Skip to content
Fresh Desk
Agustus 5, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Metro

Visit Agenda: Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Makan Korban, Puluhan Warga Masih Berjuang Lawan ISPA

Charles Lopez - faktanaya.com 3 mins baca

n Warga Masih Berjuang Lawan ISPA Visit Agenda - Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, menimbulkan dampak

Visit Agenda: Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Makan Korban, Puluhan Warga Masih Berjuang Lawan ISPA

Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Makan Korban, Puluhan Warga Masih Berjuang Lawan ISPA

Visit Agenda – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, menimbulkan dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat sekitar. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 5 Juli 2026, dan menyebabkan ratusan penduduk terpapar asap berbahaya. Dikatakan, sebanyak 154 individu mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dengan 22 orang masih membutuhkan perawatan intensif. Kondisi ini memperkuat pentingnya Visit Agenda dalam memantau dan menangani krisis kesehatan akibat paparan asap.

Detail Kebakaran dan Dampak Kesehatan

Kebakaran TPA Jatiwaringin bermula dari titik api di area pembuangan sampah yang tidak terkendali. Api yang membesar selama beberapa jam menghasilkan asap tebal yang merambat ke sejumlah wilayah terdekat, termasuk kawasan permukiman warga sekitar. Menurut laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, jumlah korban ISPA mencapai 154 orang, dengan sebagian besar mengalami gejala seperti batuk, pilek, dan kesulitan bernapas. Visit Agenda menjadi pusat koordinasi untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi sepanjang proses pemulihan.

“Dari seratusan warga yang terindikasi terkena ISPA, ada 22 orang masih ditangani oleh petugas Puskesmas dari Dinkes Kabupaten Tangerang,” ujar Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid. Ia menekankan bahwa pihaknya terus berupaya memitigasi risiko kesehatan, terutama bagi warga yang tidak mengungsi ke posko darurat.

Upaya Pemulihan dan Koordinasi Lokal

Pemerintah daerah segera merespons kebakaran dengan menyiapkan dua lokasi pengungsian darurat di Tanjakan Mekar dan Rajeg Mulya. Posko-posko tersebut ditempatkan di kantor desa masing-masing untuk memudahkan akses warga. Selama satu hingga dua malam, ratusan penduduk telah dievakuasi ke pengungsian oleh tim gabungan BPBD dan TNI/Polri. Meski keadaan sudah stabil, Visit Agenda masih menjadi prioritas dalam menjamin kesehatan warga melalui pemeriksaan langsung ke rumah-rumah yang belum mengungsi.

“Dinas Kesehatan maupun dari Puskesmas, tapi hari door to door. Jadi, mendatangi rumah-rumah warga yang tidak mengungsi ke posko untuk diperiksa,” tutur Maesyal. Ia menambahkan bahwa keberadaan posko darurat tidak hanya sebagai tempat perlindungan fisik, tetapi juga sebagai titik pengawasan kesehatan dalam rangka Visit Agenda.

Kebakaran TPA Jatiwaringin juga memicu kekhawatiran tentang kualitas udara di sekitar kawasan. Asap yang mengandung partikel halus dan polutan berbahaya berpotensi menyebabkan penyakit parah, terutama bagi anak-anak dan lansia. Dalam upaya mengurangi risiko ini, Visit Agenda menggerakkan program pengujian kualitas udara secara berkala, serta menyediakan perlengkapan masker dan air bersih untuk warga yang masih tinggal di area terdampak. Hendra Tarmizi, kepala dinas kesehatan, menyatakan bahwa pihaknya menempatkan 50 tenaga medis untuk memastikan pelayanan kesehatan terus berjalan selama kebakaran. Jumlah ini meningkat dari 15 tenaga medis awal, sebagai bagian dari inisiatif Visit Agenda.

Dalam konteks Visit Agenda, kejadian ini menjadi contoh nyata tentang pentingnya kesiapan dan respons cepat dalam menghadapi bencana. Warga yang terpapar asap dianjurkan menghindari aktivitas luar ruangan hingga kondisi udara membaik. Pemerintah juga berkomitmen untuk memantau kesehatan jangka panjang, termasuk melakukan survei terhadap keluarga yang terkena ISPA. Visit Agenda, sebagai bagian dari komitmen pengelolaan sampah dan lingkungan, terus mengevaluasi langkah-langkah pencegahan untuk menghindari ulangnya situasi serupa.

Ikut berdiskusi