Beda Versi Ruben Onsu Vs Sarwendah Soal Teriak-teriak di Ruang Mediasi, Begini Pernyataan Lengkap Masing-masing
Konflik Narasi Ruben Onsu dan Sarwendah Pasca-Mediasi Hak Asuh Anak
Faktanaya.com – Mediasi yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu, 19 Agustus 2026, untuk membahas hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah, berakhir tanpa tercapainya kesepakatan. Namun, yang membuat perhatian publik tertuju bukan sekadar hasil kosong tersebut, melainkan munculnya dua versi berbeda mengenai dinamika di dalam ruang mediasi.
Klarifikasi Sarwendah di Media Sosial
Sehari setelah sesi mediasi berlangsung, Sarwendah memilih menanggapi langsung melalui akun Instagram pribadinya, @sarwendah29. Ia menegaskan bahwa kabar yang beredar tentang dirinya marah-marah, menunjuk-nunjuk, hingga berdiri di ruang mediasi tidak sesuai dengan kenyataan.
"Terkait jalannya Mediasi dan dinamika di dalam ruang Mediasi: Pernyataan Kuasa Hukum penggugat dan pemberitaan bahwa saya marah-marah, menunjuk, hingga berdiri adalah tidak benar. Yang terjadi adalah saya merespons pernyataan pihak penggugat yang tidak sesuai fakta, khususnya mengenai anak-anak."
Dengan kata lain, menurut Sarwendah, gestur yang ia lakukan merupakan reaksi spontan terhadap pernyataan dari kubu Ruben yang dianggapnya menyimpang dari fakta, terutama yang menyangkut anak-anak mereka.
Versi Minola Sebayang: Momen Sarwendah Berdiri dan Menunjuk
Kubu Ruben, melalui kuasa hukumnya Minola Sebayang, justru menggambarkan suasana yang jauh lebih tegang. Minola mengungkapkan bahwa ketika pembahasan mengenai akta 39 sedang berlangsung, Sarwendah tiba-tiba bangkit dari kursinya dan mengarahkan jari ke arahnya.
Minola menyebut insiden itu membuat suasana pembicaraan memanas. Ia mengaku sempat meminta Sarwendah kembali duduk dan tidak mencampuri saat dirinya sedang menyampaikan pendapat hukum.
"Nggak ada perdebatan, Ruben hanya berbicara saat diberikan kesempatan untuk berbicara. Saya juga seperti itu."
Minola kemudian merinci kronologi momen tersebut secara lebih detail:
"Tapi ketika kuasa hukumnya S berbicara, kemudian saya sudah waktunya menyampaikan pendapat. Maka saya menyampaikan pendapat saya terkait akta 39 itu. Kemudian secara mendadak S bangkit langsung tuding-tuding saya 'Bapak, bayangkan kalau bapak punya anak perempuan..' saya bilang 'loh Anda tenang, Anda duduk, Anda tidak boleh mengintervensi saya berbicara, karena ini masih hak saya untuk berbicara, saya di sini berbicara tentang hukum'. Dia sendiri yang bilang ini tentang hukum bukan tentang perasaan tapi tadi dia ngomong 'bayangkan bagaimana perasaan...'. Lalu saya bilang 'kamu duduk' kemudian dia duduk."
Dua narasi yang saling bertolak belakang ini kini menjadi sorotan publik, menambah lapisan ketegangan di atas sengketa hak asuh anak yang belum menemukan titik temu.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Beda Versi Ruben Onsu Vs Sarwendah?Beda Versi Ruben Onsu Vs Sarwendah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Beda Versi Ruben Onsu Vs Sarwendah matter?Beda Versi Ruben Onsu Vs Sarwendah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.