FaktaNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Puluhan Tahun Bungkam, Kenapa Ashanty Baru Buka Kisah Pilu Dilecehkan Sang Ayah Sekarang?

Published Agustus 23, 2026 · Updated Agustus 23, 2026 · By Nancy Jones - faktanaya.com

Foto : Nancy Jones - faktanaya.com

Puluhan Tahun Bungkam: Kenapa Ashanty Baru Bicara?

Faktanaya.com – Puluhan Tahun Bungkam Kenapa Ashanty baru membuka suara soal luka masa kecilnya menjadi pertanyaan yang menggema di kalangan penggemar. Setelah bertahun-tahun menyimpan diam, penyanyi sekaligus ibu Ashanty akhirnya melontarkan cerita kelam yang ia pendam sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Pengalaman pelecehan seksual yang menimpanya di usia belia itu baru kali ini ia utarakan ke publik, memicu gelombang empati dan diskusi tentang betapa beratnya beban yang ditanggung korban yang memilih diam.

Alasan Diam: Cinta yang Terlalu Besar pada Sang Ibu

Yang membuat narasi ini semakin menyayat hati bukan ketiadaan kesempatan bicara yang menghalangi Ashanty, melainkan kedalaman rasa cintanya terhadap perempuan yang membesarkannya. Ia memilih tidak pernah menceritakan kejadian itu kepada ibunya — bahkan hingga sang ibu mengembuskan napas terakhir. Keputusan itu lahir dari satu keyakinan sederhana di benak seorang anak kecil: ibunya sudah terlalu lelah, terlalu terluka, dan tidak boleh ditambahkan beban baru.

Pengakuan ini ia sampaikan dalam sebuah podcast bersama Oki Setiana Dewi, di mana suasana intim memungkinkan Ashanty akhirnya melontarkan kata-kata yang selama puluhan tahun terkunci di dadanya.

"Jadi, Mamaku tuh sampai meninggal enggak tahu ini. Saking cinta aku kepada Mamaku," kata Ashanty, dikutip Minggu 23 Agustus 2026.

Malam yang Mengubah Segalanya

Ashanty menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi saat ia masih bocah kecil, tinggal satu atap bersama ibu dan ayah sambung. Mereka bahkan berbagi satu ranjang untuk tidur, sebuah kebiasaan rumah tangga yang membuat jarak fisik antara anak dan orang dewasa di sekitarnya nyaris tidak ada.

Pada suatu malam, ketika sang ibu sudah terlelap, perlakuan tidak pantas datang dari ayah sambungnya. Alih-alih berteriak atau menangis, anak kecil itu memilih membisu dan berpura-pura tertidur. Dalam kegelapan malam itu, ia menghitung sendiri risiko: jika ia bersuara, ibunya akan terbangun, dan luka lama sang ibu akan terbuka kembali.

"Dan aku tuh hanya tidur diam, 'Oh, ini kok ada yang megang badanku ya?' Enggak mau bangun, enggak mau melek. 'Oh, ini kan dia. Ya Allah, ini kalau aku teriak, Mamaku tahu. Aku enggak mau Mamaku sakit. Karena Mamaku kan udah sakit bercerai dengan Ayahku, udah terluka'," jelas Ashanty.

Ibu yang Sudah Terluka dan Dampak Jangka Panjang

Di mata Ashanty saat itu, ibunya adalah sosok yang telah menanggung terlalu banyak luka. Perceraian dari ayah kandung, kehadiran orang ketiga, dan perpisahan keluarga menjadi beban yang menurutnya tidak boleh ditambah lagi. Anak kecil itu mengambil keputusan yang seharusnya menjadi hak orang dewasa: melindungi ibunya dengan cara menghapus dirinya sendiri dari cerita.

"Aku tuh, Mamaku tuh udah cukup kayak udah cukup lelah dengan hidupnya, maksudnya udah disakiti, udah pokoknya ada perpisahan, ada orang ketiga dari Ayahku. Yang ini enggak boleh gagal, enggak boleh," ucapnya.

Keputusan untuk membungkam itu berbuah satu konsekuensi panjang: pengalaman tersebut ia pendam sendirian selama puluhan tahun, hingga keluarga baru mengetahuinya jauh setelah kejadian berlalu. Kini, di usia dewasa, Ashanty menyadari bahwa keberanian untuk bercerita bukan berarti mengkhianati cinta pada ibunya, melainkan menghormati dirinya sendiri yang selama ini menanggung beban itu sendirian.

FAQ: Puluhan Tahun Bungkam Kenapa Ashanty Baru Bicara

Kapan Ashanty pertama kali mengungkapkan kisah ini ke publik?

Ashanty menyampaikan pengakuan tersebut dalam sebuah podcast bersama Oki Setiana Dewi yang dikutip pada Minggu, 23 Agustus 2026. Sebelumnya, ia tidak pernah menceritakan peristiwa itu kepada siapa pun, termasuk ibunya sendiri.

Siapa yang menjadi pelaku pelecehan tersebut?

Berdasarkan keterangan Ashanty, pelaku adalah ayah sambungnya — pria yang tinggal satu atap bersamanya dan ibunya setelah perceraian orang tuanya. Peristiwa terjadi saat Ashanty masih di usia Sekolah Dasar.

Apakah ibunya mengetahui kejadian itu semasa hidup?

Tidak. Ashanty secara eksplisit menyatakan bahwa ibunya tidak pernah tahu tentang pelecehan tersebut hingga meninggal dunia. Ia memilih diam agar tidak menambah beban emosional sang ibu yang sudah terluka akibat perceraian dan perselingkuhan ayah kandungnya.

Apakah Ashanty mendapat dukungan setelah bercerita?

Setelah pengakuan tersebut tersebar, publik dan sesama selebriti memberikan dukungan serta apresiasi atas keberaniannya. Banyak penggemar yang merasa terwakili karena kisah ini menyoroti betapa umum dan betapa beratnya beban diam yang ditanggung korban pelecehan masa kecil.

Related Reading