FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Polda Sumsel Edukasi Warga dan Salurkan Bansos Door to Door Cegah Karhutla

Published September 1, 2026 · Updated September 1, 2026 · By Charles Lopez - faktanaya.com

Foto : Charles Lopez - faktanaya.com

Polisi Sumsel Datangi Rumah Warga Satu per Satu untuk Cegah Kebakaran Lahan di Musim Kemarau

Faktanaya.com – Di tengah meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan setiap kali musim kemarau menyapa wilayah Sumatera Selatan, aparat kepolisian memilih jalur paling langsung untuk menjangkau masyarakat: mengetuk pintu rumah satu per satu. Pada Senin (31/8/2026), personel Polsek Gelumbang bersama sejumlah unsur pendukung turun ke Desa Pelempang, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, untuk menyampaikan pesan pencegahan sekaligus menyerahkan bantuan sosial kepada para lansia setempat.

Pendekatan dari Rumah ke Rumah

Metode door to door yang diterapkan dalam kegiatan ini bukan sekadar taktik komunikasi, melainkan respons terhadap kenyataan bahwa banyak warga di pedesaan Sumatera Selatan masih mengandalkan pembakaran sebagai cara tercepat membuka atau membersihkan lahan pertanian. Asap tebal yang kerap menyelimuti kawasan Muara Enim dan sekitarnya setiap Agustus–Oktober menjadi pengingat bahwa kebiasaan tersebut belum sepenuhnya berubah. Dengan mendatangi setiap kepala keluarga secara tatap muka, petugas berharap pesan pencegahan dapat meresap lebih dalam dibandingkan sekadar spanduk atau pengumuman di balai desa.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Gelumbang, Iptu Budianto, S.H. Turut hadir dalam rombongan personel Polsek Gelumbang, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perwakilan pemerintah kecamatan dan desa, mahasiswa program S-2 STIK PTIK, serta siswa Sekolah Ilmu Kepolisian (SIP). Keberagaman unsur tersebut menunjukkan bahwa pencegahan kebakaran lahan tidak lagi dipandang sebagai tugas tunggal aparat keamanan, melainkan tanggung jawab kolektif yang melibatkan pemerintah lokal, dunia pendidikan, dan masyarakat itu sendiri.

Edukasi tentang Bahaya Membakar Lahan

Di setiap rumah yang didatangi, petugas menjelaskan secara sederhana namun tegas: membuka lahan dengan api bukan hanya membakar semak dan rumput, tetapi juga mengancam kualitas udara, kesehatan pernapasan warga sekitar, serta ekosistem hutan yang menjadi sumber air bagi ribuan keluarga. Warga diajak memahami bahwa satu puntung rokok atau satu obor kecil di lahan kering dapat menjalar menjadi kebakaran seluas puluhan hektar dalam hitungan jam, terutama ketika angin bertiup kencang khas musim kemarau di Sumsel.

Pesan inti yang disampaikan adalah bahwa pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat masing-masing keluarga. Tidak ada lahan yang boleh dibakar, tidak ada pembersihan kebun yang mengandalkan api terbuka. Apabila menemukan titik api atau asap mencurigakan di sekitar permukiman, warga diminta segera melapor agar penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran membesar.

Bantuan Sosial untuk Lansia

Di samping sesi edukasi, rombongan juga membawa paket bantuan sosial yang diserahkan kepada warga lanjut usia di Desa Pelempang. Langkah ini menempatkan kehadiran polisi tidak hanya sebagai penegak aturan, tetapi juga sebagai pihak yang peduli terhadap kesejahteraan warga rentan. Bagi para lansia yang kerap menjadi kelompok paling terdampak oleh polusi asap Karhutla—karena keterbatasan mobilitas membuat mereka sulit mengungsi dari kabut—bantuan tersebut sekaligus menjadi bentuk perlindungan sosial di tengah ancaman lingkungan.

Pelajaran Lapangan bagi Mahasiswa dan Siswa SIP

Kehadiran mahasiswa S-2 STIK PTIK dan siswa SIP dalam kegiatan ini memberi dimensi tambahan: pembelajaran langsung tentang bagaimana aparat kepolisian membangun hubungan dengan masyarakat di tingkat akar rumput. Para peserta didik tidak hanya mengamati, tetapi turut berinteraksi dengan warga, menyampaikan pesan pencegahan, dan merasakan sendiri dinamika komunikasi di lingkungan pedesaan. Pengalaman semacam ini diharapkan membentuk generasi perwira yang memahami bahwa efektivitas kebijakan keamanan sangat bergantung pada kualitas hubungan personal dengan masyarakat.

Pernyataan Resmi Kapolda Sumsel

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak mungkin ditangani oleh petugas semata. Kesadaran kolektif warga, terutama di tingkat desa, merupakan fondasi utama agar setiap titik api dapat dicegah sebelum menjadi bencana.

"Pendekatan door to door menjadi salah satu cara untuk menyampaikan edukasi secara langsung kepada masyarakat. Kami mengajak seluruh warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran di lingkungannya."

Ia menambahkan bahwa penyertaan bantuan sosial dalam kegiatan serupa merupakan wujud kehadiran Polri yang melampaui fungsi penegakan hukum semata. Melalui kombinasi edukasi keamanan lingkungan dan kepedulian sosial, aparat berupaya membangun kedekatan emosional dengan warga sehingga pesan pencegahan tidak diterima sebagai perintah dari atas, melainkan sebagai ajakan dari pihak yang peduli terhadap keselamatan bersama.

Konteks Lebih Luas: Mengapa Sumsel Rentan Karhutla

Sumatera Selatan secara geografis memiliki luas lahan gambut dan perkebunan yang sangat besar. Ketika curah hujan turun drastis pada periode Juni–September, lapisan gambut mengering hingga kedalaman beberapa meter, menciptakan bahan bakar alami yang mudah menyala. Sekali api masuk, api dapat merambat di bawah permukaan tanah tanpa terlihat dari atas, membuat pemadaman menjadi jauh lebih sulit dan mahal. Oleh karena itu, pencegahan di tingkat rumah tangga—tidak membakar, tidak membuang puntung sembarangan, melaporkan asap dini—menjadi garis pertahanan pertama yang paling ekonomis dan paling efektif.

Upaya door to door yang dilakukan Polsek Gelumbang di Muara Enim ini merupakan bagian dari pola kerja yang lebih luas di seluruh Polda Sumsel selama musim kemarau. Dengan ribuan desa tersebar di wilayah yang luas, pendekatan tatap muka menjadi satu-satunya cara memastikan pesan pencegahan benar-benar sampai ke telinga setiap keluarga, bukan berhenti di tingkat kecamatan atau sekadar terpampang di papan pengumuman.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Polda Sumsel Edukasi Warga dan Salurkan?

Polda Sumsel Edukasi Warga dan Salurkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polda Sumsel Edukasi Warga dan Salurkan matter?

Polda Sumsel Edukasi Warga dan Salurkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.