Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Latest Program: Densus Sebut Cuma 1 Bom Rakitan Pelajar MAN 3 Padang yang Meletus! Beruntung Daya Ledaknya Rendah

Christopher Hernandez - faktanaya.com 3 mins baca

Densus Ungkap: Hanya 1 Bom Rakitan Pelajar MAN 3 Padang Meledak, Daya Ledak Rendah Latest Program - Dalam Latest Program terbaru, Densus 88 Antiteror Polri

Latest Program: Densus Sebut Cuma 1 Bom Rakitan Pelajar MAN 3 Padang yang Meletus! Beruntung Daya Ledaknya Rendah

Densus Ungkap: Hanya 1 Bom Rakitan Pelajar MAN 3 Padang Meledak, Daya Ledak Rendah

Latest Program – Dalam Latest Program terbaru, Densus 88 Antiteror Polri mengungkap fakta penting terkait insiden ledakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatra Barat. Densus menyatakan bahwa hanya satu dari sejumlah bom rakitan yang ditemukan berhasil meledak, dengan daya ledak yang dianggap rendah sehingga tidak menyebabkan korban jiwa atau luka berat. Informasi ini disampaikan dalam wawancara bersama media oleh Komisaris Besar Polisi Mayndra Eka Wardhana, Rabu, 15 Juli 2026.

Proses Pemeriksaan dan Temuan Barang Bukti

Insiden terjadi sekitar pukul 11.30 WIB ketika petugas keamanan sekolah menemukan benda mencurigakan di lingkungan MAN 3 Padang. Benda tersebut langsung diamankan dan diperiksa oleh Densus 88. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa bahan peledak yang ditemukan tergolong sederhana, dengan komponen seperti kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, dan petasan. Selain itu, polisi juga menemukan pisau, anak panah, kelereng, baut, serta bahan kimia lain yang diperkirakan digunakan dalam perakitan bom.

Dalam Latest Program ini, polisi menegaskan bahwa perakitan bom dilakukan oleh pelajar berinisial R (17). Bahan-bahan tersebut diakui oleh R sebagai hasil belajar melalui internet, terutama dari video-video aksi teroris yang terkenal. Densus juga mengatakan bahwa ledakan ini bukanlah aksi yang direncanakan secara terarah, melainkan percobaan yang mungkin berujung pada kecelakaan.

Latar Belakang dan Motif Pelaku

Investigasi menunjukkan bahwa R mengaku terinspirasi oleh ledakan di SMAN 72 Jakarta pada tahun 2025. Meski demikian, ia menyatakan bahwa aksi tersebut lebih bersifat eksperimen daripada upaya mengganggu keamanan umum. Densus 88 juga mengungkapkan bahwa pelaku memang pelajar MAN 3 Padang, dan kemungkinan besar aksi ini tidak terkait dengan organisasi teroris tertentu.

Dalam Latest Program yang diberitakan, Mayndra Eka Wardhana menambahkan bahwa pihak kepolisian sedang menelusuri lebih lanjut apakah ada tujuan spesifik di balik penempatan bom tersebut. Namun, hingga saat ini belum ditemukan indikasi bahwa aksi ini bertujuan mengganggu operasional sekolah atau menyebarkan kekhawatiran di masyarakat.

Para pelajar dan guru di MAN 3 Padang tampak terkejut akan kejadian ini. Meski tidak ada korban, kejadian tersebut telah menyebarkan rasa waspada di kalangan siswa dan staf. Sejumlah orang tua mengaku sedang menunggu hasil investigasi untuk memahami apakah ancaman serupa bisa terulang di masa depan. Densus 88 mengimbau kepada seluruh pelajar di Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam menangani bahan-bahan yang bisa digunakan untuk membuat bom rakitan.

Upaya Penyelidikan dan Langkah Selanjutnya

Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan yang intensif. Densus 88 menegaskan bahwa semua barang bukti telah diperiksa secara cermat, termasuk analisis bahan peledak dan alat komunikasi yang ditemukan. Dengan Latest Program ini, polisi juga memperlihatkan bahwa tidak semua aksi teroris terencana sempurna, terutama dalam kasus bom rakitan yang dibuat oleh pelajar.

Mayndra Eka Wardhana menambahkan bahwa Densus 88 akan terus mengawasi situasi di lingkungan MAN 3 Padang, serta mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mencegah teroris lain melakukan aksi serupa. Selain itu, polisi juga sedang mengecek keberadaan bahan-bahan yang mungkin bisa digunakan dalam pembuatan bom rakitan lebih lanjut. Insiden ini menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat dalam mengenali ancaman keamanan yang bisa terjadi di lingkungan pendidikan.

Ikut berdiskusi