FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sebelum Wafat, Guruh Soekarnoputra Sudah Menyiapkan Kain Kafan Sendiri

Published September 26, 2026 · Updated September 26, 2026 · By Elizabeth Thomas - faktanaya.com

Foto : Elizabeth Thomas - faktanaya.com

Guruh Soekarnoputra Dimakamkan di TPU Karet Bivak Sesuai Pesan Semasa Hidup

Faktanaya.com – Suasana duka menyelimuti kediaman Guruh Soekarnoputra di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Kebayoran, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 26 September 2026. Sejumlah tokoh dan kerabat datang memberikan penghormatan terakhir, termasuk mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Dalam momen tersebut, Sandiaga menyampaikan bahwa almarhum telah mempersiapkan sejumlah kebutuhan untuk prosesi pemakamannya. Salah satunya adalah kain yang nantinya digunakan dalam rangkaian pemulasaraan jenazah. Kain tersebut disebut memiliki arti khusus karena merupakan kain kesukaan Fatmawati.

“Beliau sepertinya sudah juga sudah menyiapkan kain-kainnya yang sudah akan digunakan. Kain favorit dari bu Fat tadi sudah dipersiapkan.”

Persiapan itu memperlihatkan perhatian Guruh terhadap detail terakhir dalam perjalanan hidupnya. Kain yang disiapkan bukan sekadar bagian dari prosesi pemakaman, melainkan juga berkaitan dengan kedekatannya kepada sang ibu, Fatmawati. Guruh akan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, di lokasi yang berdekatan dengan makam Fatmawati.

Ikut dalam Proses Pemulasaraan

Sandiaga Uno mengaku turut membantu memandikan jenazah Guruh sebelum almarhum dibawa berpamitan kepada keluarga dekat. Setelah itu, jenazah dijadwalkan untuk disalatkan sebelum diberangkatkan ke tempat pemakaman.

Rencana pemakaman dilakukan setelah salat zuhur pada hari yang sama. Sandiaga menegaskan bahwa lokasi pemakaman di Karet Bivak merupakan pilihan yang telah disampaikan Guruh ketika masih hidup.

“Kami sempat memandikan dan mendoakan sebentar lagi akan pamit ke keluarga terdekat dan akan disolatkan. Rencananya setelah zuhur dimakamkan di Karet Bivak dan itu sesuai pesan beliau.”

Bagi keluarga dan para pelayat, prosesi tersebut menjadi kesempatan untuk mengantar kepergian Guruh dengan penghormatan terakhir. Tahapan memandikan, mendoakan, berpamitan, menyalatkan, hingga mengantarkan jenazah ke pemakaman menjadi rangkaian yang dijalankan secara khidmat.

Dimakamkan di Samping Fatmawati

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa makam Guruh akan berada di sebelah makam Fatmawati. Kepastian itu disampaikan saat ia berada di rumah duka pada Sabtu, 26 September 2026.

“Hari ini jenazah Mas Guruh sudah berada di kediaman beliau dan nanti rencana akan dimakamkan berada di sebelah Ibu Fatmawati.”

Pemakaman di TPU Karet Bivak menempatkan Guruh dekat dengan sosok ibunya. Fatmawati dikenal sebagai ibu dari Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP, sementara Guruh merupakan adik Megawati. Penempatan makam tersebut sekaligus menjadi bagian penting dari pesan pribadi Guruh yang dihormati keluarga.

Keberadaan para pelayat dari lingkungan keluarga, politik, pemerintahan, dan dunia kreatif menunjukkan luasnya relasi yang dibangun Guruh sepanjang hidupnya. Ia dikenal memiliki perjalanan panjang di bidang seni, budaya, politik, serta kegiatan kreatif.

Kenangan Sandiaga tentang Guruh

Sandiaga mengenang hubungan yang telah terjalin sejak dirinya masih kecil. Ia menyebut rumah duka tersebut menjadi salah satu tempat yang kerap didatanginya pada masa lalu. Dalam perjalanan hidupnya, Sandiaga menerima nasihat dari Guruh, termasuk ketika mulai membangun usaha.

Keduanya juga pernah menjalin kemitraan dan berinteraksi dalam tugas pemerintahan. Sandiaga menuturkan bahwa Guruh menjadi mitra dalam lingkup Komisi X, selain kiprahnya yang lekat dengan Suara Mahardika dan aktivitas kepartaian.

“Saya waktu masih kecil sering main ke rumah ini dan beliau banyak memberi banyak wejangan saat memulai usaha. Pernah juga bermitra dan saat di pemerintah beliau jadi mitra kami di Komisi X. Jadi kami kehilangan tokoh kreatif yang telah memberi kontribusi luar biasa perannya di Suara Mahardika maupun juga di kepartaian.”

Kenangan tersebut menggambarkan Guruh sebagai pribadi yang memberi pengaruh bagi banyak orang di sekitarnya. Bagi Sandiaga, kepergian Guruh bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi ruang kreatif dan kehidupan politik yang pernah melibatkan almarhum.

Guruh dinilai meninggalkan jejak melalui gagasan, keterlibatan, serta hubungan personal yang dibangunnya dalam berbagai fase kehidupan. Kehadiran pelayat di rumah duka menjadi bentuk penghormatan atas peran tersebut.

Doa untuk Almarhum

Di tengah suasana kehilangan, Sandiaga menyampaikan doa untuk Guruh agar memperoleh tempat terbaik. Doa itu juga menjadi pengingat bagi keluarga dan para pelayat atas penghormatan terakhir yang diberikan kepada almarhum sebelum dimakamkan.

“Kita doakan beliau khusnul khotimah dan diberikan tempat di sisi terbaik.”

Rangkaian pemakaman Guruh Soekarnoputra di TPU Karet Bivak kemudian dijalankan sesuai rencana keluarga dan pesan yang telah ditinggalkannya. Pemilihannya untuk dimakamkan di dekat Fatmawati menjadi penutup yang sarat makna bagi keluarga besar Soekarno.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Sebelum Wafat Guruh Soekarnoputra Sudah Menyiapkan?

Sebelum Wafat Guruh Soekarnoputra Sudah Menyiapkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sebelum Wafat Guruh Soekarnoputra Sudah Menyiapkan matter?

Sebelum Wafat Guruh Soekarnoputra Sudah Menyiapkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.