada klaster pengadaan motor listrik BGN. Nilai anggaran proyek tersebut disebut mencapai sekitar Rp1,2 triliun. Dalam penanganannya, penyidik menyita uang sebesar Rp24,970 miliar bersama sejumlah kendaraan dan aset penerbangan.

Aset Penerbangan Dikaitkan dengan Perusahaan AM

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa pesawat dan helikopter yang diamankan berasal dari perusahaan milik Andri Mulyono atau AM. AM tercatat sebagai Komisaris PT YAT dan PT ASE.

“(Disita dari) Perusahaan AM,” tutur Anang, dikutip Sabtu (3/10/26).

Aset yang diamankan terdiri dari satu unit pesawat Textron Aviation dan satu unit helikopter Bell 505. Penyitaan kedua aset itu menjadi bagian dari pengumpulan alat bukti dalam pengusutan dugaan korupsi pengadaan motor listrik.

Selain kendaraan udara tersebut, penyidik juga mengamankan satu unit kendaraan Hino, dua unit kendaraan BYD, satu unit BYD Dolphin, serta satu Lexus LM500 tahun 2025. Rangkaian penyitaan itu memperlihatkan cakupan penelusuran aset yang dilakukan dalam perkara ini.

Lima Orang Berstatus Tersangka

Lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam klaster pengadaan motor listrik BGN. Salah satunya Kolonel Cpl Budi Utomo, yang menjabat Sekretaris Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK.

Nama lain yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Andri Mulyono. Dua perusahaan yang berkaitan dengan perkara tersebut juga memiliki jajaran direktur yang masuk daftar tersangka, yakni Yenna Yuniana atau YY selaku Direktur PT YAT, serta AA dan GB yang menjabat Direktur PT ASE.

Penetapan tersangka dan penyitaan aset merupakan dua bagian yang berbeda dalam proses penyidikan. Status tersangka berkaitan dengan dugaan peran seseorang dalam perkara, sedangkan penyitaan dilakukan terhadap barang yang dipandang relevan untuk pembuktian atau penelusuran perkara. Proses hukum selanjutnya tetap berjalan melalui mekanisme yang berlaku.

Uang Tunai, Dokumen, dan Telepon Genggam Juga Diamankan

Selain pesawat, helikopter, dan sejumlah kendaraan, Kejaksaan Agung turut menyita sekitar lima unit telepon genggam serta 89 dokumen. Barang-barang tersebut dapat menjadi bagian dari pemeriksaan penyidik untuk menelusuri pelaksanaan pengadaan, hubungan antarpihak, dan aliran dana yang berkaitan dengan proyek.

“Ada kurang lebih 5 unit handphone, 89 dokumen, dan uang yang telah disita Rp24,970 miliar. Dan benda atau asetnya yaitu satu unit pesawat Textron Aviation, satu unit helikopter Bell 505, satu unit kendaraan Hino, dua unit kendaraan BYD, satu unit kendaraan BYD Dolphin, dan satu unit Lexus LM500 tahun 2025,” kata Anang.

Uang tunai yang disita nilainya mendekati Rp25 miliar. Bersama dokumen dan perangkat komunikasi, barang bukti tersebut kini menjadi bagian dari materi penanganan perkara pengadaan motor listrik BGN.

Pengadaan motor listrik berada dalam klaster tersendiri dari penyidikan dugaan korupsi tata kelola program MBG. Fokus pemeriksaan pada klaster ini adalah proyek pengadaan motor listrik untuk BGN pada rentang 2025 hingga 2026. Karena nilai anggarannya sekitar Rp1,2 triliun, proses pengadaan dan penggunaan anggaran menjadi perhatian penting dalam perkara tersebut.

Makna Penyitaan dalam Tahap Penyidikan

Penyitaan aset bernilai besar menandai upaya penyidik untuk mengamankan barang yang dinilai terkait dengan perkara. Aset itu tidak serta-merta menentukan kesimpulan akhir mengenai pertanggungjawaban pidana seseorang. Pembuktian tetap bergantung pada hasil penyidikan, pemeriksaan saksi, penelitian dokumen, dan proses peradilan apabila perkara dilimpahkan.

Bagi publik, perkembangan ini menunjukkan bahwa pengusutan tidak berhenti pada dokumen pengadaan atau transaksi keuangan. Penyidik juga menelusuri aset yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara, termasuk kendaraan darat dan sarana penerbangan.

Kasus ini menyita perhatian karena berhubungan dengan pengadaan yang berada dalam lingkup BGN dan program Makan Bergizi Gratis. Penanganan perkara akan terus bergantung pada langkah penyidikan berikutnya, termasuk pendalaman terhadap barang bukti yang telah diamankan serta peran masing-masing tersangka dalam proyek pengadaan motor listrik tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Penampakan Pesawat dan Helikopter yang Disita?

Penampakan Pesawat dan Helikopter yang Disita is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Penampakan Pesawat dan Helikopter yang Disita matter?

Penampakan Pesawat dan Helikopter yang Disita matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.