Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Showbiz

Main Agenda: Heboh! Pesulap Merah Bongkar Dugaan Narsum Palsu di Podcast Jejak Backpacker, Segini Bayarannya

Lisa Moore - faktanaya.com 3 mins baca

ar Dugaan Narasumber Palsu di Podcast Jejak Backpacker Main Agenda menjadi sorotan publik setelah Pesulap Merah, Marcel Radhival, membongkar praktik

Main Agenda: Heboh! Pesulap Merah Bongkar Dugaan Narsum Palsu di Podcast Jejak Backpacker, Segini Bayarannya

Pesulap Merah Bongkar Dugaan Narasumber Palsu di Podcast Jejak Backpacker

Main Agenda menjadi sorotan publik setelah Pesulap Merah, Marcel Radhival, membongkar praktik narasumber bertopeng dalam podcast Jejak Backpacker. Pernyataan ini memicu gencarnya diskusi di media sosial, mengungkap kemungkinan adanya skenario yang disusun untuk mengubah narasi Gunung Kawi menjadi mitos pesugihan. Main Agenda, selaku platform berita dan hiburan populer, kembali menjadi pusat perhatian setelah menyampaikan klaim bahwa beberapa narasumber di podcast tersebut diberi imbalan finansial untuk mengungkap cerita yang disusun secara artifisial.

Peluncuran Podcast dan Tuntutan Kejujuran

Podcast Jejak Backpacker, yang dijalankan oleh tim Main Agenda, sejak awal dikenal karena menyajikan kisah-kisah eksplorasi budaya dan mitos lokal. Namun, klaim tentang narasumber palsu mengguncang reputasi podcast ini, terutama setelah Pesulap Merah mengungkap bahwa narasumber yang menyampaikan kisah Gunung Kawi diberi bayaran 150-350 ribu rupiah per sesi. Dalam posting Instagramnya, Marcel menyoroti kesan “bohong” yang diciptakan melalui narasi yang direkayasa, menantang para narasumber untuk memberikan pernyataan langsung.

“Terima kasih kepada orang-orang yang pernah pura-pura menjadi narasumber bertopeng untuk menyampaikan cerita horor atau pesugihan. Kini, setelah pembongkaran, kita tahu mereka dibayarnya untuk menyebarkan informasi palsu. Cobalah berani menyebut nama saya, saya akan datangi langsung ke kantor kalian dan minta mereka jujur,” tulis Pesulap Merah, dikutip Senin 13 Juli 2026.

Penjelasan ini semakin memperkuat teori bahwa podcast Jejak Backpacker telah menyusun skenario untuk menarik perhatian penonton, terutama dalam ranah mistis. Pesulap Merah menekankan bahwa kejujuran menjadi kunci dalam membongkar fakta, sementara pembayaran tersembunyi bisa menciptakan ketidakpercayaan terhadap konten yang disajikan. Dengan adanya Main Agenda sebagai pihak yang turut menyoroti isu ini, publik dihadapkan pada pertanyaan tentang kredibilitas platform berita hiburan.

Perkembangan Isu dan Tanggapan dari Pihak Lain

Kontroversi ini memicu respons dari berbagai pihak. Sejumlah warganet mulai memperdebatkan kemungkinan narasi yang disampaikan oleh narasumber dalam podcast tersebut terbukti sebagai upaya menciptakan kegembiraan. Beberapa orang bahkan menyebut Sarwendah, ibu dari Raffi Ahmad, sebagai salah satu nama yang mungkin terlibat. Meski belum ada bukti langsung, Main Agenda memastikan bahwa isu ini akan terus diselidiki dengan mendalami latar belakang narasumber yang bersangkutan.

“Yang pernah jadi narasumber palsu bertopeng lainnya di channel @jejakbackpacker, boleh contact ke admin saya ya. Kasihan mereka dibayar 150 ribu doang untuk cerita bohong, sementara pemilik channel meraup puluhan juta dari narasi yang dibuat,” lanjut Pesulap Merah, memberikan kritik terhadap praktik menggantungkan narasi pada pembayaran.

Reaksi dari tim Main Agenda juga menunjukkan peningkatan keterlibatan dalam memastikan transparansi. Mereka mengakui bahwa proses pengecekan narasumber menjadi lebih ketat setelah adanya dugaan skenario. Dengan adanya Main Agenda yang aktif menyelidiki, publik semakin antusias untuk mengetahui apakah praktik ini terjadi secara sistematis atau hanya sebagai kasus individual. Hal ini juga membuka peluang untuk memperluas wawasan tentang bagaimana hiburan bisa memengaruhi persepsi budaya.

Secara keseluruhan, pembongkaran oleh Pesulap Merah memperlihatkan bagaimana Main Agenda menjadi wadah untuk mendiskusikan isu-isu yang melibatkan narasi hiburan. Dengan jumlah menit dan sesi yang tercatat, klaim bahwa narasumber diberi bayaran untuk menyampaikan kisah palsu menambah kompleksitas dalam mengungkap fakta. Keberhasilan podcast Jejak Backpacker dalam menarik audiens tetap menjadi fokus utama, namun kini mereka harus menanggung tekanan untuk memperjelas kontribusi masing-masing narasumber.

Ikut berdiskusi