FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Wamen Stella Sebut Jepang Tawarkan 100 Ribu Loker untuk WNI

Published Agustus 9, 2026 · Updated Agustus 9, 2026 · By Daniel Taylor - faktanaya.com

Foto : Daniel Taylor - faktanaya.com

Indonesia Siap Kirim 100 Ribu Tenaga Kerja ke Jepang Setiap Tahun

Faktanaya.com – Wamen Stella Sebut Jepang Tawarkan 100 ribu loker bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dalam satu tahun. Menurut Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Stella Christie, pemerintah Jepang telah memberikan tawaran menarik berupa 100.000 lowongan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Berita ini disampaikan oleh Stella setelah menerima informasi langsung dari Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Prof. Badri Munir Sukoco.

Stella mengonfirmasi kabar gembira tersebut melalui akun TikTok-nya, @prof_stellachristie, pada hari Minggu, 9 Agustus 2026. Ia menyampaikan bahwa Jepang saat ini sedang mengalami kebutuhan besar terhadap tenaga kerja asing, sehingga kesempatan yang ditawarkan sangat signifikan bagi masyarakat Indonesia. Peluang ini membuka jalan bagi ribuan WNI untuk bekerja di negara matahari terbit dengan gaji yang kompetitif.

Pembentukan Satgas untuk Persiapan Tenaga Kerja

Merespons peluang tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, telah memerintahkan pembentukan satuan tugas (satgas). Tugas utama satgas ini adalah mengkoordinasikan career center di berbagai perguruan tinggi Indonesia agar mampu mempersiapkan tenaga kerja yang berkualitas. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan kesiapan SDM Indonesia.

"Mereka sangat butuh tenaga kerja itu baru spill awalnya akan segera dibentuk satgas. Pak Menteri memerintahkan dibentuk satgas untuk para career center di universitas-universitas memikirkan bagaimana kita bisa melatih tenaga kerja kita di kampus agar siap dikirim 100.000 orang per tahun ke Jepang," jelas Stella.

Program G to G untuk Perawat dan Careworker

Indonesia sebenarnya sudah memiliki program kerja sama resmi dengan Jepang yang dikenal sebagai G to G (Government to Government). Program ini khusus menargetkan penempatan tenaga kerja untuk dua posisi utama, yaitu Nurse (Kangoshi) dan Careworker (Kaigofusuhishi). Program ini telah berjalan selama bertahun-tahun dan terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja Jepang.

Untuk posisi sebagai Nurse atau Kangoshi, calon peserta harus memiliki gelar D3 atau S1 jurusan keperawatan. Selain itu, mereka juga dituntut memiliki pengalaman kerja dan Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku. Sementara itu, bagi yang ingin menjadi Careworker atau Kaigofukushishi, persyaratan meliputi lulusan D3 keperawatan, D3 kebidanan, atau S1 keperawatan dengan beberapa ketentuan tambahan tergantung batch aktif.

Selain kualifikasi pendidikan, seluruh pelamar juga wajib memiliki sertifikat kemampuan bahasa Jepang, baik JLPT maupun JFT, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setelah memenuhi syarat, peserta akan menjalani proses seleksi penempatan secara menyeluruh. Proses ini memastikan bahwa tenaga kerja Indonesia yang dikirim memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar Jepang.

Bagi masyarakat Indonesia yang tertarik, pendaftaran program G to G Jepang dapat dilakukan secara resmi melalui situs Sisko2MIBP2MI. Calon peserta cukup membuat akun, mengisi formulir pendaftaran secara online, serta mengunggah dokumen-dokumen pendukung yang diperlukan. Tahapan selanjutnya adalah mengikuti proses seleksi hingga diterima sebagai peserta program.

Manfaat Bekerja di Jepang bagi WNI

Bekerja di Jepang menawarkan berbagai manfaat bagi tenaga kerja Indonesia. Pertama, gaji yang ditawarkan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan gaji di Indonesia. Kedua, WNI memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan pengalaman internasional. Ketiga, program ini memberikan jaminan keamanan kerja dan perlindungan hukum yang baik bagi pekerja asing.

Keempat, WNI yang bekerja di Jepang juga memiliki kesempatan untuk membawa keluarga setelah memenuhi syarat tertentu. Kelima, pengalaman bekerja di Jepang menjadi nilai tambah yang signifikan dalam CV dan prospek karir di masa depan. Banyak mantan pekerja Indonesia yang berhasil membangun karir dan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tanah air.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program Jepang

Berapa lama kontrak kerja di Jepang? Kontrak kerja biasanya berlangsung selama 3-5 tahun, tergantung pada jenis pekerjaan dan perjanjian yang disepakati antara pekerja dan perusahaan Jepang.

Apakah ada biaya pendaftaran? Ya, terdapat biaya pendaftaran yang bervariasi tergantung pada jenis program dan posisi yang dituju. Biaya ini mencakup proses seleksi, pelatihan bahasa, dan administrasi lainnya.

Bagaimana cara meningkatkan peluang diterima? Memiliki sertifikat bahasa Jepang yang baik, pengalaman kerja yang relevan, dan kesehatan yang prima akan meningkatkan peluang diterima dalam program ini.

Apakah program ini terbuka untuk semua jurusan? Program G to G terutama menargetkan jurusan keperawatan dan kebidanan, namun beberapa posisi lain juga tersedia tergantung kebutuhan perusahaan Jepang.

Dimana informasi terbaru dapat diakses? Informasi terbaru dapat diakses melalui situs resmi Sisko2MIBP2MI dan akun media sosial Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

Related Reading