FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Perjuangan Haru Ibu di NTT Melahirkan di Tengah Gempa Magnitudo 7,7

Published Agustus 20, 2026 · Updated Agustus 20, 2026 · By Christopher Hernandez - faktanaya.com

Foto : Christopher Hernandez - faktanaya.com

Ibu di NTT Melahirkan Anak Keempatnya Saat Gempa 7,7 Mengguncang Rumah Sakit

Faktanaya.com – Pagi Sabtu, 15 Agustus 2026, menjadi momen yang tak akan terlupakan bagi Maria Florida, perempuan asal Nogo Kelen, Nusa Tenggara Timur. Di saat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo menghantam wilayahnya, ia justru harus menjalani operasi darurat untuk melahirkan anak keempatnya. Guncangan utama diikuti serangkaian gempa susulan yang terus menggoyang bangunan rumah sakit selama proses persalinan berlangsung.

Keputusan Medis yang Tidak Bisa Ditunda

Maria sebenarnya belum mencapai usia kehamilan yang seharusnya. Pada saat kejadian, kandungannya baru berusia 31 minggu. Namun komplikasi yang mengancam keselamatan dirinya dan janin memaksa tim medis mempercepat persalinan lebih dari dua bulan sebelum jadwal. Dokter obgyn yang menangani, dr. Yona Sara Pardede, menjelaskan bahwa menunda operasi berisiko memicu kejang pada pasien dengan konsekuensi fatal.

Kondisi di ruang operasi semakin berat ketika listrik rumah sakit beberapa kali padam. Tim medis terpaksa melanjutkan tindakan pembedahan dengan bantuan cahaya senter, sementara struktur gedung terus bergetar hebat.

Kata Maria: "Mereka Tidak Meninggalkan Pasien"

Melalui video yang diunggah kanal berita Singapura CNA News di akun Instagram resmi mereka, Maria menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh tenaga medis yang mendampinginya.

"Darurat sekali walaupun goncangan, mereka dokter itu sampai menyelesaikan tugasnya. Itu perjuangan yang luar biasa. Terima kasih untuk tim dokter, bidan, perawat."

Ia menambahkan bahwa meskipun ruangan sudah ambruk akibat guncangan, tidak satu pun anggota tim medis meninggalkan dirinya.

"Usia kehamilan 31 minggu jadi masih dengan dokter, masih observasi, masih menunggu. Cuma saat kejadian itu (gempa) memang saya sangat berterima kasih dengan tim dokter, bidan, perawat semua ya. Walaupun dalam keadaan genting, ruangan sudah ambruk tapi mereka tidak meninggalkan pasien."

Pernyataan tersebut dikutip dari akun Instagram CNA News pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Dokter Yona: "Jujur, Saya Agak Takut"

Di balik keberanian yang tampak, dr. Yona Sara Pardede mengakui bahwa sebagai manusia biasa ia juga merasakan ketakutan. Ia berasal dari daerah yang jarang dilanda gempa, sehingga guncangan sebesar itu terasa luar biasa bagi dirinya.

"Saya sudah tidak punya banyak pilihan. Saya jujur aja sih sebenarnya saya agak takut ya karena itu gempa. Pada saat saya lakukan Tindakan operasi itu gempa. Jujur saya sebagai manusia pasti kita punya rasa takut yah. Apalagi saya berasal dari tempat yang jarang gempa."

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Perjuangan Haru Ibu di NTT Melahirkan?

Perjuangan Haru Ibu di NTT Melahirkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Perjuangan Haru Ibu di NTT Melahirkan matter?

Perjuangan Haru Ibu di NTT Melahirkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.