FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Hak Asuh Anak Jatuh ke Anthony Xie, Audi Marissa Tetap Bebas Bertemu Buah Hati

Published September 4, 2026 · Updated September 4, 2026 · By Daniel Taylor - faktanaya.com

Foto : Daniel Taylor - faktanaya.com

Hak Asuh Anak Anthony Xie dan Audi Marissa: Ayah Jadi Pengasuh Utama, Ibu Tetap Bebas Bertemu

Faktanaya.com – Proses perceraian yang tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan antara Anthony Xie dan Audi Marissa telah menghasilkan satu kesepakatan yang menjadi sorotan publik: hak asuh anak jatuh ke tangan sang ayah. Meski demikian, keputusan ini tidak berarti Audi kehilangan ruang untuk hadir dalam kehidupan buah hatinya. Aksesnya sebagai ibu tetap terbuka lebar tanpa pembatasan apa pun.

Kabar ini mengemuka di tengah tahapan hukum yang sedang berjalan. Kedua belah pihak, sebelum gugatan cerai resmi diajukan, telah duduk bersama membahas berbagai aspek kehidupan pascaperpisahan. Pembicaraan tersebut mencakup pengasuhan, kebutuhan finansial anak, serta mekanisme pertemuan antara ibu dan anak. Pendekatan yang dipilih keduanya adalah penyelesaian secara baik-baik, tanpa saling menyalahkan di ruang publik.

Peran Kuasa Hukum dan Penjelasan Resmi

Rendi Rumapea, kuasa hukum yang mewakili Anthony Xie, menjadi pihak yang menyampaikan detail kesepakatan tersebut kepada awak media. Ia menegaskan bahwa secara hukum, hak asuh anak kini berada di bawah tanggung jawab Anthony. Namun, ia segera meluruskan agar publik tidak salah mengartikan keputusan itu sebagai pemisahan total antara Audi dan anaknya.

"Secara hak asuh seperti yang saya sampaikan, bahwa hak asuh anak kan jatuh di klien kami ya, Anthony. Namun untuk akses bertemu dengan anak tidak dibatasi terhadap Audi, seperti itu. Jadi nggak ada pembatasan," ujar Rendi Rumapea.

Pernyataan tersebut disampaikan di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis, 3 September 2026. Rendi menambahkan bahwa dinamika hubungan antara kedua mantan pasangan tetap terjaga dengan baik, bahkan sebelum gugatan cerai masuk ke meja hakim.

"Kita doakan saja karena kan seperti yang saya sampaikan, antara Audi dan Anthony baik-baik selesainya ya. Kiranya baik-baik, semua sudah diomongin baik-baik sebelum diajukan gugatan cerai," tutur Rendi.

Implikasi Hukum Hak Asuh dalam Konteks Indonesia

Penetapan hak asuh kepada salah satu orang tua merupakan mekanisme yang lazim dalam hukum keluarga Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, sebagaimana telah diubah melalui UU Nomor 16 Tahun 2019, memberikan kewenangan kepada pengadilan untuk menentukan pihak mana yang akan menjadi pengasuh utama anak pasca-perceraian. Dalam praktiknya, hakim mempertimbangkan sejumlah faktor: usia anak, kondisi psikologis, kemampuan finansial masing-masing orang tua, serta keinginan anak jika usianya sudah cukup untuk berpendapat.

Yang penting untuk dipahami oleh pembaca adalah bahwa hak asuh bukan berarti hak eksklusif. Orang tua yang tidak memegang hak asuh tetap memiliki hak untuk bertemu, berkomunikasi, dan berpartisipasi dalam kehidupan anak. Dalam kasus Anthony dan Audi, prinsip ini ditegaskan secara eksplisit: tidak ada jadwal kunjungan yang dibatasi, tidak ada syarat administratif tambahan, dan tidak ada larangan interaksi. Audi bebas menghabiskan waktu bersama anaknya kapan pun ia menghendaki.

Pendekatan semacam ini sejalan dengan semangat Pasal 70 UU Perkawinan yang menegaskan bahwa anak berhak atas kasih sayang, perhatian, dan perlindungan dari kedua orang tuanya. Dengan kata lain, perpisahan orang tua tidak boleh menjadi alasan untuk memutus ikatan emosional antara anak dan salah satu orang tuanya.

Aspek Finansial: Ayah Menanggung Penuh Kebutuhan Anak

Di samping pengaturan pengasuhan, kedua pihak juga telah menyepakati skema pembiayaan kebutuhan anak. Karena hak asuh berada di tangan Anthony, ia berkomitmen menanggung seluruh pengeluaran terkait tumbuh kembang anak secara penuh. Audi, dalam kesepakatan tersebut, tidak mengajukan nominal nafkah bulanan tertentu. Artinya, tidak ada kewajiban finansial terpisah yang dibebankan kepada sang ibu, dan seluruh beban ekonomi pengasuhan anak dipikul oleh Anthony.

Keputusan ini memiliki implikasi praktis yang signifikan. Anak tidak akan mengalami transisi mendadak dalam hal tempat tinggal, lingkungan sekolah, atau akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Stabilitas finansial yang dijamin oleh satu pihak mengurangi potensi konflik berulang seputar biaya, yang kerap menjadi sumber sengkita lanjutan di pengadilan pasca-perceraian.

Dimensi Emosional dan Perlindungan Anak

Bagi anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga selebritas, proses perceraian orang tua kerap mendapat sorotan media yang intens. Tekanan publik semacam itu dapat menambah beban psikologis bagi anak. Kesepakatan yang dicapai Anthony dan Audi—di mana keduanya memilih jalur penyelesaian yang damai dan menjaga agar anak tetap memiliki akses penuh terhadap kedua orang tuanya—menunjukkan kesadaran akan dampak emosional dari perpisahan.

Dengan tidak adanya pembatasan pertemuan, anak tetap dapat merasakan kehadiran dan perhatian dari ibunya secara natural. Tidak ada jadwal kaku, tidak ada mediasi pihak ketiga untuk setiap kali bertemu, dan tidak ada ancaman pembatalan akses. Fleksibilitas semacam ini penting untuk menjaga kesehatan mental anak di masa transisi pascaperceraian.

Proses hukum di PN Jakarta Selatan sendiri masih berjalan. Meski kesepakatan pengasuhan dan finansial telah dicapai secara bilateral, penetapan akhir tetap menunggu putusan pengadilan. Namun, fakta bahwa kedua pihak telah menyepakati kerangka dasar sebelum gugatan diajukan menunjukkan bahwa tahapan persidangan ke depan kemungkinan besar akan berjalan tanpa sengkita tajam. Bagi anak, hal ini berarti satu hal: kehidupan sehari-harinya tidak akan diganggu oleh drama pengadilan yang berkepanjangan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Hak Asuh Anak Jatuh ke Anthony?

Hak Asuh Anak Jatuh ke Anthony is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Hak Asuh Anak Jatuh ke Anthony matter?

Hak Asuh Anak Jatuh ke Anthony matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.