Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bola

Meski Menang – Lionel Messi Ngamuk Gara-Gara Satu Hal usai Argentina Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Elizabeth Thomas - faktanaya.com 2 mins baca

Meski Menang, Lionel Messi Ngamuk Gara-Gara Satu Hal usai Argentina Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026 Meski Menang - Dalam pertandingan yang

Meski Menang – Lionel Messi Ngamuk Gara-Gara Satu Hal usai Argentina Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Meski Menang, Lionel Messi Ngamuk Gara-Gara Satu Hal usai Argentina Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Meski Menang – Dalam pertandingan yang berlangsung sengit di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Argentina akhirnya lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menang dramatis. Meski Menang, kekecewaan Lionel Messi terhadap satu keputusan wasit menjadi sorotan utama. Kemenangan La Albiceleste berkat kemampuan luar biasa pemainnya, tetapi kegembiraan Messi tidak menyembunyikan ketidakpuasan terhadap beberapa tindakan wasit yang dianggap tidak adil.

Detik-detik Dramatis Pada Pertandingan

Perjalanan pertandingan melawan Mesir berjalan penuh tantangan. Mesir sempat unggul 2-0, membuat penonton berharap Argentina kalah. Namun, keberanian dan kekompakan tim membuat mereka mampu membalikkan skor menjadi 3-2. Cristian Romero, Messi, dan Enzo Fernandez menjadi penentu kemenangan, dengan setiap gol mengubah suasana pertandingan.

Ketika skor bertahan di menit-menit akhir, keputusan wasit Francois Letexier memicu emosi Messi. Anulasi gol Mostafa Ziko saat Argentina unggul 1-0 dianggap tidak tepat oleh banyak pihak. Wasit menganggap Lisandro Martinez melakukan pelanggaran sebelum bola masuk gawang, padahal pelanggaran terhadap Mohamed Salah justru tidak diperhatikan.

Kritik Terhadap Keputusan Wasit

Keputusan wasit tersebut memicu kontroversi di media dan penonton. Beberapa analis sepak bola menyebutkan bahwa pengambilan keputusan di babak kedua terkesan tidak konsisten. Anulasi gol Ziko membuat Argentina kehilangan momentum penting, sementara gol Fernandez dipertahankan meski ada pelanggaran terhadap pemain Mesir.

Messi tidak hanya kecewa dengan anulasi gol, tetapi juga karena gagal mengeksekusi penalti. Kesempatan emas yang diberikan wasit di babak kedua membuatnya merasa berhak untuk mencetak gol. Tapi, eksekusi Messi yang kurang tepat memicu kekecewaan yang berkelanjutan. Ini menjadi momen kritis dalam perjalanan timnya ke babak perempat final.

Ketidakpuasan Messi terhadap wasit bukan hanya tentang satu gol, tetapi juga terhadap keputusan yang dianggap memengaruhi alur pertandingan. Pemain berusia 37 tahun itu menilai tindakan wasit mengurangi peluang Argentina untuk menang lebih mudah. Ia menekankan bahwa timnya pantang menyerah, meski harus bertahan dalam tekanan sepanjang pertandingan.

Rasa Gembira dan Harapan untuk Langkah Selanjutnya

Saat pertandingan berakhir, Messi mengungkapkan kegembiraannya. Ia berterima kasih pada tim karena mampu bangkit dari ketertinggalan 2-0. “Situasinya sulit, tapi kami tidak menyerah. Piala Dunia adalah ajang yang penuh tantangan, dan kami berhasil melewati itu,” ujarnya dalam wawancara setelah laga.

Harapan Messi untuk mencapai final juga semakin besar. Kemenangan atas Mesir menunjukkan bahwa La Albiceleste memiliki kekuatan untuk bertahan hingga babak akhir. Meski ada keputusan wasit yang kontroversial, performa luar biasa dari pemain seperti Enzo Fernandez dan Alejandro Garnacho memperkuat penampilan Argentina sebagai tim yang tidak bisa dipandang remeh.

Ikut berdiskusi