FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sekpri KH Said Aqil Siroj Klarifikasi Cerita Uang Rp1 Miliar yang Diumbar Gus Lilur, Minta Tak Dikait-kaitkan Lagi

Published September 27, 2026 · Updated September 27, 2026 · By Nancy Jones - faktanaya.com

Foto : Nancy Jones - faktanaya.com

Klarifikasi Kiai Said Aqil soal Narasi Uang Rp1 Miliar

Faktanaya.com – Nama KH Said Aqil Siroj kembali menjadi perhatian setelah muncul cerita mengenai uang Rp1 miliar yang dikaitkan dengan dirinya seusai Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur. Melalui sekretaris pribadinya, M. Sofwan Erce, Kiai Said menyampaikan penegasan agar narasi tersebut tidak lagi menghubungkan dirinya dengan pernyataan yang disampaikan KH Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur.

Penjelasan itu disampaikan pada Minggu, 27 September 2026. Sofwan menyatakan bahwa Kiai Said memiliki posisi yang jelas terhadap isu yang berkembang di ruang publik: beliau tidak menghendaki namanya terus dilekatkan pada cerita mengenai uang tersebut.

“Kiai Said meminta agar Pak Lilur tidak mengait-kaitkan dengan Kiai Said,” ujar M. Sofwan Erce dalam keterangan tertulis, Minggu, 27 September 2026.

Klarifikasi ini menempatkan perhatian pada perbedaan antara informasi yang datang langsung dari KH Said Aqil Siroj dan cerita yang disampaikan pihak lain. Sofwan meminta masyarakat serta media berhati-hati dalam membedakan dua hal tersebut, khususnya ketika nama tokoh agama dikaitkan dengan isu bernilai sensitif.

Penegasan Hak Jawab

Sofwan menerangkan bahwa pernyataan tersebut merupakan hak jawab sekaligus penegasan sikap Kiai Said atas pemberitaan dan percakapan publik yang muncul. Bagi pihak Kiai Said, penyebutan namanya dalam cerita uang Rp1 miliar tidak dapat dipahami sebagai keterangan, pengakuan, maupun pandangan yang berasal dari beliau.

“KH Said Aqil Siroj meminta agar Pak Lilur tidak lagi mengaitkan nama beliau dengan cerita mengenai uang sebagaimana diberitakan,” imbuhnya.

Ia juga menekankan bahwa publik perlu merujuk pada penjelasan resmi apabila ingin mengetahui posisi Kiai Said. Narasi yang berkembang melalui pernyataan orang lain, terutama bila membawa nama tokoh tertentu, perlu dipisahkan dari pernyataan yang benar-benar diberikan oleh tokoh tersebut atau perwakilannya.

“Klarifikasi tersebut disampaikan sebagai hak jawab sekaligus penegasan posisi Said Aqil atas pemberitaan yang berkembang di ruang publik,” tegas Sofwan.

Dalam konteks pemberitaan, hak jawab menjadi ruang bagi pihak yang namanya disebut untuk menerangkan posisi mereka. Penegasan dari Sofwan menunjukkan bahwa pihak Kiai Said ingin mencegah munculnya kesan seolah-olah cerita tersebut merupakan penjelasan resmi dari mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu.

Cerita yang Dikemukakan Gus Lilur

Sebelum klarifikasi ini muncul, Gus Lilur secara terbuka membahas cerita uang yang dikaitkan dengan Kiai Said setelah rangkaian Muktamar ke-35 NU. Ia menyebut pernah dihubungi Buya Said untuk membicarakan rencana pengembalian uang yang disebut diterima setelah pelaksanaan muktamar tersebut.

Dalam cerita yang disampaikannya, Gus Lilur menyebut uang itu merupakan titipan dari seseorang yang disebut memiliki kedudukan penting di Republik Indonesia. Ia juga mengatakan Kiai Said pernah memintanya menghubungi Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK guna mengatur proses pengembalian dana tersebut.

Namun, pihak Kiai Said kini menyatakan keberatan bila cerita itu terus dilekatkan kepada beliau. Sikap yang disampaikan Sofwan tidak menguraikan lebih jauh mengenai substansi cerita yang beredar, melainkan berfokus pada permintaan agar nama Kiai Said tidak lagi dipautkan dengan narasi tersebut.

Karena itu, penjelasan dari sekretaris pribadi Kiai Said perlu dibaca sebagai pembatas yang tegas: informasi mengenai uang Rp1 miliar yang beredar melalui cerita Gus Lilur tidak boleh dianggap sebagai keterangan dari KH Said Aqil Siroj. Pihak Kiai Said meminta agar pemisahan ini diperhatikan dalam setiap pembahasan lanjutan.

Pentingnya Membedakan Klaim dan Pernyataan Resmi

Isu yang menyeret nama tokoh publik kerap cepat menyebar, terlebih ketika menyangkut nominal uang, proses pengembalian dana, dan lembaga penegak hukum. Dalam situasi seperti itu, asal sebuah pernyataan menjadi unsur penting. Keterangan dari seseorang yang menceritakan pengalamannya tidak otomatis sama dengan sikap resmi pihak yang namanya disebut.

Pesan utama dari klarifikasi Sofwan adalah agar pembaca tidak mencampurkan klaim pihak lain dengan posisi Kiai Said. Ia meminta cerita tersebut tidak dibaca sebagai penjelasan ataupun sikap Kiai Said terkait persoalan uang Rp1 miliar.

Permintaan tersebut juga menegaskan perlunya ketelitian dalam menyampaikan kembali informasi. Penyebutan nama dalam sebuah cerita dapat menimbulkan pemahaman yang berbeda apabila tidak disertai konteks bahwa pihak yang disebut telah menyampaikan keberatan atau penolakan untuk dikaitkan.

Hingga penegasan ini disampaikan, posisi pihak KH Said Aqil Siroj tetap sama: nama beliau diminta tidak lagi dihubungkan dengan narasi Gus Lilur mengenai uang Rp1 miliar. Masyarakat dan media pun diminta membedakan secara jelas antara pernyataan resmi Kiai Said melalui perwakilannya dan cerita yang muncul dari pihak lain.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Sekpri KH Said Aqil Siroj Klarifikasi?

Sekpri KH Said Aqil Siroj Klarifikasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sekpri KH Said Aqil Siroj Klarifikasi matter?

Sekpri KH Said Aqil Siroj Klarifikasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.