Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Main Agenda: Wamen HAM Sebut Tak Perlu Bentuk Tim Investigasi Usut Ibu Hamil Tertembak di Papua, Cukup Polri

Lisa Moore - faktanaya.com 3 mins baca

Main Agenda: Wamen HAM: Polri Bisa Usut Kasus Ibu Hamil Tertembak di Papua Tanpa Bentuk Tim Khusus Main Agenda - Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta

Main Agenda: Wamen HAM Sebut Tak Perlu Bentuk Tim Investigasi Usut Ibu Hamil Tertembak di Papua, Cukup Polri

Main Agenda: Wamen HAM: Polri Bisa Usut Kasus Ibu Hamil Tertembak di Papua Tanpa Bentuk Tim Khusus

Main Agenda – Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Selasa, Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto mengungkapkan bahwa kasus kematian ibu hamil yang tertembak di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, telah ditangani secara efektif oleh Polri. Ia menegaskan bahwa tidak diperlukan pembentukan tim investigasi tambahan dalam Main Agenda ini, karena proses penyelidikan sudah berjalan lancar dan lengkap.

Pembentukan Tim Investigasi Tak Diperlukan

Terdapat rencana awal untuk membentuk tim khusus guna menelusuri kasus kematian ibu hamil tersebut, namun setelah memperoleh penjelasan dari Polri, keputusan tersebut dianggap sudah cukup memadai. Mugiyanto menyatakan bahwa Polri telah menunjukkan kompetensi dalam menangani masalah HAM di Papua, sehingga penegakan hukum dapat dilakukan tanpa perlu penambahan struktur investigasi.

“Sebetulnya kami sempat memikirkan bahwa tim investigasi diperlukan. Tapi Pak Astamaops Pak Fadil Imran sudah menjelaskan bahwa proses tersebut sedang ditangani secara menyeluruh, sehingga belum ada kebutuhan untuk membentuk tim penyelidikan atau investigasi. Jadi, kasus tersebut sedang ditangani,” ujar Mugiyanto.

Kerja Sama dengan TNI dan Polri

Kementerian HAM mengadakan rapat koordinasi untuk memperkuat kolaborasi dengan TNI dan Polri dalam menangani isu-isu di wilayah Papua. Hadir dalam pertemuan tersebut Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen Pol Fadil Imran, serta Kepala Badan Hukum (Kababinkum) dan HAM TNI Laksamana Muda TNI Farid Ma’ruf. Rencana kerja sama ini bertujuan meningkatkan respons cepat dan transparansi dalam penegakan hukum terkait Main Agenda HAM di Papua.

Astamaops Polri Fadil Imran menegaskan bahwa penanganan kasus penembakan tersebut sudah berjalan optimal, sehingga tidak perlu dibentuk tim tambahan. Ia menjelaskan bahwa tim Satgas Damai Cartens dan Satgas Gakkum sudah melakukan koordinasi lapangan yang sangat intens untuk menemukan tersangka, mencari bukti, dan mengupas peristiwa tersebut secara menyeluruh.

“Saya kira tidak perlu (tim investigasi). Tim Satgas Damai Cartens dan Satgas Gakkum sudah bekerja tinggi dalam koordinasi lapangan untuk menemukan tersangkanya,” tambah Fadil.

Kasus kematian ibu hamil di Papua juga menjadi sorotan dalam Main Agenda HAM. Para pejabat menyatakan bahwa kasus tersebut menjadi salah satu isu penting yang harus diselesaikan dengan cepat agar masyarakat tidak merasa kecewa. Selain itu, mereka berharap penegakan hukum ini dapat menciptakan kepercayaan publik terhadap kinerja institusi keamanan.

Kementerian HAM juga mengapresiasi upaya Polri dan TNI dalam memastikan keamanan di wilayah Papua. Penggunaan teknologi modern dan peningkatan komunikasi internal dianggap sebagai langkah penting dalam meningkatkan efisiensi penanganan kasus. Dengan Main Agenda ini, mereka berharap tindak lanjut terhadap kejadian serius di Papua dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa adanya gangguan dari pihak luar.

Di samping kasus ibu hamil, Polri juga sedang menangani beberapa isu lain, termasuk penembakan terhadap pendeta dan kecelakaan pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) di Bandara Perintis Balinggama, Kabupaten Yahukimo. Kematian pilot asal Amerika Serikat Nicholas F Goselin menjadi sorotan tersendiri, karena dianggap sebagai bagian dari Main Agenda HAM yang sedang diusut.

Ikut berdiskusi