Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Key Discussion: Mantan Sopir Bupati Gowa Blak-blakan Kerap Diminta Mata-matai Pria Lain Hingga Diteror Istrinya

Elizabeth Thomas - faktanaya.com 4 mins baca

Mantan Sopir Bupati Gowa Bongkar Keterlibatan Istri dalam Hubungan Terlarang Key Discussion: Perselingkuhan yang Mengguncang Kehidupan Keluarga Key

Key Discussion: Mantan Sopir Bupati Gowa Blak-blakan Kerap Diminta Mata-matai Pria Lain Hingga Diteror Istrinya

Mantan Sopir Bupati Gowa Bongkar Keterlibatan Istri dalam Hubungan Terlarang

Key Discussion: Perselingkuhan yang Mengguncang Kehidupan Keluarga

Key Discussion: Penelusuran kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Sitti Husniah Talenrang, kembali menjadi sorotan publik. Pemecahan kasus ini terungkap melalui pengakuan mantan sopir bupati, Wahyu Akbar, yang menyebutkan adanya instruksi untuk memantau keberadaan pria lain hingga terjadi tekanan terhadap istri. Informasi ini muncul dalam sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Gowa, Rabu (24/6/2026), dan memperlihatkan kompleksitas hubungan dalam lingkaran kekuasaan.

Pengakuan Mantan Sopir: Pemantauan Terus-menerus dan Ancaman pada Istri

Menurut Wahyu, ia diberi tugas khusus untuk mengawasi kehidupan pribadi Bupati Gowa, terutama terhadap Muhammad Basri, konsultan politik yang dikenal sebagai Ombas. Dalam sidang, mantan sopir ini mengungkap bahwa instruksi untuk memantau Basri Kajang diberikan hampir setiap hari, mulai dari pagi hingga malam. Tugas tersebut dilakukan secara terus-menerus hingga terungkap adanya tekanan terhadap istri Bupati, Sofie, yang menurut Wahyu pernah menakuti dirinya.

Salah satu momen kritis terjadi ketika Wahyu diminta untuk menunggu Basri di kediaman Bupati. “Kalau ada BK, kau segera telepon saya. Nanti saya menyusul,” kata Wahyu dalam kesaksian yang dibacakan di hadapan anggota Pansus. Ia juga menyebutkan bahwa pada suatu hari, Sofie mondar-mandir di rumah dengan anak-anak mengawasi, sementara ia menunggu instruksi untuk bertindak.

Detail Penelusuran dan Konsekuensi yang Terjadi

Penelusuran kasus ini menunjukkan bahwa hubungan antara istri Bupati dengan Basri Kajang tidak hanya bersifat tersembunyi, tetapi juga didukung oleh upaya sistematis untuk menutupinya. Wahyu menambahkan bahwa ia pernah diperintahkan untuk mengirimkan laporan rutin tentang aktivitas Basri, termasuk keberadaannya di tempat-tempat tertentu. Selain itu, mantan sopir ini mengatakan bahwa kerap diminta untuk mengawasi kegiatan istri Bupati secara lebih intensif.

Keluhan Wahyu mengemuka dalam sidang Hak Angket sebagai bukti bahwa ada upaya untuk mengontrol dan memantau perilaku istri Bupati. “Saya cepat telepon ibu karena saat itu posisinya bersama BK,” ujarnya. Hal ini menunjukkan adanya tekanan yang diarahkan pada Wahyu untuk menjaga rahasia, bahkan hingga terjadi ancaman terhadap dirinya. Dalam kesaksian tersebut, Wahyu juga menyebutkan bahwa ia sering mengalami rasa takut ketika menjalankan tugas ini.

Key Discussion: Dampak pada Reputasi dan Kehidupan Politik

Key Discussion: Kasus ini tidak hanya mengguncang kehidupan pribadi keluarga Bupati Gowa, tetapi juga memengaruhi reputasi partai yang ia wakili. Pansus Hak Angket menjadikan kasus ini sebagai bagian dari investigasi lebih luas terhadap keterlibatan tokoh-tokoh penting dalam pengelolaan keuangan daerah. Wahyu menyebutkan bahwa ia memperoleh informasi dari Sitti Husniah Talenrang secara langsung, sehingga kebenaran keberadaan Basri Kajang tidak lagi bersifat misteri.

Keluhan Wahyu menjadi bukti bahwa hubungan selingkuh tersebut telah berlangsung cukup lama, bahkan mungkin sejak sebelumnya. Dalam sidang, ia juga mengungkap bahwa ada komunikasi rutin antara Bupati Gowa dan Basri Kajang, termasuk instruksi untuk menutupi keberadaannya. “BK di mana?” tanyanya sambil menunjukkan bahwa pengawasan ini memperparah ketegangan dalam keluarga.

Reaksi Publik dan Tekanan dari dalam Lingkaran Kekuasaan

Kasus ini memicu reaksi luas dari masyarakat dan media, yang menyoroti ketidakseimbangan dalam hubungan antara istri dan suami. Wahyu menyebutkan bahwa ia pernah menemani Sofie ke tempat-tempat tertentu, termasuk kali ia mengetahui bahwa Basri Kajang telah pulang ke rumahnya setelah diberi instruksi oleh Bupati Gowa. “Saya cepat telepon ibu karena saat itu posisinya bersama BK,” katanya, menunjukkan bahwa ada kecemasan terhadap ketahuan hubungan tersebut.

Tekanan dari dalam lingkaran kekuasaan juga terlihat dari sikap Khaerul Aco, suami Bupati Gowa, yang menyatakan adanya konflik dalam keluarga. Dalam kesaksian di Pansus, ia mengungkap bahwa istrinya telah melakukan hubungan terlarang dengan Basri Kajang, dan dirinya terus-menerus diminta untuk mengawasi. Hal ini menunjukkan bahwa kasus perselingkuhan menjadi bagian dari dinamika internal yang kompleks.

Key Discussion: Langkah Selanjutnya dalam Penyelidikan

Key Discussion: Dalam proses penyelidikan, Pansus Hak Angket akan melibatkan saksi-saksi lainnya untuk memperkuat bukti. Wahyu Akbar menyebutkan bahwa ia telah menulis laporan rinci tentang kegiatan Basri Kajang, termasuk waktunya berada di kediaman Bupati. “Hari itu ibu suruh saya pantau BK, ‘kalau ada BK kau segera telepon saya. Nanti saya menyusul,'” tambah Wahyu, yang menjadi bukti bahwa penelusuran ini berlangsung secara aktif.

Kasus ini juga menjadi bahan perdebatan mengenai transparansi dalam pengelolaan tugas publik. Para anggota Pansus mempertanyakan apakah hubungan tersebut berdampak pada keputusan-keputusan politik atau keuangan daerah. Selain itu, mereka juga akan mengeksplorasi apakah ada bukti lain yang dapat mengungkap kebenaran hubungan antara istri Bupati dengan Basri Kajang.

Ikut berdiskusi