Kacau! FIFA Terang-terangan Lakukan Kecurangan untuk Amerika – Pelatih Norwegia Ngamuk!
Kecurangan FIFA Terungkap, Pelatih Norwegia Mengkritik Kebijakan Terbaru Kacau FIFA Terang terangan Lakukan Kecurangan - FIFA kembali menjadi sorotan usai
Kecurangan FIFA Terungkap, Pelatih Norwegia Mengkritik Kebijakan Terbaru
Kacau FIFA Terang terangan Lakukan Kecurangan – FIFA kembali menjadi sorotan usai membatalkan hukuman larangan bermain yang diberikan kepada striker Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun. Keputusan ini memicu kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk pelatih Timnas Norwegia, Stale Solbakken, yang menyebutnya sebagai kesalahan besar.
Balogun sebelumnya diberi kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 di babak penyisihan Piala Dunia 2026. Aturan sepak bola menyatakan bahwa hukuman tersebut seharusnya membuat pemain tidak bisa bermain satu pertandingan. Namun, FIFA memutuskan untuk meringankan hukuman menjadi masa percobaan satu tahun.
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meninjau ulang keputusan terkait kartu merah Balogun. Solbakken, yang membawa Norwegia mengalahkan Brasil di babak penyisihan, menilai tindakan FIFA merugikan prinsip keadilan dalam olahraga.
Kritik Pedas dari Stale Solbakken
“FIFA membuat kesalahan besar. VAR sudah menilai itu kartu merah, wasit juga mengusir pemain, artinya Balogun harus menjalani hukuman satu pertandingan,” ujar pelatih berusia 58 tahun tersebut.
Solbakken berulang kali menyebut keputusan itu sebagai sesuatu yang buruk. “Buruk, buruk, buruk, buruk, buruk. Ini keputusan yang sangat buruk,” tegasnya.
Menurut Solbakken, keputusan membatalkan skorsing akan memicu kontroversi jika Amerika Serikat menang melawan Belgia di babak 16 besar dengan Balogun bermain. Ia khawatir hal ini menjadi preseden berbahaya bagi kompetisi mendatang.
Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) juga menyatakan kekecewaannya. Mereka mengaku terkejut dengan keputusan FIFA dan sedang mencari langkah untuk menjaga prinsip fair play dalam Piala Dunia 2026.