Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Duit Miliaran di Kafe de’Clan yang Seret Febri Adriansyah Jadi Tersangka Disebut Don Ritto Buat Bangun Dermaga Pelabuhan

Richard Garcia - faktanaya.com 3 mins baca

Febri Adriansyah Terlibat Korupsi Pelabuhan Duit Miliaran di Kafe de Clan menarik perhatian publik setelah terungkap dalam penyelidikan kasus korupsi yang

Duit Miliaran di Kafe de’Clan yang Seret Febri Adriansyah Jadi Tersangka Disebut Don Ritto Buat Bangun Dermaga Pelabuhan

Duit Miliaran di Kafe de Clan: Don Ritto Tersangka, Febri Adriansyah Terlibat Korupsi Pelabuhan

Duit Miliaran di Kafe de Clan menarik perhatian publik setelah terungkap dalam penyelidikan kasus korupsi yang menyeret nama Febri Adriansyah ke ranah hukum. Dalam pengeledahan di Kafe de’Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan, penyidik menemukan dana dalam jumlah besar yang disebut-sebut berasal dari proyek pembangunan dermaga pelabuhan di Kalimantan Timur. Selain itu, uang tersebut juga dikaitkan dengan operasi pertukaran mata uang di lokasi yang sama. Kuasa hukum Don Ritto, Handika Hanggowongso, menyatakan bahwa dana tersebut digunakan untuk kerja sama dengan pengusaha tertentu dalam mengembangkan infrastruktur pelabuhan.

Latar Belakang Kasus Duit Miliaran di Kafe de Clan

Kasus duit miliaran di Kafe de Clan terjadi setelah penyidik Kortastipidkor Polri melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan dokumen terkait proyek pelabuhan. Proyek ini menjadi sorotan karena dianggap menggerus anggaran negara. Dalam konferensi pers, Handika mengungkap bahwa dana yang disita tidak terkait langsung dengan tiga perkara korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Febri Adriansyah. Ia menjelaskan bahwa uang tersebut merupakan hasil kerja sama bisnis antara Don Ritto dengan pengusaha lain.

“Uang yang diamankan penyidik adalah dana untuk kerja sama membangun kawasan pelabuhan di Kalimantan Timur,” ujar Handika, dikutip Rabu, 15 Juli 2026.

Penyidik menyatakan bahwa uang tunai dalam jumlah besar ini merupakan bagian dari dana investasi yang dijanjikan untuk pembangunan dermaga. Meski belum mengungkap identitas pengusaha yang terlibat, Handika menegaskan bahwa uang tersebut digunakan untuk keperluan proyek yang dinilai berdampak besar bagi perekonomian daerah. Namun, investigasi terus berlangsung untuk memastikan alur dana tersebut tidak mengandung indikasi korupsi.

Kasus Korupsi Pelabuhan yang Menjerat Febri Adriansyah

Kasus korupsi yang melibatkan Febri Adriansyah terungkap setelah Kortastipidkor Polri melimpahkan tiga perkara ke Kejaksaan Agung. Dalam pemeriksaan, Febri diduga terlibat dalam pengalihan dana proyek pelabuhan untuk kepentingan pribadi. Penyidik menemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa uang miliaran rupiah tersebut masuk ke dalam sirkulasi bisnis yang dikaitkan dengan Kafe de Clan.

“Kalau ditanya sumber uang, itu dari kerja sama dengan pengusaha untuk membangun dermaga atau pelabuhan di Kalimantan Timur,” tambah Handika.

Febri Adriansyah, yang juga terlibat dalam bisnis Kafe de Clan, disebut sebagai salah satu tersangka utama dalam kasus ini. Meski Don Ritto dianggap sebagai pihak yang memerintah penggunaan dana, investigasi masih mencari bukti mengenai bagaimana dana tersebut dikelola dan dibagikan. Kepala Kortastipidkor Polri, Inspektur Jenderal Totok Suharyanto, mengatakan bahwa sinergi antara penyidik dan Kejaksaan Agung menjadi kunci dalam mengungkap detail kasus ini.

Proyek pembangunan dermaga pelabuhan di Kalimantan Timur menjadi sorotan karena memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas pelabuhan nasional. Kasus ini juga menimbulkan kecurigaan bahwa dana yang dikelola melalui Kafe de Clan digunakan untuk mengalirkan uang ke pihak-pihak tertentu. Selain itu, proyek ini dianggap sebagai salah satu dari beberapa kebijakan infrastruktur yang dijanjikan dalam pemerintahan terkini.

Kasus duit miliaran di Kafe de Clan menggambarkan kompleksitas pengelolaan dana publik. Meski Don Ritto menyatakan bahwa dana tersebut berasal dari kerja sama bisnis, penyidik masih memerlukan bukti tambahan untuk memastikan tidak ada bentuk kecurangan. Investigasi ini juga menyoroti peran Febri Adriansyah dalam memastikan alur dana tersebut berjalan lancar. Tantangan utama dalam kasus ini adalah membedakan antara dana bisnis dan dana korupsi yang bisa dianggap sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang.

Ikut berdiskusi