FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Petugas Berjibaku hingga Dini Hari, Karhutla Gunung Rinjani Berhasil Dikendalikan! 30 Hektare Kawasan Terdampak

Published Agustus 9, 2026 · Updated Agustus 9, 2026 · By Robert Jones - faktanaya.com

Foto : Robert Jones - faktanaya.com

Petugas Berjibaku hingga Dini Hari, Karhutla Rinjani Terkendali

Faktanaya.com – Petugas Berjibaku hingga Dini Hari untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Operasi pemadaman yang intensif ini akhirnya berhasil mencapai titik kendali pada Sabtu dini hari, 8 Agustus 2026. Tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi berhasil mengendalikan api yang sempat mengancam ekosistem gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia ini.

Budhy Kurniawan, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), mengonfirmasi bahwa api berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 01.30 WITA. Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh di seluruh area terdampak, tim lapangan tidak menemukan lagi titik api aktif yang berpotensi menyebarkan kobaran ke area sekitarnya. Langkah selanjutnya adalah melakukan mopping up atau penyisiran intensif untuk memastikan sisa material yang terbakar telah benar-benar padam.

Proses Penanganan yang Intensif

Laporan pertama mengenai kebakaran diterima masyarakat pada Jumat, 7 Agustus 2026, pukul 16.48 WITA. Menanggapi laporan tersebut, petugas Resor Sembalun segera berkoordinasi dengan siswa PKL SKMA untuk melakukan pengecekan cepat ke lokasi. Hasil pengecekan awal menunjukkan adanya tiga titik api aktif yang tersebar di kawasan Maletan, yang memerlukan penanganan segera.

Penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan kerja bersama. Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang bergerak bersama di lapangan. Setelah api berhasil dikendalikan, pemantauan dan mopping up tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala.

Dalam tahap awal penanganan, sebanyak 22 personel terlibat langsung dalam operasi pemadaman. Komposisi tim meliputi petugas TNGR, Masyarakat Mitra Polhut, warga sekitar, siswa PKL SKMA, Polsek Sembalun, Koramil Sembalun, serta tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Timur. Setiap elemen memiliki peran strategis dalam memastikan api dapat dikendalikan dengan cepat.

Keselamatan dan kesehatan personel (K3) menjadi prioritas utama dalam setiap operasi pemadaman. Mengingat kondisi lapangan yang dinamis dan potensi perubahan arah angin, tim memutuskan untuk kembali ke pos pada pukul 19.00 WITA sesuai standar operasional prosedur keselamatan petugas pemadaman. Keputusan ini diambil untuk memastikan seluruh personel dalam kondisi prima untuk operasi lanjutan.

Berdasarkan estimasi awal dari tim lapangan, luas areal yang terdampak mencapai 30 hektare, meskipun angka ini masih dalam tahap konfirmasi final. Jenis vegetasi yang terbakar didominasi oleh semak, perdu, dan liana yang tumbuh di kawasan tersebut. Pemantauan perkembangan api juga dilakukan dengan memanfaatkan teknologi drone untuk mendapatkan gambaran visual yang lebih akurat.

Pada malam hari, upaya pemadaman diperkuat dengan kehadiran tambahan dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Timur, Polsek Sembalun, dan Koramil Sembalun yang membawa mobil pemadam kebakaran. Operasi lanjutan dimulai pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 00.15 WITA di lokasi Dalem Petung, di mana api mulai menyebar lebih luas.

Tim gabungan yang dipimpin oleh Kapolres Lombok Timur dan Kepala SPTN Wilayah II bergerak menuju titik api dengan cepat. Sebanyak 35 personel terlibat dalam operasi malam hari ini, mencakup petugas Balai TNGR, Polres Lombok Timur, Polsek Sembalun, Balai Dalkarhut Seksi III Mataram, serta siswa PKL SKMA. Koordinasi yang solid antara berbagai instansi menjadi kunci keberhasilan operasi ini.

Langkah Selanjutnya dan Pemantauan

Setelah api berhasil dikendalikan, tim tetap melakukan pemantauan intensif selama beberapa hari ke depan. Teknologi drone akan terus digunakan untuk memantau potensi titik api baru yang mungkin muncul dari sisa-sisa pembakaran. Selain itu, tim juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas strategi pemadaman yang diterapkan.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan terbaru mengenai karhutla di Gunung Rinjani, dapat mengakses informasi melalui [situs resmi TNGR](https://www.viva.co.id/berita/nasional/1920080-petugas-berjibaku-hingga-dini-hari-karhutla-gunung-rinjani-berhasil-dikendalikan-30-hektare-kawasan-terdampak) atau media sosial resmi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Karhutla Rinjani

Berapa luas area yang terdampak karhutla di Gunung Rinjani? Berdasarkan estimasi awal, luas areal yang terdampak mencapai 30 hektare, meskipun angka ini masih dalam tahap konfirmasi final oleh tim lapangan.

Kapan api berhasil dikendalikan sepenuhnya? Api berhasil dikendalikan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 01.30 WITA setelah tim melakukan pemeriksaan menyeluruh di seluruh area terdampak.

Siapa saja yang terlibat dalam operasi pemadaman? Tim gabungan terdiri dari petugas TNGR, Masyarakat Mitra Polhut, warga sekitar, siswa PKL SKMA, Polsek Sembalun, Koramil Sembalun, Polres Lombok Timur, dan tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Timur.

Bagaimana cara memantau perkembangan karhutla? Pemantauan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi drone dan laporan langsung dari petugas lapangan yang berada di lokasi. Masyarakat dapat mengakses informasi melalui situs resmi TNGR.

Related Reading