FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ada 2 Kali Libur Isra’ Mi’raj di 2027, Kok Bisa?

Published September 16, 2026 · Updated September 16, 2026 · By Daniel Taylor - faktanaya.com

Foto : Daniel Taylor - faktanaya.com

Dua Libur Isra Mikraj Tercatat dalam Kalender Nasional 2027

Faktanaya.com – Tahun 2027 akan memiliki susunan hari libur yang tidak biasa bagi masyarakat Indonesia. Dalam satu tahun Masehi, peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW masuk dua kali sebagai hari libur nasional, yaitu pada Selasa, 5 Januari 2027 dan Minggu, 26 Desember 2027.

Situasi ini dapat terlihat membingungkan pada pandangan pertama. Isra Mikraj adalah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, sehingga kemunculan dua tanggal libur dengan nama yang sama dalam kalender Masehi mungkin menimbulkan pertanyaan: apakah peringatannya berlangsung dua kali?

Jawabannya, tidak. Dua tanggal tersebut tidak menunjukkan adanya dua peristiwa Isra Mikraj yang berbeda. Keduanya tetap merujuk pada peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, tetapi jatuh pada dua tahun Hijriah yang berlainan dan kebetulan sama-sama berada dalam rentang Januari hingga Desember 2027.

Tanggal Libur untuk Dua Tahun Hijriah

Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027 menetapkan 5 Januari 2027 sebagai hari libur nasional untuk Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Menjelang akhir tahun yang sama, 26 Desember 2027 juga ditetapkan sebagai hari libur nasional untuk Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1449 Hijriah.

Dengan demikian, peringatan yang muncul di awal tahun adalah 27 Rajab 1448 Hijriah, sedangkan peringatan pada Desember merupakan 27 Rajab 1449 Hijriah. Rentang waktu antara keduanya memang belum mencapai satu tahun Masehi penuh, tetapi telah melewati satu tahun dalam sistem penanggalan Hijriah.

Penetapan itu merupakan bagian dari keputusan bersama tiga menteri mengenai hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2027, yang diumumkan melalui koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Perbedaan Panjang Tahun Menjadi Kuncinya

Penjelasan utama atas fenomena tersebut terdapat pada cara kerja kalender Masehi dan kalender Hijriah. Kedua sistem penanggalan memakai dasar perhitungan yang berbeda, sehingga tanggal-tanggal keagamaan Islam tidak selalu berada pada bulan Masehi yang sama dari tahun ke tahun.

Kalender Masehi mengikuti peredaran Bumi mengitari Matahari. Satu tahun dalam sistem ini berlangsung sekitar 365 hari. Sementara itu, kalender Hijriah didasarkan pada siklus bulan, dengan panjang tahun umumnya sekitar 354 atau 355 hari.

Selisih tersebut berkisar 10 hingga 11 hari setiap tahun. Karena tahun Hijriah lebih singkat, tanggal-tanggal Hijriah bergerak mundur jika dibaca memakai kalender Masehi. Sebuah peringatan yang pada suatu tahun jatuh pada Januari, misalnya, akan bergeser ke waktu yang lebih awal pada kalender Masehi pada tahun-tahun berikutnya.

Isra Mikraj diperingati setiap 27 Rajab. Saat pergeseran tanggal itu berada pada titik tertentu, satu peringatan 27 Rajab dapat muncul pada awal tahun Masehi, sementara 27 Rajab di tahun Hijriah berikutnya sudah jatuh pada penghujung tahun Masehi yang sama. Itulah yang terjadi pada 2027.

Urutan Peristiwa Kalender pada 2027

Pada 5 Januari 2027, Indonesia memperingati Isra Mikraj untuk 1448 Hijriah. Setelah kalender Hijriah memasuki tahun berikutnya, 27 Rajab 1449 Hijriah jatuh pada 26 Desember 2027.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa pergantian tahun Hijriah tidak sejalan dengan pergantian tahun Masehi pada 1 Januari. Kalender Hijriah telah menyelesaikan satu putaran tahunnya lebih cepat karena jumlah harinya lebih sedikit. Akibatnya, dua tanggal 27 Rajab dari dua tahun Hijriah berurutan bisa muncul dalam satu tahun kalender Masehi.

Hal serupa pada dasarnya dapat dipahami melalui pergeseran tahunan hari-hari besar Islam lainnya. Karena menggunakan kalender Hijriah, waktu peringatannya terus berubah bila dicocokkan dengan nama bulan dalam kalender Masehi. Namun, kemunculan dua kali dalam satu tahun Masehi merupakan kondisi kalender yang tidak terjadi setiap tahun.

Bukan Dua Kali Peristiwa Isra Mikraj

Perlu dibedakan antara waktu peristiwa keagamaan dengan waktu peringatannya dalam kalender. Isra Mikraj tetap dipahami sebagai satu peristiwa dalam tradisi Islam. Yang berubah adalah posisi tanggal peringatannya saat dikonversi atau disandingkan dengan kalender Masehi.

Karena itu, libur pada Januari dan Desember 2027 bukan berarti ada dua Isra Mikraj dalam satu tahun. Kedua hari tersebut adalah penanda untuk peringatan tahunan yang sama, masing-masing dalam 1448 Hijriah dan 1449 Hijriah.

Bagi masyarakat, susunan ini penting diperhatikan ketika merencanakan kegiatan sepanjang 2027. Libur pertama berada sangat dekat dengan awal tahun, sedangkan libur kedua tercatat pada akhir Desember dan jatuh pada hari Minggu. Keduanya tetap tercantum sebagai hari libur nasional dalam kalender resmi tahun tersebut.

Memahami Dua Sistem Penanggalan

Keunikan kalender 2027 sekaligus menjadi contoh sederhana mengapa kalender Hijriah dan Masehi perlu dibaca dengan konteks yang tepat. Kalender Masehi membantu penjadwalan sipil sehari-hari dengan dasar peredaran Matahari, sedangkan kalender Hijriah menjadi rujukan bagi penentuan banyak peringatan keagamaan Islam melalui peredaran bulan.

Ketika dua sistem itu bertemu dalam kalender nasional, hasilnya dapat berupa perubahan tanggal dari tahun ke tahun, termasuk kemungkinan dua peringatan 27 Rajab dalam satu tahun Masehi. Pada 2027, pergeseran tersebut tercermin jelas melalui libur Isra Mikraj pada 5 Januari dan 26 Desember.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Ada 2 Kali Libur Isra Mi raj?

Ada 2 Kali Libur Isra Mi raj is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ada 2 Kali Libur Isra Mi raj matter?

Ada 2 Kali Libur Isra Mi raj matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.